SBN BOOM SHIN3VERSARY – by Duwi Nurhasari

by Duwi Nurhasari

Acara big OOM ultah SBN yang ketiga memang sudah selesai 3 hari yang lalu. Namun, semangat positifnya yang ditularkan dari serangkaian acara kemarin masih duwi rasakan sampai sekarang. Mudah – mudahan efeknya tidak hanya sesaat. Chayo!!! :)

Buat teman – teman yang tidak bisa hadir kemarin, duwi mau berbagi pengalaman mengenai acara tersebut, siapa tahu di acara OOM selanjutnya, teman – teman bisa hadir. Kalau perlu “wajib” ya!

============================

Internet dengan social medianya memang bisa menghubungkan seseorang menjadi lebih mudah. Dimanapun dan kapanpun. Melalui group fb, chat group, milis dan fasilitas online lainnya, kita bisa terhubung dan berbagi pesan satu sama lain di seluruh jaringan. Namun kesannya akan sangat berbeda jika kita bertemu langsung (offline). Karena di offline kita tidak hanya melihat, tapi juga melibatkan pendengaran dan gerak tubuh.

Ya, inilah yang duwi rasakan kemarin. Menjadi bagian dari 1500 orang yang hadir : memiliki impian sama, tujuan sama, semangat sama untuk sukses bareng di oriflame itu rasanya benar – benar WOW. Coba deh buktikan kalau ada OOM terdekat di kota Anda, Anda coba hadir dan rasakan sendiri. hehehe

Secara garis besar acara kemarin meliputi perayaan ultah SBN yang ketiga, recognisi, pembekalan motivasi oleh Remaja Tambupolon. Acara dimulai dari pagi hari sampai sore.

ULTAH SBN
Ini inti acara kemarin, yaitu perayaan ulang tahun SBN (Simplebiznet) yang ketiga. Tahukah Anda, diusianya yang masih sangat muda ini, SBN telah berkembang dengan sangat pesat lho. Saat ini anggotanya banyak yang masuk menjadi 15 Top leader di berbagai daerah. Hal ini tidak terlepas dari sistem SBN yang mudah diduplikasi dan COCOK jika diterapkan untuk bisnis oriflame.

*SBN adalah club para consultant oriflame yang didirikan oleh mba Ilnayuti Sari dan mba Sotya Dewi. Nah pentingnya kita menjalani bisnis oriflame bersama club, kita akan mendapatkan dukungan total dari club berupa training (offline/online), motivasi, sistem kerja dan sebagainya.

RECOGNISI
Orang – orang SBN benar – benar kreatif dahhh…. Duwi dibuat menitikkan airmata ketika melihat proses recognisi mba suciana permata (Diamond Director) dan senyum – senyum sendiri ketika proses recognisi mba rosa puspasari (Double Diamond Director). Di recognisi mba suci diberikan beberapa kejutan dari tim panitia acara. Diantaranya kehadiran orang tua dan keluarganya yang tadinya tidak bisa datang, eh tiba – tiba mendadak “nongol”, dapat ucapan selamat dari krisdayanti (ceritanya mba suci fans banget sama beliau) dan dibikinin lagu spesial dengan alunan petikan gitar atas inisiatif sang suami. So sweet….

Di recognisi mba rosa menghadirkan beberapa downlinenya dari berbagai daerah yang melakukan aksi teaterikal dimana adegannya menceritakan “sosok” mba rosa selama membina jaringannya. Tertawa geli jika mengingatnya kembali.

MOTIVASI
Ada tembok penghalang yang membelenggu pikiran kita. Dan bang “jaja” Remaja Tampubolon dengan detail menjelaskan faktor – faktor penghalangnya beserta tips bagaimana mengatasinya. Selain itu, di sesi motivasi ini ada banyak tips berjualan yang selama ini belum duwi pikirkan. Tidak lupa dapat buku gratis karangan beliau “Sales in You”.

============================

Akhir kata, duwi ucapkan selamat ulang tahun buat SBN yang ketiga, semoga berkembang pesat dan terus mencetak anggotanya sukses di oriflame. Tidak salah, saya memutuskan gabung di oriflame bersama club ini. Buat yang belum bergabung di oriflame dan mau gabung bersama kami, lengkapi persyaratan yang dibutuhkan : biodata, foto ktp, dan biaya registrasi Rp 49.900. :)

Malu kalo banyak mengeluh… – by Puteri Miranti Ningrum

by Puteri Miranti Ningrum

Awalnya, saya nyaris tidak datang ke acara “Menjadi Indonesia” di JW Marriot Kuningan Jakarta pada malam Rabu, 5 Desember 2012 — ya tadi malam tepatnya! Tapi mengingat guru tari saya, seorang Maestro tari Bali, yang pembicara sekaligus pentas nari di acara ini, maka dengan setengah hati saya pun berangkat dan pikiran saya pun penuh dengan slide training yang belum selesai :)))

Akhirnya…? ya karena pikiran kalang kabut, BB saya tertinggal di rumah! Waahhh padahal saya biasa “tergantung” dengan BB itu. Tapi yah, karena saya sudah puluhan km dari rumah, mana mungkin saya balik pulang demi BB? Jadilah saya bepergian kali ini tanpa sahabat setia saya, BB :))

Penyesalan gak bawa BB makin menjadi-jadi ketika saya bertemu, Christien Hakim, guru nari saya Biang Bulantrisna pentas dan membacakan suratnya, paduan suara anak-anak yang begitu syahdu, dan se-abrek-abrek kekaguman saya di acara ini :)

Tetapi, bukan seorang hamba Allah yang bersyukur bila tidak bisa mengambil hikmah positif dari segala sesuatunya. Ya! Saya bersyukur BB saya ketinggalan, sehingga saya bisa benar-benar menyimak dan meresapi “pesan-pesan” dari orang-orang sukses yang menjadi pembicara dalam acara “Menjadi Indonesia”. Salah satunya, adalah saya bisa mengenal pribadi Handry Satriago, CEO GE Indonesia yang tentunya tidak pernah terbayangkan dari Kita semua, siapakah sosok pemimpin General Electric perusahaan raksasa dunia..!

Ketika saya berkesempatan mengenali sosok Pak Handry Satriago, CEO GE Indonesia, dan menyimak segala perjuangan beliau yang diawali pada usia 18 tahun harus di kursi roda, namun kini beliau memimpin perusahaan raksasa dunia, saya menjadi malu bila teringat keluhan-keluhan saya :)) *heyyy…elu sehat aza ngeluh,yg lain dg keterbatasan malah mencapai hal-hal luar biasa*

Mau tau profil beliau? Dikupas tuntas disini yaa….:

http://www.tempo.co/read/news/2010/12/04/090296679/Handry-Satriago-Si-Pemecah-Rekor-160

TEMPO Interaktif, Jakarta – Handry Satriago adalah “pelari” sejati. Dia ada di jalur sprint. Dia hadir di lini jarak jauh. Dan, astaga! Dia melesat di lintas maraton. Perhentian, stagnansi, dan zona nyaman adalah “halang rintang” yang dilibasnya dengan endurans nyaris tak tercela. Ya, hidup Handry ibarat lintasan lari mendebarkan–yang melukiskan ketakterbatasan manusia mengoptimalkan daya hidup di tengah keterbatasan.
Berbagai brevet yang dia kumpulkan sepanjang jalan membuat orang–barangkali–terpikat menjuluki dia “Wonderkid” dan sejenisnya. Entahlah. Tapi rasa-rasanya itu bukan julukan tepat. Dia manusia biasa saja, pria 41 tahun, yang persisten melawan rintangan, setiap kali. Kutipan dari satu teman masa sekolah agaknya lebih tepat menggambarkan Handry: “He is a comeback kid, he sure is–dia selalu kembali ke arena hidup dengan berdaya–betapa pun besarnya kesulitan.”
Pada 1987, kanker getah bening merenggut daya kedua kakinya, dan memindahkan dia ke kursi roda pada usia 18 tahun, hingga sekarang. Dari titik nadir panjang dan menakutkan, remaja itu bangun, menjemba kursi roda, lalu mengubahnya menjadi partner–dan bukan pasif tergantung. Dari atas kursi itu, Handry kembali mengeksplorasi tahun-tahun hidupnya bak pelari multilintas dengan target pursuit of excellence: menjadi yang terbaik.
Kini, 23 tahun kemudian….
Di lantai dasar Gedung Parkir BRI di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan–satu sentra bisnis paling prestisius di Ibu Kota–Handry menempati kantor Presiden General Electric Indonesia. General Electric (GE) adalah raksasa teknologi dan energi kelas dunia dengan 130 tahun sejarah. Didirikan Thomas Alva Edison di Amerika, perusahaan ini hadir di Indonesia sejak 70 tahun lalu–dan kini menggurita di 100 lebih negara.
Handry, anak tunggal sebuah keluarga perantau Minang sederhana, mengisi kursi itu sejak 1 September 2010. Dua rekor sekaligus dia pecahkan: menjadi lulusan pertama universitas dalam negeri yang mengisi posisi Presiden GE Indonesia, dan pemimpin termuda dalam sejarah General Electric global.
Prestasi itu tidak lahir dari ruang kosong, tentu saja.
Alumnus Institut Pertanian Bogor ini mahasiswa teladan nasional 1993. Dia memetik dua cum laude dalam masa studi–dan lulus doktor strategic management di Universitas Indonesia pada Juli lalu, di tengah jadwal superpadat sebagai Direktur Power Generation GE Energy ASEAN.
Bergabung dengan General Electric pada 1997, Handry sempat menangani Divisi GE Lighting. Dalam dua tahun, insinyur pertanian itu melejitkan pendapatan divisi ini dari nol ke US$ 3 juta (hampir Rp 30 miliar). “Dia punya semacam ketajaman melihat bisnis dengan cara out of the box. Itu membuat dia sukses mengendus potensi yang luput dilihat orang lain,” kata seorang pengusaha muda nasional.
Dua kali Handry memberikan wawancara kepada U-Mag.Pertemuan pertama dilangsungkan di rumahnya–lalu di kantornya, dua pekan kemudian. Mirip “bunker”, kantor itu simpel dan efektif: jauh dari kesan “power office”. Ada satu meja kerja. Rak buku kecil. Seperangkat sofa. Meja rapat. Kulkas satu pintu yang menyimpan berkotak-kotak jus dan teh serta Diet Coke. Di dekat jendela, sehelai sajadah tersampir di gantungan jas dari kayu.
Di ruangan itulah, Hermien Y. Kleden dan Andari Karina Anom serta juru foto Ijar Karim mewawancarai Handry Satriago untuk U-Mag edisi November 2010. Berlangsung dua jam lebih, wawancara itu lebih mirip diskusi seru, hampir tanpaoff the record.
Berikut ini petikannya.

