Kami (Saya dan Suami) dan Daycare/TPA – by Amalia Maharani

By Amalia Maharani

SEMANGAAT PAGII… :)

Daycare?? Apa yang Anda pikirkan bila mendengar kata Daycare atau Tempat Penitipan Anak (TPA)?

Menurut artikata.com daycare itu “childcare during the day while parents work” atau penitipan anak selama orang tua bekerja..

Disini saya tidak memperdebatkan ya antara orang tua dhi seorang “ibu” atau “bunda” atau “mama” bekerja demi anak2 dan keluarganya maupun seorang “istri” atau “ibu” yang tidak bekerja dan hanya mengasuh anak2 dan keluarganya dirumah.. Itu adalah PILIHAN dari masing2 KELUARGA (pasangan Suami Istri) apakah sang Istri / Ibu untuk Bekerja atau Hanya mengasuh anak dan keluarganya di rumah..

Ini adalah tentang Kami, saya dan suami dan DAYCARE untuk anak2 kami..

Saat ini, saya masih menjadi seorang pegawai di instansi pemerintahan.. Ya, saya masih bekerja.. Suami saya juga berada di satu instansi yang sama.. Saat ini kami sudah dikaruniai dua orang putri yang alhamdullilah sehat (mudah2an selalu sehat dan sholehah yah Nak.. amiien), si Kakak Nabila berumur 3 tahun dan si Adik Nasita berumur 7 bulan..

Kami, sudah terbiasa HIDUP di PERANTAUAN.. Kakak Nabila lahir normal di Mataram, Lombok.. Saya melahirkan Nabila, anak pertama hanya ditemani oleh suami saja.. Mungkin untuk teman2 lainnya, anak pertama (sebagian besar) ditemanin oleh Ibu Kandung ataupun Ibu Mertua, yah namanya juga kelahiran perdana pastilah moment ini sangat ditunggu2, penuh kepanikan (karena belum tahu bagaimana cara melahirkan, cara mengasuh bayi yang baru lahir, cara merawat diri setelah melahirkan dan ilmu2 lain yang diturunkan dari Ibu untuk Ibu baru..)

Alhamdullilah, untuk anak pertama, kami mendapatkan “REJEKI Pengasuh” untuk si Kakak Nabila dari Tawamangu, Solo. Namun, Rejeki ini hanya bertahan 9 bulan saja.. SEDIH, pastilah SEDIH.. Karena saya sudah berharap banyak pada si Pengasuh ini namun dia sudah tidak mau kembali ke Mataram.. DILEMA… yaa, dilema… Saat itu, yang saya mau, saya hanya mau orang yang terbaik untuk mengasuh Nabila, si anak pertama.. Berbulan2 kami mencari alternatif, baik dari Babysitter, Saudara, ataupun Daycare di Mataram.. 3 bulan lamanya kami bingung, saat itu di Mataram BELUM ada DAYCARE MUSLIM yang menerima Bayi, yang ada menerima bayi saat berumur 1 Tahun..

Well, ketika umur 1 Tahun, kami TITIPkan lah Nabila di TPA dekat kantor.. Memilih untuk menitipkan anak di TPA itu juga bukanlah perkara gampang lhoo temaaan… Kami sudah menimbang2 hal POSITIF dan NEGATIF jika menitipkan anak di TPA.. Positif nya saya merasa “lebih nyaman” ketika meninggalkan anak saat bekerja di kantor, anak lebih cepat berkembang karena banyak bergaul dengan teman2 seusianya.. Negatifnya meninggalkan anak di penitipan, apabila ada anak yang satu sakit sotomatis anak kita akan tertularkan virus juga (itu gak dapat dihindari yaa)..
Lhoo, tau anak nya bakalan ketularan virus, kok dititipin juga??
Yang namanya ibu bekerja, masalah pengasuh itu adalah masalah nomor satu, sering gonta ganti pengasuh itu akan menambah pikiran kita.. Gak dipungkiri itu akan mengurangi FOKUS kita dalam BEKERJA.. Saya dan suami memang TIDAK BISA MENGIMPOR orang tua untuk MEMBANTU MENGAWASI Pengasuh dalam mengurus anak yaa (sekali lagi, jangan samakan kondisi kita dalam hal ini..)..
“Bu, saya mau tugas keluar daerah, ibu tolong dong ke daerah X untuk jagain anakku dirumah..” itu berlaku utk beberapa orang temen saya yang sama2 satu profesi..
Nabila itu sudah terbiasa berangkat pagi dan pulang sore bersama kerumah, sampai usianya menjelang 3 tahun ini..
Oya, sekedar informasi biaya daycare per bulan di Mataram (belum termasuk makan) Rp450.000/bulan (dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore)