Apa kriteria pertama Anda menerima sebuah pekerjaan?
Syarat pertama harus ada hal yang masih bisa saya pelajari terus-menerus di tempat itu, harus ada challenges. Jika semuanya sudah tertutup dan saya menjadi robot, itulah saatnya saya pergi–sebagus apa pun pekerjaannya.

Sebagus apa pun?
Sebagus apa pun! Saya selalu memerlukan passion untuk mendidihkan semangat, membuat saya merasa hidup, yang mungkin saya temukan di sebuah tempat yang masih memberi saya kesempatan belajar.

Tiga belas tahun Anda tidak beranjak dari General Electric. Artinya tempat ini membuat Anda belajar terus-menerus?
Persis! Ide saya adalah perusahaan harus tumbuh, ide-ide perlu tumbuh. Tapi saya juga mesti tumbuh. Dan itu saya temukan seluas-luasnya di GE. Kami selalu punya hal baru, setiap tahun ada pembicaraan baru, eksekusi baru. Kami tidak takut membuat kesalahan, dan kami belajar dari kesalahan. Itu cara kami bekerja, dan membuat GE tetap maju selama 130 tahun.

Oke, apa yang terpikir oleh Anda ketika menerima posisi National Executive GE untuk Indonesia?
Bahwa GE harus menjadi partner dalam bisnis di negeri kita, dan bukan hanya sebagai pemasok, equipment supplier. Saya barangkali “produk Indonesia” pertama yang memimpin GE Indonesia.

“Produk Indonesia” dalam arti apa?
Dalam arti saya bersekolah di sini dan hidup di sini. Tim saya seluruhnya orang Indonesia. Ketika teman-teman tahu posisi ini ditawarkan, semuanya gembira dan amat mendorong: “Come on, Handry, let’s rock, let’s do something.” Kami ingin membuat GE berguna bagi Indonesia, dan itu bukan cuma lewat program-program filantropis.

Soal GE menjadi partner bisnis, bisa Anda jelaskan lebih detail?
Ya, partner bisnis, dan bukan sekadar project based atau sebagai equipment supplier. Tapi partner. September 2909, Jeff Immelt (CEO dan Chairman General Electric–Red.) datang ke Indonesia. Dalam kesempatan itu, dia berbicara kepada kami. Kata Jeff, Indonesia selalu menjadi future market, pasar masa depan, untuk GE. Duduk di belakang ketika itu, saya menjawab, “Jeff, kita sudah lelah terus-menerus mendengar Indonesia sebagai pasar masa depan. Sudah 20 tahun terakhir kita mendengar hal itu. Mengapa kita tidak melakukan hal berbeda, membuat Indonesia “now market”?

Jadi ini soal perubahan mindset?
Ya! Tapi perubahan mindset adalah soal amat mendasar. Sebab, keputusan memperlakukan Indonesia sebagai future market dan now market akan mempengaruhi bagaimana seluruh bisnis GE akan dijalankan di Indonesia.

Apa respons Jeff Immelt terhadap usul Anda?
He bought the idea. Satu tahun setelah pertemuan itu, kami membuat banyak perubahan di Indonesia. Kami menerapkan lebih banyak strategi lokal, lebih banyak orang Indonesia yang memimpin GE. Bahkan sekarang boleh saya katakan semua GE leader kami di negeri kita adalah orang Indonesia. Dan itu sangat membahagiakan saya. Jadi, begitu Jeff sepakat, efeknya kayak orkestra. Begitu konduktornya memberi tanda oke, semua orang memainkan bagian musik masing-masing.

Dan bagian apa yang Anda mainkan ketika itu?
Menjadi salah satu orang yang bertugas mengalirkan pemasukan, revenue. Lalu, tiba-tiba, saya mendapatkan tugas baru ini sebagai national executive untuk Indonesia (Presiden GE Indonesia–Red.)

Apa respons pertama Anda terhadap posisi baru ini?
Sangat senang, tentu saja, terutama dari segi bahwa saya menjadi NX (national executive–Red.) GE untuk Indonesia, di wilayah tanah air saya. Saya bisa memandu, dari segi bisnis, bagaimana menjual GE kepada Indonesia dan “menjual” Indonesia kepada GE. Andai saya menjadi national executive di negara lain, kendati potensi bisnisnya jauh lebih besar, rasanya ceritanya tentu berbeda.

Dan itu salah satu alasan Anda mengusulkan perubahanmindset GE dalam melihat pasar Indonesia: dari pasar masa depan ke pasar masa kini?
Begini. Pada dasarnya, ini bukan hanya soal menjalankan bisnis di sebuah perusahaan multinasional, melainkan bagaimana membuat GE lebih bermanfaat untuk Indonesia. Untuk menjadinow market, kami tidak bisa sekadar bekerja pada basis proyek, atau menjadi sekadar pemasok–betapa pun besar nilai bisnisnya–tapi kami harus menjadi partner bisnis.
Di antara daftar impiannya, Handry meletakkan “kembali ke kampus” pada deretan teratas. “Saya amat suka mengajar. Dulu saya mengajar di kelas-kelas akhir pekan.” Menjadi guru, menurut Handry, memberikan luxury yang tak dia temukan dalam profesi lain. “Bayangkan, di sebuah kafe, ada yang datang memberi salam: ‘Pak, saya dulu murid Anda, sekarang sudah jadi ini dan itu.’ It feels sooo good, saya bisa senyum-senyum seharian,” ujarnya.
Rumahnya di Tebet memang lebih mirip kediaman seorang dosen ketimbang national executive sebuah perusahaan multinasional kelas dunia. Seluruh dinding ruang kerja dipadati buku, nyaris menyentuh langit-langit. Kitab dari aneka disiplin ilmu tersusun rapi–ekonomi, manajemen, energi, sains, sastra–hingga ensiklopedia travelling. Handry adalah pembaca yang rakus. Dia melahap buku-buku matematika tinggi atau teori-teori rumit energi dengan gairah yang sama mendidih seperti membaca novel-novel sastra klasik. “Novel-novel saya dari jenisold school,” katanya.
Cinta Handry juga meleleh pada musik-musik blues–yang disebutnya “oasis” di saat-saat berat. Membaca atau mendengarkan musik adalah cara dia merilekskan diri di rumahnya yang kasual, ramah, dan penuh lukisan Bali serta memorabilia keluarga. Rumah mungil itu tegak di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan. Halamannya ditumbuhi beberapa pokok bunga perdu–membuat terasnya lebih hangat.
***
Maaf, boleh kami tahu, kira-kira semampu apa Anda menjadi National Executive GE untuk Indonesia?
Wah, pertanyaan itu tentu lebih tepat Anda berikan kepada atasan saya, atau tim yang mengevaluasi saya. Tapi, andai evaluasi pribadi itu harus saya lakukan, kurang-lebih demikian: saya kenal betul Indonesia, saya hidup di sini, saya kenal betul GE setelah 13 tahun kami bersama. Saya pernah menangani bisnis proyek hingga bisnis nasabah (consumer). Saya punya semacam intuisi tentang apa yang harus dilakukan GE di Indonesia. Dan yang paling utama, saya mencintai, sangat mencintai Indonesia.

Mencintai Indonesia adalah satu hal, tapi mewakilinya di peta GE Global adalah hal lain lagi….
Saya tidak pernah berhenti belajar tentang perihal kompetisi, dan belajar mengapa kita, Indonesia, belum cukup kompetitif. Salah satu kunci dalam kompetisi adalah semangat, passion, untuk mempertautkan perusahaan multinasional sekelas GE dengan Indonesia. Harus ada yang mampu menghadirkan Indonesia sebagai sesuatu yang sungguh berarti. Dan harus ada yang berani mengatakan, “Hey, look I can do that for GE.”

And are you sure that you have that ability?
I feel I posses that: how to represent Indonesia to GE and vice versa! Tahun lalu, saya menyaksikan pertemuan Chairman GE Jeff Immelt dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan dan Menteri Perdagangan Mari Pangestu. Saya bangga sekali menyaksikan keduanya mewakili Indonesia dan paham betul menghadirkan konteks Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Potensi Indonesia sebagai pasar masa kini, apa sebetulnya yang Anda lihat?
Bertahun-tahun kita berulang kali mendengar orang mengatakan Indonesia kaya sumber alam dan sumber daya. Sekarang kita berada di latar agak berbeda. Mengapa? Situasi politik Indonesia lebih stabil, lebih transparan. Bagi kami, ini masa yang baik untuk lebih mengembangkan jaringan bisnis di Indonesia.

Karena makroekonomi kita bagus?
Ya, dan para menteri yang menangani bidang-bidang tersebut mampu bekerja amat baik. Momentum lain, sasaran domestik GDP kita meningkat dan otomatis meningkatkan kebutuhan infrastruktur. Nah, GE punya banyak rencana menyangkut infrastruktur, yang tentu perlu kami eksekusi dengan tepat dan berhasil.

Apa kesulitan utama yang dihadapi GE di Indonesia?Transparansi selalu menjadi satu isu yang dipertimbangkan banyak perusahaan multinasional yang hendak berinvestasi di Indonesia. Poin saya, transparansi harus beres agar daya tarik berinvestasi di Indonesia lebih besar. Kedua, soal sumber daya manusia. Kalau kita mau menjadikan Indonesia center of excellence, kita tidak bisa hanya melihat ke dalam, tapi harus berani membandingkannya dengan negara-negara lain.

Bisa dijelaskan lebih detail?
Di level ini, kita tak lagi berbicara soal sekian persen kinerja kita naik di dalam negeri, atau sekian persen revenue meningkat. Hitungannya harus jauh lebih dari itu. Misalnya, apakah insinyur kita lebih jago daripada insinyur-insinyur Thailand, atau apakah saintis kita lebih mahir daripada para saintis India.

Seperti apa kinerja bisnis GE Indonesia dibanding “saudara-saudara”-nya di ASEAN?
Detailnya harus dicek lagi, tapi seingat saya untuk tahun lalu Thailand dan Malaysia masih di depan Indonesia.

Ini yang kami dengar: Anda yakin GE mampu berkembang menjadi jauh lebih besar di Indonesia. Benar demikian?
Ya, saya sangat yakin dengan dua alasan. Pertama, kini kami punya tim lengkap, 100 persen di sini adalah orang Indonesia. Tapi yang jauh lebih penting dari itu, kami punya spirit dan punya gairah yang sama untuk “berlari”, yang di masa lalu tidak seperti ini. Kedua, produk dan servis kami betul-betul padan dengan apa yang dibutuhkan negeri Indonesia di masa kini. Jadi kuncinya adalah mempertautkan kepentingan GE dan Indonesia secara padu, lalu mengeksekusinya.
Di antara semua yang pernah melintasi hidupnya, ada sosok masa silam yang tak pernah habis menerbitkan rindu dan kehilangan pada Handry. Sosok itu menyadarkan dia–sampai kini–bahwa berlari, memanjat pohon, mendaki gunung, atau menandak di seputar api unggun pada malam kemahan sekolah bukan hal yang taken for granted–melainkan anugerah hidup.
Sosok itu adalah Handry Satriago remaja, dengan sepasang kaki kukuh dan utuh. Di akun Facebooknya, potret remaja itu terpampang: tampan, segar, dengan senyum luas dan merdeka. Rambutnya keriwil panjang, riap-riap, menjalari wajah dan bahu. “That boy was taken away from me in the middle of my glory time…,” suaranya yang berat, berdebum-debum sepanjang wawancara, tiba-tiba menjadi pelan.
Kanker getah bening melesakkan remaja itu ke dalam tiga bulan penuh limbung, di awal-awal sakitnya. Dia memekik kepada Tuhan, mengapa tega memotong cita-citanya menjadi ahli sains dan belajar ke negeri-negeri jauh. Kedua orang tuanya berhasil menyentuh titik balik kesadaran anak semata wayang mereka. Keduanya menekankan, warna-warni hidup sejatinya tetap seperti sediakala. Tapi Handry harus memutuskan warna apa yang hendak dia lukiskan ke “kanvas pribadinya”.
Anak itu menjawabnya dengan kembali ke sekolah, merebut sederet prestasi gemilang di bidang akademik serta karier profesionalnya. Dan terutama menerima sakit dan segala efeknya sebagai bagian integral hidupnya. “Kanker dan kursi roda ini memberi saya jauh lebih banyak ketimbang mengambilnya,” ujarnya dengan sungguh.

Boleh kami tanya hal agak pribadi? Anda sukses secara akademik dan profesi. Anda kini sehat walafiat. Jadi apa yang tidak Anda miliki?
Saya tidak punya kaki untuk berlari, padahal saya ingin sekali berlari. Saya amat merindukan kelas-kelas saya di kampus, tapi saya sekarang betul-betul belum punya waktu lagi untuk mewujudkannya.

Adakah yang tidak Anda sukai dari pekerjaan sekarang?
Ya, ada juga. Formalitas salah satunya. Formality is not my things. Saya punya satu suit di kantor dan lebih senang pergi kerja memakai kaus. Kalau harus datang ke acara-acara resmi, atau harus ketemu orang yang belum pernah saya kenal, saya pakai batik atau jas. Tapi, kalau nasabahnya teman lama, mereka tidak keberatan saya pakai kaus.

Apa yang Anda jawab kalau kalau ada yang bertanya soal hidup Anda di kursi roda?
Dulu sih panjang-lebar jawabnya. Tapi kan lama-lama bosan juga kalau setiap kali harus menjelaskan hal yang sama. Jadi jawabannya adalah jatuh, ha-ha-ha….

Ha-ha-ha…. Jatuh di mana, dong?
Oh, dari tebing Citatah. Singkat. Cepat. Memancarkan citra maskulin, ha-ha-ha… dan membuat orang tidak bertanya lebih jauh. Kalau jawabnya jatuh dari motor, panjang lagi: di jalan apa, motornya merek apa.

Oke, oke, tapi sejujurnya terganggukah Anda kalau soal ini bolak-balik dibahas?
Lama saya berpikir soal itu. Orang bertanya, orang menulis tentang saya, soal kesedihan, kursi roda ini, dan sebagainya. Sampai saya putuskan di satu titik: kalaulah kisah “kesedihan” ini bisa membuat saya memberikan inspirasi kepada banyak orang untuk tidak putus asa, so be it! Saya tidak keberatan melakukannya.

Ini klasik, tapi kami ingin tahu: dari mana sumber terbesar kekuatan Anda?Orang tua saya, yang tidak pernah memperlakukan saya secara berbeda setelah saya sakit. Teman-teman saya di Lab School (SMU Lab School Rawamangun–Red.) dan IPB. Saya merasa hidup dan sangat kuat kalau dipercaya bahwa saya mampu. Dan itu yang saya dapatkan dari mereka. Lalu saya bertemu dengan istri saya, yang selalu menjadi sumber utama kekuatan saya.

Di antara kumpulan sahabatnya, dengan mudah kita menemukan nama Dinar Putri Sriardani Sambodja. Keduanya berjumpa di General Electric, dan berkawan. Dinar, menurut Handry, teman yang asyik. Keduanya gemar membaca, berdebat, nonton aneka genre film, ngobrol yang seru sampai remeh-temeh. Oh ya, dan selalu ada musik. Dinar bermain piano, Handry memetik gitar sekadarnya.
Perkawanan itu beralih warna secara intens tatkala cinta tumbuh–perlahan dan solid. Handry jatuh cinta pada Dinar yang berotak encer–kini dia notaris yang punya kantor sendiri–dan berparas indah, dengan garis kecantikan “amat Indonesia”: rambutnya legam, menjuntai ke pinggang; kulitnya cokelat tembaga, seperti warna madu cair. Handry melukiskan Dinar dalam metafora yang manis: “She is a rainbow with strong color of friendship,” ujarnya. “Kami satu kubu banget, amat clicked, saya nyaman sekali bersamanya.”
Dua sahabat ini menikah pada suatu hari di bulan Mei 2001.

Kami dengar Anda mau naik haji?
Ya, saya berangkat ke Tanah Suci awal November.

Maaf, lagi-lagi ini pribadi: boleh tahu hubungan Anda dengan Tuhan sejauh ini?
Baik, baik sekali. Di awal-awal sakit, saya komplain terus-menerus, bertanya terus-menerus, tapi sekarang jauh lebih baik. Seperti yang saya katakan kepada Anda, and it’s true: kini saya bisa melihat dengan jernih, betapa kanker itu telah memberi saya jauh lebih banyak ketimbang mengambilnya. ***
Wawancara ini dipublikasikan di U-Mag (majalah gaya hidup pria Kelompok Tempo Media) edisi November 2010.

Mau Jadi Diamond Langkah Harus Besar Keputusan Juga Harus Besar – by Eva Puri

By Eva Puri

Semangat Pagi…..

Sharing dan ngomporin eh bukan hehehe mau cerita aja boleh yaaaa….
Hampir 7 Tahun bekerja di perusahaan Kontraktor (dengan anak perusahaan developer& supplier) sebagai Head Finance Controller Project pasti hal yang tidak mudah untuk “RESIGN”….
Pengajuan resign yang dilakukan sejak tahun lalu, dengan puluhan calon pengganti tapi juga malah mundur sebelum aku resign sampai pada akhirnya aku bicara dari hati ke hati dengan atasanku.
“Pak, eva mau bicara sebentar ya pak selama ini kita kan jarang ngobrol serius masalah pribadi nah skr eva mohon bapak denger eva yaa pak ….. Bapak tau kan eva sejak tahun lalu ajukan resign dan memang tidak ada yang bs bertahan calon2 pengganti, eva mohon bapak izinkan eva pergi dari sini bukan untuk bekerja di perusahaan lain tapi eva punya keinginan besar dan rasanya ngga memungkinkan kalau eva berada disini terus, kalau anak dan suami ngga akan pernah jadi alasan untuk berhenti dari apapun tapi “kebersamaan dengan mereka rasanya ngga bisa eva tukar dengan jabatan saat ini dan salary yang diidamkan semua orang”… percayalah pak, pergi dari sini eva selesaikan semua outstanding dengan proyek2 kita

Dan temen2 tau, bosku jawab apa yang biasanya berkeras dan kaku lalu dia jawab “walaupun sangat-sangat berat OKE lah va, saya ngga bisa paksakan seseorang yang punya cita2 mulia…jelas sangat berat karena eva turut membesarkan perusahaan ini dan perusahaan belum bisa kasih yang berarti buat Eva..”
Tau ngga temen2, bosku ini pernah skors aku gara2 aku orifleman waktu pertama Dirsem ke Bali, dia juga larang istrinya ketemu aku krn dia member dijaringanku, tapi in shaa allah ngga akan pernah dendam sama beliau yang sudah memberikan ilmu sm aku selama ini ,selama bekerja dikantor ini…
Terinspirasi sama mba Ocha, waktu di panggung London Calling mba ocha bilang,” cita2 besar langkahnya harus besar dan keputusan juga harus besar saya terus mencari tujuan saya di oriflame ini apa, rumah ada, mobil juga ada, suami kerja, saya juga kerja kantoran pada saat itu dengan gaji yang lumayan besar ,ternyata saya butuh kebebasan waktu”
Huhuhu aku kok mewek waktu itu aku berpikir waktu ngga akan pernah bisa diulang walaupun kebersamaan aku sama anak2 sebenernya ngga banyak missed krn pagi sekolah aku yg antar, mereka disekolah aku juga dikantor, krn sekolah mereka fullday maka sore baru sampai dirumah, tapi pengen banget aku yg jemput mereka sekolah, saat mereka lunch antar nasi anget kesekolahnya, dan liburan kapan mereka mau tanpa harus menunggu cuti disetujui…
Ya Allah apa yang aku cari selama ini, gaji besar? Iya aku butuh untuk menghidupi semua keluargaku karena aku ngga terbiasa minta ini itu ke suami
Jabatan? Posisi idaman kt orang dan sulit untuk sampai ke posisi ini, mau makan jabatan emangnya? Sampe kapan?..

“Kan ada Oriflame vaaaa ngapain bingung sih kejar bonusnya bisa kok sama dengan gaji dikantor dulu”

Yessss kapan lagi aku bahagiakan keluargaku pakai hasil perjuanganku di oriflame…

2 januari 2015 aku efektiv bukan karyawan diperusahaan ini lagi yiayyy, dan in shaa allah berdua dengan adik buka perusahaan kontraktor kecil2an dan perusahaan travel krn hobiku jalan2 hihihi mohon doanya yaa manteman izin usaha dll sudah running penyelesaian
Jangan pernah takut membuat keputusan besar kalau hasilnya mau besar sebesar harapan kita, jadilah pejuang impian keluarga….

Bismillah siap jadi Diamond 2015

Love
-epapuli-

Target Retailku vs Target Oriflameku – by Windri Nurwasilawati

By Windri Nurwasilawati

Akhir-akhir ini aku banyak sekali dapet bbm atau inbox dari temen2 yg menanyakan soal lowongan kerja atau sekedar untuk jadi staff casual di bazar tempatku bekerja. Katanya sih kena PHK karena tutup toko atau habis kontrak.