Lain Nabila, lain lagi cerita untuk adik Nasita..
Oleh dokter, Nasita diperkirakan lahir di bulan November.. (dalam hati, merasa deg2an nih karena akan dimutasi).. Mei dan November itu adalah bulan mutasi pegawai. Di Instansi kami (saat itu) setelah Surat Keputusan (SK) keluar, 1 bulan sudah harus berada di tempat mutasi yang baru.. Yang namanya MUTASI yaaa, tidak tahulah kami akan dipindah kemana, dari Aceh sampai Papua terbuka lebar..
Saya hanya berdua sama kakak Nabila saat itu di Mataram, dan apabila saya melahirkan November di Mataram, dan suami saya dapat SK (ntah ke daerah mana itu) berarti saya hanya bertiga bersama Nabila dan Nasita.. Yang namanya PINDAH, itu kan BUTUH PERSIAPAN.. Rempong juga kalau saya harus BAWA BAYI 2 atau 3 bulan ke daerah yang baru (saat itu belum tau penempatan dimana).. Jadilah, saya memutuskan untuk melahirkan di JOGJA, sambil ngurus penempatan sementara di jogja 3 bulan.. Bulan Oktober 2013 saya pulang ke Jogja untuk melahirkan di sana (dalam hati alhamdullilah dekat dengan orang tua dan pasti banyaklah yang mau mengasuh adiknya Nabila, sementara Nabila saya sekolahkan dekat dengan rumah mertua saja)..
Namuuuunn, ternyata eh ternyata, yang namanya nyari pengasuh susaaaaahhhnyaaa minta ampuuuunn, itu untuk di Jogja lhoo teman, bukan utk di Jakarta, itupun saya minta cuma 3 bulan ketika saya ngantor di Jogja… Ya Allah, susah bener sepertinya nyari pengasuh ini..
H minus 3 hari saya ngantor, suami mencari info DAYCARE di Jogja dari internet, dan dapatlah Daycare di Jogja, 15 menit dari Kantor.. Dan untuk kedua kalinya, kami menitipkan kedua belah hati kami di Daycare..
Biaya Daycare di Jogja (sudah termasuk makan) Rp1.100.000/bulan/anak (selama 12 jam, jam 7 pagi sampai 7 malam), belum termasuk uang gedung.. Jadilah 3 bulan, kami menitipkan Nabila (3 tahun) dan Nasita (2 bulan) di Daycare Jogja, setiap hari berangkat pagi dan pulang sore sama saya (sementara Bapaknya sudah penempatan di Jakarta)..

Okeey, saya tetap mencari pengasuh dong untuk anak2 kami apabila saya sudah mulai ngantor mengikuti suami di Jakarta.. Ya Allah, kok rasanya tetap susah yaa… Okelah, saya dan suami mencari info2 tentang DAYCARE.. Saya tanya ke teman2 kantor pusat.. Sebagian besar mereka menggunakan Pengasuh tapi diawasin ama orang tua nya (teuuteeep yaa..).. Ada penitipan bayi dan anak yang dikelola oleh Dharmawanita tapiiii FULL, FULL Of BOOKED… dan lagipula kita tidak boleh menitipkan anak 1 bulan FULL.. per hari nya Rp85.000.. (jadi kira2 sebulan Rp1.600.000) ya Allah, udah bayar mahal kok susah beneeer siih masuknya, antriannya panjaaaangg… Okee, cari alternatif daycare lain, ada depan kantor punya Kehutanan tapii untuk kesana nya saya harus melewati jembatan penyebrangan dan jalan kaki (oooh Nooo, kok hidup penuh perjuangan banget siiih, bawa dua anak, dan pasti satu tas besar berisi perlengkapan baby, belum lagi kalau hujan.. Ya Allah…)
dan yang ketiga ada di belakang kantor, daerah Benhil… Nelpon ke sana, dan tau temans.. biaya daycare nya Rp2.750.000,00 per bulan per anak belum termasuk uang gedung..