Iseng2 aku tawarin oriflame.. hampir stiap teman yg mendengarkan aku menawarkan peluang itu mereka tertawa dan pasti pake embel2 gak bisa.. gak pintar dan gak punya modal.

keingetan sama temen yg pernah aku tanya kenapa gak lanjutin oriflamenya jawabanya adalah
“gak bisa ngejar targetnya”
Mungkin dia belom pernah jadi SPG kali ya.. jadi gak tau tuh rasanya kerja dikasih beban target puluhan jeti.. aku sih kenyang banget. Huhuhu…

Ini sih pengalaman aku pribadi dan sama sekali gak melebih2kan.
Aku adalah seorang karyawan tetap di sebuah perusahaan asing salah satu suplier brand2 ternama di bidang retail.
Jabatanku keliatannya keren..hahahah..
Aku seorang PIC/SPV area untuk JAWA BARAT. Gila yah keren beudd.. hahahah kesannya pinter banget gitu ampe smua cabang JAWA BARAT aku pegang.
Padahalmah ini udah bakat.. (bakating ku butuh) kalo gak butuh sih ogah banget mikirin kerjaan yg semena2. Hehehe..

SEMENA-MENA.Iya..Kata2 ini aku temukan dan rasakan setelah aku nyemplung di bisnis keren ORIFLAME. Kenapa? Karena aku bisa membandingkan bebannya..
Di seluruh cabang yg aku pegang itu total Targetnya adalah kurang lebih
Rp. 350.000.000 perbulannya dan itu hitungan Nett sales ya.. jadi kalo gross atau harga jualnya di tambah 1.1% lagi. Jadi sekitar…..?
Ya segitu deh yaa.. lebih banyak deh intinya.
Kalo di ORIFLAME aku punya target segitu udah level berapa ya???
Untuk jadi Senior manager aja itu CUMA butuh 10.000 bp setara dengan 60 juta.
Jadi kalo aku tiap bulan punya target 350 juta.
Di ORIFLAME udah jadi Director donk!!!!!!
Wooooww…..!!@_@

Gak percaya?mari berhitung!
Target Retail windri =350.000.000/bulan
SM di Oriflame = 10.000 bp
100 bp = Rp 600.000
1bp = 6000

10.000×Rp 6000 = Rp 60.000.000
Target retail :SM oriflame
350.000.0000 : 60.000.000 = 5.833
(dibulatkan jadi 6)

Artinya apaa? Target aku di retail itu adalah target 6 kali jadi Senior manager di oriflame dan kualifikasi director! Bonusnya 5 s.d 7 juta dan dapat cash award 7 juta!!! Amazingggggg…..

Oh ya.. bicara soal salary yah.. dengan jabatan aku yg notabene wara wiri kesana kemari dan pegang 10 cabang plus sistem yg berbeda. Karena beda depstore beda sistem plus beda promo juga.
Jadi lumayan bikin sakit kepala ampe vertigo..GAJI aku pun gak nyampe 5 jutaan. SEDIHHHH gakkk???
Hahaha…
Dan insentif ato bonusnya itu imuutt banget..kaga cukup deh buat beli pulsa! 73rebuuu ajaaa cyinnn….
Dan suamipun berkomentar sedikit ngebully
“insentif segitu mah aku juga bisa ngasih gak perlu kerja di aku mah” @_@ :p

Itulah alesannya kenapa aku seringkali aneh sama yg menutup mata dengan bisnis oriflame.
Aku aja malah pengen resign. Karena merasa pekerjaanku gak setara dengan apa yg diberikan perusahaan.
Aku salut sama Oriflame. Perusahaan asing yg berani membayar mahal utk setiap consultannya.
Jadi gak ada alasan deh buat aku mundur dari ORIFLAME.
Gak ada alasan menolak bekerja di perusahaan se Bonafit ORIFLAME.
Dan aku gak akan berhenti sampai smua target hidupku tercapai.. (bukan target perusahaan ^_^)

Semangat Pagi!!!
GO Senior Manager..
GO DIRECTOR!

_Windri Nurwasilawati_

Melakukan Pekerjaan Dengan Cinta – by Ika Wardany

By Ika Wardany

Assalamualaikum

Kebangun jam 02.35 dini hari itu rasanya sesuatu alhamdulillah banget.
Jadi inget sama kewajiban sunnah,jadi bisa lebih mikirin banyak ide lagi untuk kerjaan oriflame dan jadi banyak mendengar hal diluar sana yg mungkin kalo sudah pagi hari/ siang hari sudah tidak terdengar karena tertutup dengan kebisingan aktifitas lain.

Ada bunyi klakson kereta api atau apalah itu namanya saya lupa *tolong dimaafkan.xixi* jam segini.
Entah kenapa langsung mikir, ya Allah jasanya para masinis, pilot,supir bus,supir kapal itu luar biasa yah.
Mau,rela dan ikhlas nganter para penumpangnya jam berapapun sesuai jadwal yg memang harus dia antar.
Harus ninggalin keluarga dimalam hari bahkan mungkin saat hari raya.
Pernah kah mereka mengeluh, mungkin.
Tapi intinya mereka tetap berusaha,berjuang melawan kantuk,melawan rindu dengan keluarga,melawan dinginnya malam bahkan mungkin melawan rasa takut mereka karena terkadang harus mendapatkan jam kerja dimalam dan dini hari seperti saat ini.
Kenapa sih mereka mau seperti ini? Yah pastinya karena mereka mau mencari nafkah untuk keluarganya,mendapatkan gaji dan mereka mau hidup mereka dan keluarga terus berjalan lebih baik lagi dan pastinya karena cinta.

Bisa dilihat kan banyak orang diluar sana yg memiliki pekerjaan dengan tantangan yg jauh lebih dahsyat dari yg kita kerjakan dan korbankan untuk bisa sukses dioriflame.

Apa mereka bisa nolak jam kerja mereka di malam/dini hari? Bisa. Dengan konsekuensi diberhentikan pastinya yah. Dan mereka tidak melakukan itu karena mereka sadar itu sudah menjadi pekerjaan,dan tanggung jawab mereka. Sengantuk apapun,sekangen apapun dengan keluarga mereka tetap bekerja dengan baik dan profesional.

Nah gimana dengan kalian dioriflame?
Baru ngerjain oriflame belum ada 1bulan sudah mundur karena ditolak orang? Ditolaknya juga hanya via online.gak perlu jalan nemuin orangnya,gak perlu ada diluar rumah malem bahkan dini hari,gak perlu sampe nahan rindu sama keluarga seperti pak masinis ,pilot dan lainnya diatas.

Mundur dan marah-marah karena stock kosong atau barang telat dateng?
Sedangkan masih banyak barang yg lain, dan orang/pekerja gudang dan pengiriman dioriflame jg manusia.yg terkadang mungkin mereka sedikit lelah atau kadang mungkin mereka kena macet dijalan. Gak bisa kah sedikit mentoleransi hal-hal itu?
Memang selama hidup dunia anda tidak pernah yg namanya telat janjian sama orang/ telat dateng kesekolah/ kekantor karena macet atau karena hal lain?
Tidak kah teman,sekolah dan kantor anda mentoleransi anda? ;)

Masalah, rintangan, hal yg tidak disukai dan membuat tidak nyaman itu pasti akan anda temui kok tidak hanya dioriflame.
Hanya gimana anda mau memilih untuk berfikir positive menghadapinya atau sebaliknya.
Kalo sukses anda tidak pakai proses pait itu biografi atau cerita perjalanan kesuksesan anda nanti nya jadi gak seru loh :p .

Ya segitu aja sih catatan dari saya..
Intinya sih saya cuma kagum aja dengan apa yg telah dikerjakan oleh seorang masinis ,pilot dan lainnya lah.
Dan pengen gitu punya downline yg seperti mereka.yg bisa ngerjain oriflame dengan profesional. Gak bentar-bentar ngeluh ini itu.. Yg kuat dengan segala macem persoalan yg dateng. Dan yg gak pernah mikir untuk mundur karena disinilah pekerjaan yg dikerjakan dengan cinta, tempatnya mewujudkan impian dan merasakan hidup yg jauh lebih baik lagi.
ya doain aja yah semua downline saya sekarang seperti itu, kalo belum ada yg seperti itu tolong bantu didoain saya bisa mendapatkan downline-downline seperti itu.. Xixixiii amiiiin yg kenceng pake toa..

Makasih buat yg udah baca ,maaaf kalo ada kata yg salah dan menyinggung.gak bermaksud menyinggung siapapun kok.

Lakukan pekerjaan mu dengan cinta..
Karena cinta dapat membuat semua yg gak enak menjadi indah :)
Wassalam,
Regards,

Ika wardany
Director yg lagi berjuang pake turbo untuk bisa cepet jadi GOLD DIRECTOR.amin kan yah ;)

Sedikit catatan 3 tahun bersama Oriflame – by Suciana Permata Prayitno

By Suciana Permata Prayitno

Ga berasa hari ini (22 Mei 2014) sudah 3 tahun aku mengerjakan Oriflame. Memulai dan merintis bisnis baru, bisnis MLM yang menjadi alergi bagi sebagian orang tapi tidak bagi saya. Oriflame ini beneran ada produknya, jelas sifat kepemilikannya yaitu jual-beli maka saya akan jalani.

Sama seperti alasan sebagian orang yang katanya ga ada bakat ngomong, ga ada bakat MLM-an, takut ditipu lah dan lain-lain. Itu semua sirna setelah saya nyebur langsung ke dalamnya.

Ya memang ga perlu punya bakat apa-apa kecuali punya faktor kepepet. Mau sukses di Oriflame itu tidak ada syarat yang memberatkan cukup MAU belajar dari yang sudah sukses duluan.

Belajar, belajar dan belajar, semuanya bisa dipelajari, ilmunya bertebaran dan mentornya siap membantu 24 jam.

Di sini saya belajar bahwa merintis bisnis, apapun itu bentuk bisnisnya tidak pernah ada yang mudah. Tapi saya juga belajar, bisnis ini akhirnya bukan hanya memberikan saya perubahan lebih baik secara materi tapi juga secara hati dan spiritual.

Saya menjadi kuat karena penolakan yang datang bukan dari hanya adari orang lain tapi juga orang terdekat, keluarga, ditinggalin teman dekat ya udah ikhlas ajah. Tapi akhirnya saat ini saya malah digantikan oleh ribuan teman baru yang positif dan memaksa saya untuk terus berkembang.

Segala perubahan perilaku, sabar, tahan banting, kadang harus bisa jadi psikolog, jadi orang yang paling sabar di dunia, tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sampai cara membuat event yang didatangi ribuan orang, semuanya aku pelajari dengan gratis disini.