Disinilah SAYA NANGIS… SAYA SEDIIH…

Bayangin teman, gaji dan remunerasi saya yang seberapa itu MASIH KURANG untuk membayar DAYCARE untuk DUA ANAK di Jakarta..
Apa gunanya SAYA KERJA tapi anak2 kami, kami titipkan di DAYCARE???
Apa bedanya SAYA KERJA tapi harus membayar daycare, atau SAYA GAK KERJA dan mengasuh anak2 dirumah??
Sama2 saya kehilangan 5,5 juta perbulan kan?? Kalau saya kerja saya kehilangan 5,5juta per bulan untuk nitipin anak di daycare, kalau saya gak kerja saya tidak mengeluarkan anak 5,5juta untuk biaya daycare…
Bedanya, kalau saya gak kerja, waktu saya dengan anak2 lebih banyak…

Ya Allah….
Saya gak sanggup untuk meninggalkan anak2 dengan orang yang tidak saya percaya..
Belum lagi banyak berita di TV yang menyebutkan pengasuh dari yayasan yang menganiaya anak majikannya..
Ya Allah…
dalam hati sedih bukan main, saya itu kerja untuk siapa siih?
Untuk anak2 juga kaan?? Tapi kenapa anak2 yang jadi seperti ini??

Sampai akhirnya, kami memutuskan untuk mengajak 1 keluarga hidup bersama kami, yah istri suami dan anaknya untuk mengasuh anak2 kami..

Dimulai dari JAKARTA, BIAYA DAYCARE, PUTRI PUTRI kami lah, yang membuat Saya MANTAP untuk JOIN BERSAMA Oriflame..
Hanya ORIFLAME, Perusahaan yang menyediakan dan menjual MIMPI,, dan MIMPI saya adalah INVESTASI WAKTU

Wanita Hebat – by Aida Fitriani Lubis

By Aida Fitriani Lubis

Assalamulaikum Wr.Wb…

Anak kecil bisa jadi besar karena melalui proses belajar. Tidak ada anak kecil tiba2 bisa naik sepeda tanpa melalui proses “jatuh” dari sepedanya. Bener gak?

Sama hal nya dengan kita orang dewasa, ilmu yang dipelajari di sekolah itu hanya teori yang tidak akan sempurna jika tidak pernah kita praktekkan di lingkungan sekitarnya. Belajar mempelajari karakter orang, belajar sabar menghadapi anak2 kita dan mendidik mereka menjadi orang2 yang mandiri, belajar memimpin menjadi leader dalam sebuah komunitas. Bahwa banyak hal2 yang bisa mendewasakan kita dari pengalaman2 hidup yang kita jalani. Intinya, Jangan pernah berhenti untuk belajar hal hal baru. Hadapi semua kesulitan dan tantangan hidup ini untuk bisa terus “naik kelas”.

Yang saya rasakan sejak bergabung di bisnis Oriflame, saya banyak mengenal karakter orang, banyak belajar bagaimana memanage waktu antara keluarga dan bisnis, bagaimana menjadi Leader yang menginspirasi. Dulu, sebelum saya join Oriflame hidup saya gitu2 aja.. ngrumpi sana sini gak jelas gitu. (waktu itu belum kerja). Dulu saya itu gaptek pke bangettt.. Tapiii sejak saya gabung di Oriflame, saya bertemu dengan upline2 saya yang yang memaksa saya untuk maju, gak ada istilah waktu saya terbuang percuma. Pikiran selalu positif, belajar terus dan terus membina downline2 saya dan membagikan ilmu dan motivasi ke banyak wanita Indonesia untuk mau maju mengentaskan kemiskinan.