Sama lah seperti para pemula lainnya saya juga pernah bingung, pernah bengong saat pertama kali dijelasin. Tapi saya ga lama-lama berada di zona ga ngerti. Saya cepat bergerak, cepat mencari tau dan cepat mengerjakannya. Dalam sebulan bonus saya 400ribu lalu di bulan ke 5 naik jadi 5,4juta, namanya bisnis pasti ada naik turunnya, sempet stuck di tahun 2012an,membenahi diri, membenahi cara kerja lalu berani kepepet mencicil mobil dibulan April 2013 dengan bonus saat itu 9jutaan, dan hanya dalam tempo 1 tahunyaitu Mei 2014 bonusnya melonjak drastis jadi 30jutaan/bulan. Eits ini belum termasuk 4 Cash Award yang sudah mendarat dengan mulus dan disalurkan untuk menjadi manfaat yang besarnya yaitu 7juta, 14 juta, 21juta, dan 28juta.

Belum lagi rentetan Reward yang sekarang sedang saya nantikan. Dalam 3 bulan ke depan akan ada CRV gratis yang diantar ke rumah, akan ada juga Cash Award 42 juta yang bakalan ditransfer, ada bonus bulanan yang besarnya seperti angka di atas, dan liburan gratis setiap 6 bulan sekali yang udah ketauan jelas tujuannya aja nih yah September 2014 ke Eropa tepatnya Spanyol, Italia, Prancis. Lalu Agustus 2015 ke London.

Sebandingkah 3 tahun kerja keras saya dengan Reward yang luar biasa itu ? Sekarang coba diingat-ingat, jika yang kalian lakukan setiap hari hanya mengeluh, percuma. Karena keluhan hanya akan menjadi beban berat setiap harinya.

Yang harus dilakukan adalah mengambil tindakan. Udah syukurloh saat ini mah jalanin Oriflame enak, 90% online memanfaatkan gadget ditangan dan facebook. Jaman aku 1 tahun pertama ngerjain Oriflame itu semuanya serba offline, mondar mandir kesana kemari gembol anak, belom lagi kadang keujanan, keanginan. Ya udahlah sakitnya, perihnya, capeknya itu kan cuma sebentar..

Bener-bener bisnis percepatan itu saya rasakan di sini. Inget yaaa DIKERJAKAN pake usaha, pake capek,pake keringat, pake air mata, pake perjuangan, pake pengorbanan tapi tidak pake MENGELUH.

Betul kata mentor saya bilang, sekarang udah bukan waktunya lagi bertanya duhhh kapan gue kaya elo Ci, tapi buruan ambil bagian, buruan contek cara kerja saya, buruan bergaul dengan orang-orang yang memaksa kamu sukses.

Dan heyyyyy berita baiknya adalah bukan saya sendirian yang merasakan perubahan, ada banyak puluhan dan ratusan tim saya yang punya penghasilan antara 100ribu sampai 10 juta rupiah setiap bulannya, ada banyak downline saya yang sudah resign dan sekarang fokus bekerja dari rumah, ada banyak downline saya yang impiannya sudah terwujud dari mulai bisa beli gadget sendiri sampe beli mobil sendiri.

Bahagia rasanya, dari yang tadinya sendiri sekarang ramai-ramai. Tadinya mencari inspirasi, sekarang bisa menjadi inspirasi untuk yang lain. Percayalah saat Anda berkata BISA, maka tidak akan ada yang menghalangi karena hambatan terbesar itu sesungguhnya datang dari dalam diri sendiri. Semua orang BISA sukses di Oriflame, asal tidak berhenti!

Oriflame adalah salah satu hal terindah yang terjadi dalam hidup saya dan saya sangat bersyukur bisa mengenal perusahaan besar ini. Jadilah manusia hebat dalam sikap yang sederhana.

Suci,
Sapphire Director yang sedang kualifikasi Diamond Director
www.sucipermata.com

SeSimple dan Semudah Ini Kok Ngerjain Bisnis Oriflame – by Eva Pitna

By Eva Pitna

Prospek: Mbak, gimana cara kerjanya Oriflame? Kayaknya saya gak bakat deh..

Saya: mbak X makanan favorit apa?

Prospek: Loh apa hubungannya mbak? Bakso mbak, saya suka banget bakso.

Saya: ok. Kalau ada bakso enak banget terus kira2 mbak akan cerita gak ke temen2 mbak? Mbak ceritanya gimana?

Prospek: Iya saya biasanya kasih tau kalau ada bakso enak ke keluarga dan temen2 saya. Kasih taunya ya paling, eh disana ada bakso enak loh, udah pernah nyoba belum?

Saya: ok, kalau gitu mbak cocok dan ada bakat ikut Oriflame. Di Oriflame kami juga begitu mbak. Kita coba pakai produknya, lalu kita sharing tentang manfaat dan keunggulan produk ke temen2 dan keluarga. Lalu kalau ada yang tertarik mau coba juga, kita dikasih keuntungan langsung dari Oriflame 30% per produk. Semakin banyak yang mau nyoba, tentu semakin banyak Oriflame kasih keuntungan buat kita kan? Kalau ada yang mau dapat keuntungan juga, ajak untuk jadi tim mbak, maka kesempatan dapat keuntungannya semakin banyak lagi..

Kalau mbak bilang warung bakso disana enak, mbak dikasih keuntungan 30% atau satu mangkok gratis gak kira2?

Prospek: gak sih mbak hehehehe

Saya: Mbak X ngantor atau IRT kayak saya?

Prospek: Ngantor mbak..

Saya: kalau kantornya baik, gajinya besar, suka kasih hadiah, dikasih liburan ke luar negeri gratis, dapat fasilitas mobil, bosnya baik-baik. Kira-kira mbak akan cerita ke temen-temen dengan bangga gak? Terus kalau ada lowongan mau gak ajak kelurga dan teman-teman kerja di tempat mbak kerja sekarang?

Prospek: iya dong mbak, pasti saya cerita bangganya saya punya bos baik, gaji besar, dll.

Saya: nah begitu juga kami mbak. Karena perusahaan Oriflame baik banget, kasih gaji dan liburan + hadiah mobil mewah, maka kami dengan bangga akan cerita ke keluarga dan teman-teman dan ajak mereka untuk ikut ngerasain yang enak-enak kayak kami.

Begitulah cara kerjanya Oriflame: pakai-sharing-ajak pakai dan sharing . Intinya mah cerita…cerita dengan happy dan senang dan bangga kalau jadi konsultan Oriflame.. sama seperti mbak merekomendasikan makanan bakso favorit mbak dan kalau mbak cerita tentang perusahaan tempat mbak kerja dengan bos-bos baik dan fasilitas yang keren.

Sesimple dan semudah ini loh jalanin Oriflame . Sudah biasa kita lakukan sehari2 kan?(EP)

Selamat praktek ya.. :)
-EvaPitna-

Saya Jatuh Cinta dengan Oriflame, Story Of My Life – by Gilang Prayoga Ali

By Gilang Prayoga Ali

Haloo
Semangat pagi :)

1948140_10200670975335523_4153686703226295069_n

Udah lama banget di tulis Testimoni ini. untuk sharing ke anak-anak sendiri :) hehehehe sekarang udah mau rilis untuk umum deh. bukan hal sempurna tapi hanya ingin berbagi ambil aja yang positifnya :) semoga bermanfaat

Perkenalkan saya Gilang Prayoga Ali. Saat ini di Oriflame SBN sudah mencapai level Senior Manager dan sementara Kualifikasi ke Director. Doakan yaa 3 bulan lagi.
artinya saya harus mencetak banyak leader baru diantara semua teman-teman di team saya

Umur 23 tahun, masih single juga kok, hahahha gak ada maksud promo yang lain yah. Mau jujur-jujuran dan apa adanya aja.
Nah saya akan menceritakan tentang kisah Saya dan Oriflame, bagaimana ketemuan, sampe jadian dan jatuh cinta setiap hari.
Oke yukk mari kita lihat seberapa jatuh cintanya saya dengan Oriflame. Semoga gak bosen yaa, dan bisa di ambil beberapa pengalaman kecil.

10255433_10200670984295747_4764678554364477410_n

- Pandangan Pertama -

Merunut kebelakang, pasti banyak yang bertanya gimana aku sampai “kecentok” sama Oriflame. maaf yaa Mbak Palupi, aku pinjam istilahnya.
Di tahun 2012 saya adalah mahasiswa penggalau, heheee. mahasiswa semester akhir yang lagi butuh uang banyak untuk biaya kuliah. Saya berada di jurusan Biologi F.MIPA di Universitas Negeri Gorontalo, Jauh kan yaaa….
Jurusan biologi sudah memang dikenal akan jadwal padat karena selalu ketambahan jam praktek dan lab. Belum lagi untuk kerja lapangan. Hrus melakukan penelitian dll. Ditambah si dosen yg super killer.tapi untunglah saya di semester akhir saat itu di bulan juli 2012 sudah menyelesaikan semua SKS yang ngejelimet. Tinggalah saya mengurus Penelitian dan Skripsi.
Dengan menggunakan waktu luang, dan ingin menambah uang saku dan bantu orang tua untuk biayai Penelitian dan studi akhir maka aku ikut beberapa kontes dan peragaan busana, lumayan lah dapat 50-100an ribu sekali show atau potret. Dan sempat ikut juga ajang pemilihan NOU & UTI Gorontalo. Kalau di Jakarta seperti Pemilihan Abang None gitu deh. Serasa masih belum cukup, aku mencari kerja dan melamar di sebuah Hotel Sederhana di sekitaran Kampus, mengingat biar aku bias ready sewaktu-waktu bias dihubungi Dosen.
Alhamdulillah saya di terima sebagai receptionist. Di gaji sebesar Rp. 700.000. sudah bersyukur banget deh saat itu. Dibanding yg 50-100ribuan. Alhamdulillah. Aku jalani dalam beberapa bulan. Sudah serasa nyaman banget.
Disisi lain, aku ngontrak rumah di Gorontalo bareng teman-teman kita patungan. Yaa ak kan tinggalnya di Kotamobagu – Sulawesi Utara. 8 jam jarak ke Gorontalo.
di rumah kontrakan sudah sering teman-teman cewek bawa –bawa catalog Oriflame, mereka beli ini itu, paling biasanya mereka bahas krim-krim sama lipstick. jualan lewat catalog juga. Yaa aku sih awalnya gak pusingin, di abaikan aja, ngapain, urusan cewek-cewek ini yaa.
Yah… nakal nya aku dulu, pinjem catalog mereka dan sambil liat-liat terus “ketawain”, ihhh ini lipstick doing kok harganya segini? Ini sabun batang serius harganya segini?
Ada tester parfum di catalog aku gosok sampai sobek, astagfirulloh. Aku di tawarin beli produk cowok ya nolak, secara kantong gajian aku gak cukup beli, haduh mending beli Li*ebu*y aja.
Itulah kali pertama saya ketemu dengan Oriflame. Saya mengabaikannya.