Wanita sekarang harus beda dengan konsep wanita jaman dahulu. Kalau dulu wanita itu cuma identik dengan “Konco Wingking” ( Sumur, Dapur, Kasur) kali ini wanita harus SIAP menjadi tulang punggung keluarga sekaligus pengayom buat anak2nya juga. Tanpa mengurangi kodratnya sebagai seorang wanita, Seorang Ibu juga harus mampu secara Jasmani maupun Rohani sebagai “motor” di dalam keluarga. Maksudnya motor disini kalau saya ilustrasikan ibarat roda sepeda, kalau roda yang satu bocor, pasti kita harus punya cadangan roda baru kan ya? Nah… kita wanita itu juga harus bisa jadi roda cadangan di keluarga. Sewaktu2 suami kita tidak mampu secara finansial menafkahi keluarga, maka peran serta wanita di perlukan disana. Sehingga jangan sampai hidup kita berhenti hanya gara2 kita gak punya cadangan roda.

Soo.. notes saya kali ini cuma ingin mengajak wanita2 super Indonesia, memberantas kemiskinan. Kemiskinan dalam arti luas, bukan Cuma kemiskinan finansial tapi miskin hati. Selalu berpikir positif, jangan dikit2 mengeluh. Jangan dikit2 meratapi kesedihan. Yang harus kita lakukan adalah BERGERAK MAJU. Lakukan sesuatu yang positif, cari inovasi2, buang kata2 galau, yakin bahwa akan ada bantuan Allah dalam setiap kesulitan. Berdoa, Belajar dan terus berusaha.

Semangat Pagi Wanita Indonesia!
Selamat Berkarya untuk Bangsa dan Negaramu

Sekilas Perjalanan Tiwi Bersama Oriflame – by Turenah Pertiwi

By Turenah Pertiwi

Awal tiwi join saat jadi ibu muda yang galau karna kondisi keungan mepet,,,
suami kerja serabutan yang hari ini kadang dapet duit besok kaga,,,
tiwi tinggal di garut ngontrak rumah bareng putri kecil tiwi saat itu yang ada di benak tiwi,,
hanya ingin punya penghasilan tapi ga ninggalin putri

karna dari tiwi kecil sudah di tinggal mamah kerja tkw sampai saat ini,,
tapi walaupun mamah jauh dari tiwi tapi mamah adalah wanita terhebat yang tiwi punya ,,
sedih rasanya saat lebaran,,, saat kenaikan kelas,,, daan saat-saat tiwi butuh mamah mamah jauh dari tiwi,
masa kecil yang jauh dari mamah , menjadi motivasi tiwi untuk tak mau ninggalin putri,
karna tiwi ngerasin bgt gimana masa kecil tanpa mamah di samping tiwi,,

itu lah motivasi terbesar tiwi untuk punya bisnis di rumah dan tetap bareng putri,
sulit memang ingin memiliki usaha / bisnis dengan kondisi ekonomi yang pas pasan bgt,,
sehari cuma megang duit 20 ribu, harus cukup untuk beli beras dan lauknya,,
tapi inilah keyakinan tiwi, kalo tiwi masih diam aja dengan kondisi seprti ini gimana kelak masa depan putri,

tiwi ga punya apa-apa untuk memulai bisnis oriflame hp butut yang tiwi punya alhamdulilah bisa buat fb dan buka opera mini
kemamuan,, keyakinan.. tenaga..doa,,semangat dan impian yang tiwi punya saat itu

pernah tiwi ber3 ke bandung cuma bawa uang 80 ribu ber 3 naik motor bareng putri dan suami dari garut
pulang malam kehujana dan sisa uang 20 ribu,, cukup untuk beli bensin 10 ribu dan pop mie 1 buaat putri,
dari situ semakin kuat keinginan tiwi untuk sukses di oriflame

tiwi yakinkan dalam hati ini ga akan lama yaah,,, ini ga akan lama kaka putri

dengan tekat kuat tiwi yakin apapun masalah tiwi ,
tiwi ga akan berhenti di sini,
ga akan tiwi sia – siain pengorbanan putri keujanan di jalan naik motor malem2,,
ga akan tiwi sia-siakan pengorbanan ayah yang mau anter tiwi ke mana aja walau sedang sakit
dengan sebuah kata menyerah,,

tiwi ceritain lagi ga mudah,,prosesnya,,
tapi tiwi juga pastiin kalo ini ga mustahil..
memupuk suatu keyakinan dalam diri, kadang merasa tiwi ga mampu,,ga bisa,, ga bakat,, ga pd,,
tapi itu hanya sesaat,,, sesaat aja tiwi kalah, karan tiwi yakin allah menciptakan manusia dengan sempurna,,
dengan segala kelebihan dan kekurangany kalo yang lain aja bisa,,
kenapa tiwi nggak,,