10171806_10200670988535853_174950000570070080_n

-Di Tembak-

Sama sekali gak ada niat di awal bagi saya untuk join di Oriflame. Sampai ketika seorang teman cewek, sebut saja namanya Dhina Lusia. Yang tak lain baru saja di prospek oleh Director tercinta aku, Mbak Rere Arfianta. Dhina ketemu mbak rere di Fanpagenya yaa lewat facebook. Karena saat itu dina memang lagi mencari bisnis rumahan.
Setelah tau kerjanya apa, Di satu malam dhina dengan beraninya nyeletuk ke Aku, “Gilang, ada sesuatu yg mau saya omongin”, setelah itu dia berllau pergi. Ahh nih anak bikin penasaran aja. Sampe besok-besok aku nagih tanyain. Mau ngomong apaan. Dan terjadilah perbincangan yang mnentukan sampai sat ini.
Dengan percaya diri, Dhina pun mengeluarkan senjata hebatnya. Katalog, Flyer2 SBN. Dan Starterkit miliknya. Mulai di jelasin satu-satu. Dan reaksi spontan aku saat itu adlah, MENOLAK, big NO!.
Udah ahhh, gak mau apaan sih ini. Ckckc.
Tapi, perhatian saya mulai gusar saat melihat flyer SBN khusus deretan Cowok-cowoknya. Saat itu ada fotonya Mas Heru Dianika dan cowok-cowok lainny abersama testimony mereka.
Ohh yaa, emang Oriflame seberapa besar sih? Dhina pun masih tetap menjelaskan dengan semua tools yang ada.
Ctring!!
Aku baru sadar, aku butuh UANG. Kenapa tidak daftar aja. Apasih arti Rp 39.900 (pendafaran saat itu) dari gaji Hotel 700 ribu. Okeh dina, aku JOIN!
tapi….. (dasar yaa cowok banyak tapinya saya waktu itu), tunggu aku gajian dulu yaa di taggal 2.
Dina dengan sabarnya pun menunggu sampai di tanggal itu.
Akhirnya saya terdaftar dan lansung proses semuanya dan starterkit dating.
Aku di kasih 5 katalog oleh Dhina. Dan langsung di pandu di FB. Saat itu aku belum punya laptop, belum punya Hape keren. Hape aku aku beli sendiri dari gaji Hotel, Hape Cina, MITO dengan harga 300ribuan.
Apapun itu aku dipandu langsung oleh Dhina di laptopnya. Kenalan sama mbak rere.
Truss, apakah aku langsung action? Apakah langsung branding2 di FB?
ENGGAK!
Saya memang paling banyak TAPInya saat itu. Astagfrirulloh.
Hingga order awal hanya bias mengumpulkan 32 BP pribadi saja, dan tentu saja program WP hangus semua.

1508643_10200670990855911_4694809445882391687_n

- Mulai Menyesuaikan Diri -

Sedih sih karena gak Lolos WP1 dan WP2 dan 3 pun hangus. Tapi setelah sadar akan mimpi dan tujuan. Saya mulai bergerak dan bergerak. Sudah mulai merekrut teman-teman kuliah. Terutama teman dekat. Berhasil aku merekrut 3 orang teman aku. Dan Dhina memberi aku 1 spillover.
Bulan Agustus mulai aku jalani Oriflame dengan baik, aku sudah mulai Bisa TUPO 100 BP lebih. Karena teman-teman sudah banyak yang order-order. Dan menyisihkan gaji hotel untuk beli perlengkapan sendiri dimulai dari sabun.
Sejak itu ada waktu lowong selalu aku sempatkan ke warnet tiap jam 7 malam sampai jam 9 atau 10. Hanya buat buka facebook dan V3 serta terus belajar dan berkomunikasi dengan para upline. Ikut OTNM dll,
Modal harian aku adalah 5000 rupiah untuk pasang paket warnet 2 jam. Sudah cukup buat aku belajar.
Dan tak pelak dari itu level consultant sudah berhasil aku raih. Level 3%, 6% hingga 9% akhirnya saya raih dalam tingkatan tiap bulan makin semangat kejar dan kerjainnya.

1380299_10200670991895937_2190197342221919136_n

- Mulai jatuh Cinta -

Dengan naik level ke level setiap bulan aku udah bias rasain gimana ENAKnya jika di seriusin, bagaimana jika dikembangkan lagi. Dulu, aku di buat Mupeng sama Dirsem di Bali 2013. Level Senior Manager merupakan target Utama yang harus aku tuju. Mulai bekerja dengan team. Sambil urusin roposal dan hasil penelitian kampus sambil bawa-bawa catalog. Sambil bawa contoh produk ke teman-teman baru.
Sudah menanamkan niat saat itu AKU BISA!
Maka terciptalah Dream Board yang udah aku set. Setting selama 5 tahun kedepan. Mau jadi apa dan mau ngapain aja.
Impain awal aku saat itu adalah, target bisa capai level Senior Manager di desember 2012. Agar bisa mengikuti Dirsem di Bali 2013 Februari. Dan Bisa Menyelesaikan Skripsi serta wisuda di Februari juga.
Dan akhirnya action aku makin mantap di bulan Oktober 2012. Dengan melakukan event Booth di lapangan olahraga di Gorontalo, Lapangan taruna Namanya. Kami bisa dapat banyak Prospekan. Kalau sekarang mungkin dikenal dengan Booth Prospecting Day.
Tembus juga saya di Level Manager saat itu. Senang banget. Akhirnya aku sudah bukan Level “miskin” lagi. Sudah punya tanggung jawab penuh. Yaaa Manager. Tapi saying, saya sempat berinvestasi dengan baik. Masih saja belum beli gadget yang bisa buat online, belum ada laptop untuk mendukung kerja online.
Tak mengapa, kadang saat shift malam di hotel aku sambil pinjam laptop teman untuk di pake semalaman dan gunakan wifi hotel Alhamdulillah. Sudah bisa belajar dan belajar. Sekalgus buat hasil laporan penelitian kampus.
Saya tau energi saya terkuras, tapi demi impian saya apa sih yang tidak saya lakukan. Saya sudah YAKIN Oriflame adalah jembatan menuju kesana.

10153746_10200670994055991_2513907722591792129_n

- Dilema, Memilih cinta yang lain -
Memang benar, semakin tinggi pohon kelapa semakin besar juga angin yang meniup.
Dan tibalah saya di tengah-tengah perjuangan. Downline-downline terbaik aku sebelumnya yang sudah aku anggap coreteam dan mereka adalah teman sendiri sudah mulai memundurkan diri dengan teratur dengan perlahan dan baik sekali. Yaa, karena kita dihadapkan pada deadline skripsi. Sempat ada masalah dengan hasil penelitian yang membuat kami was-was serta uring-uringan. Lakukan bimbingan dengan dosen pembimbing begitu banyak perjuangan.
Dan….. kami pun mulai membagi prioritas, action oriflamme pun berkurang.
Sempat membuat Janji ke diri sendiri. O iya deh. Mungkin dalam sebulan ini harus memilih selesaikan Skripsi dulu, sehabis itu mulai kerjain lagi Oriflamenya.
Sungguh pilihan yang berat saya saat itu, bagaimana dengan dreamboard yang sudah saya buat?
Wisuda pun selesai, semuanya sudah selesai.Sebuah Gelar Sarjana Pendidikan Biologi menempel di Akhir Nama Saya. Saatnya saya pulang ke Kotamobagu dan Tinggalkan Gorontalo.
Hey! Bagaimana dengan Oriflamenya lagi?
Seperti kehilangan nyawa, selama aku Off dan gak melakukan action, ternyata sebagian besar donlen aku Menduplikasi juga. Mereka juga off. Ya Alloh saya mencontohkan hal tak baik kemereka.
Lantas saya sudah menyerah dengan kegagalan.
Berbulan-bulan di Kotamobagu bersama Keluarga mendorong aku utnuk melamar kerja, honor di bebrapa sekolah untuk mengajar, sempat melamar ke Bank Juga, karena untuk pengangkatan CPNS belum ada saat itu.
Akhirnya saya di terima di 2 sekolah untuk mengajar. Alhamdulillah sudah bisa mendapatkan pekerjaan lagi. Sudah mulai menyesuaikan diri dnegan pekerjaan baru.
Oh what?
Seberapa Besar pendapatan Honor? Tapi saya rela dulu lah.
10174861_10200670995656031_8091002776049250909_n

*CLBK – Cinta Lama Bersemi Kembali

Aku yang masih tetap pantau FB dan Twitter selalu update status dengan aktivitas baru. Walau begitu kabar-kabar tentang Oriflame aku lewatkan begitu saja.
Tibalah dimana sebuah DM Twitter masuk. Dan itu dari Orang yang saya kenal. Saat itu Juli 2013.
Dengan usaha beliau aku di “gangguin” di FB dan twitter, hehehee. Iyalah, aku di ingatkan lagi sama DreamBoard dan mimpi-mimpi aku yang pernah aku buat setelah bergabung. Aku di ingatkan lagi dengan tujuan aku gabung dulu, di ingatkan lagi dengan dreamBoard yang udah aku buat. Di ingatkan lagi dengan impian yang ingin aku raih dulu.
Iya, ini bisnis saya, ini bisnis untuk keluarga saya, kalau saya berhenti saya pun tak akan mendapatkan apa-apa.
Setelah di follow up aku hanya bilang “iya mbak rere, iyaa”. Hanyalah sebuah kata-kata kosong tanpa ada realisasi dan action. Lantas itu membuat emak Rere patah semangat? Gak! Gak sama sekali.
Aku dibimbing lagi setiap hari. Dan di bulan Juli kalo gak salah waktu itu saat Bulan Puasa. Aku mulai menginvestasikan Diri dengan Katalog, mulai beraksi di facebook, mulai membuat daftar nama teman-teman, mulai Branding diri, aku belajar, bertanya ini itu, aku tau dulu aku berhenti karena gak tau apa-apa. Maka aku harus berubah.
Dan…….. ya! Aku MAU ACTION LAGI.
Berhari-hari dan minggu mulai perbaiki diri dan persiapkan semuanya dari nol lagi. Apa saya langsung action di hari itu juga?
ENGGAK!
Selalu masih ada kata TAPI-nya. Yang membuat saya selalu stuck. Jadi yaa teman-teman hilangkan kata TAPI-nya yuk, jangan seperti aku yang dulu
Alhamdulillah saat itu Mamah punya Rejeki dan bisa membelikan aku sebuah HP Nokia Asha 202. Googling ajah, itu hape biasa dan ini yang masih aku pegang samapai sekarang. Udah bisa online lewat HP, udah sering buka FB dan twitter. Walau super loading tapi harus belajar lagi. Aku gak mau gagal lagi.
aku diajarkan satu persatu bagaimana memulai dengan tools-tools yang baru di SBN. Sudah mulai menngerti tak sepeti dulu yang actionnya masih kurang.
Karena aku mau belajar lagi, mau meulai lagi, Rumus aku saat itu adalah KEPO dan GANGGU.
Sellau kepoin status2 para upline, gangguin mereka di chat Tanya ini itu, ahhh biarin itu udah tanggung jawab upline kok. Orang yang sering aku gangguin tiap hari siapa lagi kalau bukan si emak Rere. Dan Mbak Sotya Juga mulai memberanikan diri ahh gak mau tau, aku harus naik level.
Setiap hari selalu gangguin mereka dan Alhamdulillah ilmu-ilmu baru sudah saya kuasasi, sudah mulai bisa branding, sudah mulai bisa merekrut online.
1972335_10200671006856311_8561547610065508294_n
- Jatuh Cinta Kedua kalinya -Agustus 2013 saya sudah mantap
Mulai bangun dari kegagalan dan sudah begitu semangat untuk minimal kembali ke level Manager yang sudah hilang itu. LEMPENG, yang selalu Mbak Sotya Bilang. Jalan lurus aja. Pasti BISA!
Alloh itu memang adil ya. Dan selalu merestui jika ada niat baik. Jika ada cita-cita tulus. Ketika saat saya bersemangat, Alhamdulillah Rezeki nambah lagi. Dan sudah Bisa Beli Laptop yang saat ini saya pakai dan menjadi partner saya.
Respon semakin lebih cepat, action makin lebih cepat. Karena sebelumnya berdoa dan berjanji jika memilki laptop yang akan saya beli dengan bonus SM nanti untuk untuk di gunakan sebagai ladang Bisnis dengan Optimal. Eh tapi Alloh menghadirkannya lebih cepat. Sungguh sangat bersyukur saat itu.
Seperti sejarah terulang dalam setahun yang lalu. Oktober 2013 saya kembali menjadi Manager 12% Alhamdulillah. Modal rekrut yang banyak lewat facebook dan branding-branding juga tentunya. Sudah bisa memandu downline secara mandiri, sudah bisa bekerja mandiri untuk hal-hal kecil walau tetap masih merengek sama si Emak Director. Hehehhe
Saya tau, energi saya setahun lalu harus dikembalikan lagi. Dan, November 2013 akhirnya level 15% Berhasil diraih. Seneng banget…. Manager 12% yang stuck selama setahun lebih itu akhirnya pecah juga. Orang yang paling berjasa siapa lagi kalau Bukan Mbak Rere yang selalu mau aku ganggun dan bantu aku. Walau belum pernah ketemu sama sekali.
Bangun lagi memang gak mudah, tapi aku tau mimpi aku diawal bisnis seperti apa. Demi orang tua, demi Abah dan Mamah. Mulai aku jalanin sesuai panduan emak Rere dan dari yang aku pelajari.
Level Manager 12% akhirnya sudah aku kantongi kembali, bonusnya udah hamper sejuta Alhmadulillah. Saat itu di bulan Agustus. Dan terus lakukan bisnisnya setiap hari. Mulai memantaskan diri, aku yakin yang bekerja yang dapat hal lebih. Di Bulan November 2013 akhirnya naik lagi level menjadi Manager 15%. Dengan team-team baru dan menemukan Coreteam seperti teman-teman saat ini
10153878_10200671008896362_8322119074158910686_n
1011111_10200671022656706_5484623092502451365_n
- Dream Come true! -Ahhh… dengan pecahnya level 15% itu, lantas membuat saya puas? Tidak… itu adalah awal saya untuk menapaki lagi success plan Oriflame yang sempat tertunda.
Setiap BPS sudah menetukan TARGET. Aku sadar, salah satu tujuan aku adalah ingin ikut Dirsem Jogja 2014 yang sudah ramai dibicarakan itu. Maka aku harus Senior manager sekurang-kurangnya Bulan desember di kualifikasi terakhir. Wauw! Tinggal sebulan ternyata.
Mulai lagi kencengin actionnya, makin terus memantaskan diri, menemukan lebih banyak coreteam dan blesshh!!! Aku membuat target untuk lompat level di Desember. Dari 15% langsung deh Senior Manager tanpa menapaki level 18%
Bersyukur banget kali itu dapat bonus 3 kali peningkatannya. Plus mengikuti Cash Bonus Program.
Saat itu di akhir pergantian bulan dan pergantian tahun Papan Recognisi yang aku impikan dirilis dan mulai dikenal oleh banyak SBNers. Banyak yang memmberi apresiasi dan ucapan selamat. Aku baru sadar, ini lebih berharga dibanding Bonus bulanan, yaitu KAMU DIHARGAI LEBIH dan lebih lagi atas setiap pencapaian di Oriflame.
Bagian Management akhirnya mengirimkan Tiket dan Formulir Dirsem di email aku dan pesan di hapeku.
Sungguh senang rasanya, ada rasa Haru, bangga kepada upline, bangga kepada team GEMILANG.
Dan….. director Seminar Jogja pun akhirnya bias saya datangi. Sayangnya belum bias membawa 1 downline pun.
Bertemu dengan banyak leader-leader hebat di Oriflame. Bertemu dengan Founder SBN, Mbak Sotya dan Mbak Ilna. Ketemu dengan yang mengundang saya sekarang Mbak Syarifah Khalida. Dan semua leader SBN yang awalnya Cuma saya lihat di facebook.
Sekarang, sudah banyak mengenal Gilang, Alhamdulillah, dulu sempat mikir…. Ini status-status seperti Mbak Ilna kok banyakk banget yang Like, banyak banget yang Share, kenapa aku tidak?
Saya BISA! Dan.. Alhamdulillah semua itu mulai terjadi.
KAMU juga BISA!
1422464_10200671024616755_1687131088722074709_n
Jatuh Cinta Setiap Hari dan Selamanya
Sama seperti pacaran cinta selalu tumbuh, cinta juga kadang runtuh. Tapi jika sudah menemukan tujuan dan impian bersama cinta pasti akan abadi
Sudahkah kita mencintai bisnis kita? Sudahkah kita tau impian murni kita dibisnis ini?
TEMUKAN impian kamu dan jadikan itu alas an kamu mencintai ORIFLAME
Seperti saya, sudah mencintai sseorang wanita yang bernama : Aura Flama

Semoga Ini menjadi Sharing sedikit tapi bermakna bagi teman-teman. Percayalah, setiap kisah orang sukses itu gak mulus, cerita sukses setiap orang itu pasti berliku, kenapa? Agar menjadi nikmat di akhir.
Layaknya Diamond yang berasal dari batuan hitam arang ditempa, di gosok, di iris, sampai dia memancarkan cahaya cemerlang
mau ucapkan rasa terima kasih yang tak terkira kepada semua upline saya yang gak bosen saya gangguin dan mengenalkan Oriflame kepada saya, serta kepada semua Team dan Pasukan GEMILANG yang gak bisa disebut satu per satu. kalian semua adalah semangat saya untuk melanjutkan, amanah bagi saya serta bensin untuk terus membimbing dan menjadikan leader-leader baru di SBN dan Oriflame :)

Teruslah berjuang,
GO Diamond

Gilang Prayoga Ali

#BisnisBersamaGilang
WA.087845264789
76B3C346

Gak pinter ngomong? Ah Masa Iya? – by Oki Oktarina

By Oki Oktarina

Bisnis oriflame itu modalnya cuma cerita cerita dan cerita.
Iya ceritain produknya, ceritain bisnisnya.

Lah trus gimana kalo ga biasa ngomong ke org byk? Ga pinter ngomong?

Tenang, dulupun saya termasuk orang yang kagok banget kalo disuruh ngomong.
DULU, Disuruh kasih sambutan aja di hadapan keluarga2 dkt misalnya, dulu minta di briefing sebentar, hrs ngomong gimana detailnya, kalo bisa dikasih kertas supaya dihapal sebentar :D

SEKARANG, di oriflame saya bisa ngomong tanpa teks.
Hebat? Ah enggak, ini bisa karena biasa.
Pepatah itu gak bohong loh :)

Awalnya nanya sama upline, gimana cara jelasin oriflame, gimana cara ngomong.
Langsung bisa?

Ya enggak :D praktek terus sampe bisa.
Apalagi sekarang ada media sosial, modal ceritanya cukup ketik2 aja, malah awalnya saya sering copas (copy paste) apa yg ditulis upline.

Perbanyak praktek ngobrol di online, lama2 hapal sendiri kan? Bener ga?
Trus lama2 temen2 makin banyak dan bisnis alhamdulillah berkembang, lama2 hrs ketemu tatap muka.
Gak masalah, ada kok flipchart yg bisa kita pake saat jelasin ke tmn, byk softcopy yg bisa ditunjukkin kalo bawa laptop. Tinggal tambahin kata2 sendiri, dan adaptasi pastinya :)

Tuh gak susah kan?
Rubah “ga bisa”mu menjadi :

Ga bisa > mau nanya > mau belajar > mau praktek > bisa :)

Asal ada niat dan kemauan :)

Yuk deh, yang bilangnya : ga pinter ngomong, jadikan alasan itu untuk belajar GIMANA CARANYA supaya bisa, bukan jadi halangan untuk memulai berbisnis :)

Siiip? ;)

Oki Oktarina

Dua Title Dalam 6 Bulan – by Ika Stanie

by Ika Stanie

 Bismillahirrahmaanirrahiim….

Sepenuhnya sadar bahwa perjalanan bisnisku di Oriflame ini tidak semulus pipi dan paha anak bayi :D

Jadi masalah kecil ataupun besar, selalu aku hadapi dengan  senyuman.

Target closing title Senior Gold Director tahun 2013 ternyata meleset, meskipun open title SGD pada bulan ketiga 2013.

Bolong kualifikasi berbulan-bulan memaksaku memutar otak dan bekerja lebih giat dari sebelumnya, mencari bibit berlian-berlian cantik di kedalaman sangat menguras pikiran dan tenaga lho. Bekerja setiap hari hanya dengan 2 orang coreteam saja juga ternyata jauh lebih menyenangkan dibandingkan bekerja dengan 100 orang yang tidak memiliki kesamaan visi & misi.

Membentuk mental leader, meng-coaching consultant 0% mulus untuk loncat menjadi seorang Manager pun bukan pekerjaan mudah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh effort dan keuletan yang lebih dari biasanya. Kegiatan sehari-hari adalah berkomunikasi dengan coreteam, membantu mereka merekrut, membimbing mereka untuk membina jaringannya, dsb. Simple ya keliatannya. Dan kerjaannya juga itu lagi, itu lagi, sangat mudah. Butuh kemauan untuk mengajari, diajari, dan duplikasi.

Setelah berjuang beberapa bulan, akhirnya berhasil membangun kembali kaki ke-3 sebelum periode 12 bulan ku habis. Maret, September, Oktober, November, Desember, Januari. Meleset hanya 1 bulan dari target yang sudah kucatat sebelumnya. Apakah aku sedih? Sedih sebentar saja. Karena pada bulan November 2013, dengan kuasa Allah juga kaki ke-4 bisa lahir sebagai 21%.

Alhamdulillah, keyakinanku bisa jadi kenyataan. Sangat YAKIN & percaya dengan ayat Allah berikut ini:

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (Q.S 94 : 5 & 6).”

Mari kita pahami sejenak makna ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Waktu membeli rumah (ready stock) awal tahun 2009, aku sudah bercita-cita ingin merenovasi rumah ini pada bagian tertentu. Namun persoalan waktunya, aku belum berani memutuskan. Maklum ya saat itu belum gabung di Oriflame, jadi belum berani menetapkan impian. Hehehe…

Nah begitu bergabung di Oriflame awal bulan September 2011, aku mulai berani bermimpi untuk punya mobil CRV dari Car Program nya Oriflame. Dan ini selalu aku gaungkan di telinga suami. Tentang bagaimana nanti mobil cantik tidak terlindung panas terik dan hujan badai, karena kami tidak punya carport. Tentang ‘kesulitan’ naik turun mobil ketika hujan karena tidak ada carport. Hehe.. Pokoknya membayangkan betapa bahagianya kalau punya mobil baru, tapi kondisinya belum mendukung untuk punya CRV.

Akhirnya awal tahun ini, suamiku berjuang membangun carport yang bukan main-main. Suamiku ingin membangun carport permanen. Dan sejak saat itulah ketidaknyamanan kami dimulai. Yah, namanya saja orang renovasi ya, sebelas dua belas deh sama orang bangun rumah. Kotor, berdebu, bising, berisik. Setiap hari mulai jam 8 pagi sampai jam 3 sore, tidak pernah rumah kami berada dalam ketenangan dan kesunyian seperti sebelumnya. Jadwal tidur siang ibu mertua dan kami berdua (Lulu dan aku), lebih sering terganggu oleh kebisingan para tukang yang sedang bekerja. Keadaan tidak nyaman ini, mau atau tidak, memang harus kami lalui jika kami ingin memiliki carport dan teras yang baru. Dari mulai yang gak bisa melangkah karena banyaknya batu-batu dan pecahan tembok, bambu-bambu penyangga beton, paku-paku berserakan, bising suara pemotong ubin, dan lain sebagainya. Oh, ini ternyata melelahkan juga. Rasa bosan mulai melanda. Cape sekali rasanya dengan keadaan kayak gini. Pengen segera selesai dan gak berisik.

Alhamdulillah, beberapa hari menjelang lebaran ini, carport dan teras sudah selesai. Aku memandangi hasil kerja para tukang selama berbulan-bulan ini, ada perasaan lega dan bahagia serta haru menjalar di hati dan mata. Indah sekali hasilnya. AKHIRNYAAAAA…

Sekali lagi Allah membuktikan ayat tersebut.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (Q.S 94 : 5 & 6)”

Apa hubungannya dengan Oriflame?

Menurut leader hebat di Oriflame, Oriflame itu bukan melulu soal MENCARI DUIT. Tapi Oriflame itu adalah pelajaran hidup, bagaimana kita membentuk kehidupan kita seperti yang kita harapkan. Dan ini tentunya dengan usaha. Betul, tidak? ^_^

Kalau sekarang ini kita menjalankan Bisnis Oriflame atau bisnis apapun dan masih berada dalam kesusahan, banyak paku, kerikil, pasir, debu, bising, dan hal-hal lain yang tidak membuat kita nyaman karena selalu terbentur masalah, maka kerjakan dengan berlari atau terbang. Bergerak cepat. Supaya kita bisa segera merasakan kebahagiaan, kesyahduannya, saat kita berada di puncak kesuksesan yang kita impikan. Sama kan seperti cerita membangun carport & teras tadi? Rasa muak dan jenuh berbulan-bulan terbayar dengan rasa nyaman dan perasaan bahagia setelah melalui semuanya.

Kembali lagi ke target closing title Sapphire.

Mulai Januari 2014 lagi-lagi posisiku ‘terancam’. Kaki ke-4 mengalami gejolak. Hampir semua managernya serentak memunculkan alasan domestik yang tanpa Oriflame an pun masalah domestik pasti akan ada terus, gak mungkin gak ada. Akhirnya targetku untuk closing title Senior Gold Director & closing title Sapphire, keduanya sukses! Sukses MELESET dari target. Hehehehe…. Target closing title SGD ‘berhasil’ meleset hanya 1 bulan.

Lalu… Bagaimana dengan Sapphire?

Sabar ya.. Cerita lain lagi nih… Pas masuk Maret 2014, tiba-tiba leader di kaki ke-5 mulai tergerak untuk menuntaskan impian terdekatnya, yaitu mencapai level Senior Manager. Memang sih setelah berhasil mencetak kaki ke-4 sebagai kaki 21%, bulan Desember nya, aku mulai fokus untuk membangun kaki ke-5. Sekaligus menjaga kestabilan kaki ke-4. Daaaan sesuai ucapan leader ke-5 ku, maka pada Maret 2014, dengan usaha yang lumayan banyak membuatku ngos-ngosan, akhirnya resmilah aku memiliki 5 buah kaki 21%. Wowwww… It’s kinda Amazing! Just One more to go to opening title Diamond Heaven..

Sudah jauh hari pula aku menargetkan closing title Sapphire di bulan April 2014. Tapi yaaaah sedih pastinya ya ketika impian / target kita harus mundur dari yang kita harapkan? Tapi lagi-lagi, mencoba untuk gak berlarut-larut dalam kesedihan dan kedukaan. Untuk kesekian kalinya, aku diberikan hadiah oleh Allah, bahwa teryata sudah digariskan aku akan closing title Sapphire Director, tepat sehari setelah ulang tahunku yang ke-29. Yaitu tanggal 29 Juni 2014. Begini kira-kira statusku sehari sebelum ultah:

“In 28, turns 29. In 29, got 28. Bismillah.”

Maksudnya, di tanggal 28 akan menjadi 29 tahun, dan di tanggal 29 akan mendapatkan Cash Award 28 JUTA.

Setiap hari, aku meneror calon-calon Directorku untuk mengejar qualifikasi mereka sepanjang bulan Juni. Recruit, Follow Up, Aktivasi, Bina. Ituuuuuuu terus, setiap hari. Yaaa mungkin mereka bosan. Tapi biarlah. Ada waktunya mereka akan bersyukur sudah di teror sedemikian rupa oleh Directornya yang cerewet ini, bener kan? ^_^

Kalaulah aku ngambeg, mutung atau bahkan marah pada Allah tentang mengapa aku tidak bisa mewujudkan impianku di bulan April lalu, mungkin Allah gak akan kasih aku hadiah terindah ini dihari ulang tahunku. Gak mungkin!

Dan ini ‘memaksaku’  untuk mengingat lagi ayat Allah berikut ini:

“…. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS: 3 ayat 144).

“Dan (ingatlah)  ketika Tuhanmu memaklumkan: ” Sesungguhnya jika kamu bersyukur,  niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”. (QS: 14 ayat 7).

Yah, begitulah sekali lagi dan lagi, perjalanan hidupku membuktikan kebenaran ayat-ayat Allah.

Saat tidak berhasil mencapai target, sedihnya sebentar aja. Setelah itu tetap menjalankan kegiatan sebagaimana biasanya, tetap ceria, bahagia dan tidak merasa terbebani apapun. Kesemuanya ini adalah perwujudan dari rasa bersyukur. Jadi bersyukur atas nikmat Allah tidak cukup hanya dengan ucapan di bibir saja, melainkan harus dirasakan dengan hati dan dilakukan dengan perbuatan. Bener kan?

Itulah sedikit cerita dan perjuanganku, yang terasa sangat pahit ketika dilalui, tapi ternyata manis setelah berhasil melewatinya.

Meraih 2 title dalam kurun waktu 6 bulan pada awal tahun 2014 ini, adalah sebuah KESUKSESAN BESAR yang sama sekali tidak pernah aku impikan sebelumnya!!

Nah, bisa lihat kan? Bahkan untuk hal yang membahagiakan dan bukan impian kita, Allah bisa berikan!

Apalagi untuk semua yang kita impikan? Tentu saja bisa kita dapatkan.

Maka sudah pasti tugasku dan kita semua adalah bekerja semaksimal mungkin, lalu mengenai hasil serta waktunya kita serahkan saja pada yang Maha Memiliki.

Sebelum menutup kisah ini, ada satu hal lagi yang ingin aku ceritakan. Bulan Februari 2013, ketika pengumuman Top15 Oriflame Bandung dan meraih urutan ke-12, aku langsung menargetkan posisiku untuk tahun berikutnya. Minimal 5 besar, ucapku dalam hati.

Kalian tahu, teman-teman? Istilah “bermimpilah setinggi langit, maka jika jatuh, kau akan jatuh di atas awan” itu juga benar!!

Maret 2014 lalu, dalam sebuah event Bandung Big Day, aku ternyata dipanggil sebagai Top15 Oriflame Bandung urutan ke-7. Meleset hanya  2 angka ya? Alhamdulillah……

DSC03081

Lagi-lagi, Allah membuktikan kuasaNya. Apapun ucapan dan niat baik kita, insyaaAllah akan diijabah ketika kita mengiringinya dengan usaha yang gigih dan tak putus berdo’a. Maka tugas kita sebagai manusia adalah terus bergerak, berdzikir, dan membaca (iqra’). Membaca apa yang ada dalam diri kita, dan membaca apapun yang ada di Alam Semesta. Dengan demikian kita akan selalu memiliki sifat bersyukur.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

GO PRESIDENT!!

*spesial thanks to all my networks, Qiqi & team, Naela & team, bu Riza & team, Tiwi & team, Windri & team. Let’s rawk this 2014!! My Family, Lulu, mas Candra, Mamah, Papah, deq Bagus. SBN & All SBN Members. All ESM & staff Orindo Bandung. I’m nothing without all of you….

10551859_800698363296735_2104991196_n

IkaStanie

papan rekognisi