KONSISITEN ,,,
itu yang tiwi lakukan dulu,,
konsisten merekrut,,
konsisiten membina,,
konsisten sebar katalog,,
konsisiten cari ilmu

alhamdulilah dengan konsisten itulah tiwi bisa mencapai titel senior manager dan tinggal satu langkah lagi ke director,
tak pernah tiwi bayangkan sebelumnya seorang tiwi,,
hanya ibu rumah tangga biasa,, denga ke GAPTEKAN luar biasa mampu mencapai titel director,,
walau pun belum tapi insya allah tiwi akan terus kejar itu,

beberapa hari ini tiwi ga bisa tidur karna setiap hari kaka putri selalu cerita dan tanya
” mamah hotel itu ada AC nya ya,, ??mamah hotel itu ada showernya ya,,, ?? Kasur nya empuk ya,,,?? TV nya gede ya…?
dan semua temen yang main sama putri pasti putri ceritain kalo putri mau nginep di hotel oriflame bareng mamah
setelah ulang tahun putri nanti,, ya kebetulan acara DIRECTOR SEMINAR di bandung feb nanti satu bulan setelah putri ulang tahun
dan tiwi harus berjuang sekuat tenangga agar bisa dapet 2 tiket nginep di hotel gratis bersama oriflame
ga akan tiwi hancurkan ,impian putri walau cuma sederhana ,,, ngerasain bobo di hotel katanya hehehee mimpi bocah yang polos,,

jadi ga akan tiwi pupuskan impian putri dengan sebuah kata menyerah,,,
kamu menyerah karna ga punya modal,,
sama tiwi juga dulu ga punya modal, tapi tiwi ga menyerah hinnga bisa di sini

kamu menyerah karna merasa diri gaptek,, sama tiwi dulu super gaptek, tapi tiwi ga menyerah

kamu meyerah karna ga naik-naik level,, sama tiwi dulu stay di level yang sma sampe 3 bulan berturut-turut , tapi tiwi ga menyerah

kamu menyerah karna harus sibuk ngurusin yang sakit, sama dulu nenek tiwi sakit sampe meninggal tiwi di sampingnya tapi tiwi ga meyerah

kamu menyerah karna merasa lelah, cape,, kesel sama downline atau upline ,,
sama tiwi dulu pernah diem-deiamn sama upline mba ika , sampe beberapa hari,, dan nangis 3 hari hehehe,, tapi tiwi ga menyerah

kamu menyerah karna orderan lama sampe,, prospekan ga ada yang mau,, temen-temen pada tidur,,
sama tiwi juga ngalamin,, tapi tiwi ga menyerah

jadi appapun yang temen-temen alami tiwi juga ngerasain dulu sampe sekarang
hanya butuh keyakinan yang kuat dan impian yang kokoh untuk tetap konsisten
dan ga menyerah sediakan waktu minimal 2 jam sehari,
konsisten pasti akan menemukan titik di mana sama kaya tiwi

pengalaman pahit,, sedih galau,,
indah kalo di certiain saat ini saat di mana kehidap mulai berubah,,
impian mulai terwujud,,senyum suami dan putri juga keluaraga tersungging,,

benar hidup hanya sebentar,,
maka yang sebentar inilah kita wajib membahagiakan orang orang yang kita sayangi

masih banyak impian tiwi yang belum tercapai bisa ajak putri lihat salju,,
bisa beliin mamah dan bpk kehidupan yang layak di masa tua kelak,,
bisa lebih banyak membantu sodara dan masih banyak lagi,,,

dan sampai saat itu terwujud ga akan tiwi menyerah..
kecuali memang sudah habis waktu tiwi di sini,,
tapi setidaknya walau sudah ga ada tiwi masih bisa di ingat,
bukan ibu yang suka galau hehehe , jadi detiknya,,,
menitnya,, jam dan setiap waktunya,, ga akan tiwi sia siain

semangat terus tiwi…
impian itu harus di jemput,,
impian itu harus di perjuangkan,,
impian itu harus butuh pengorbanan,,
impian itu indah,,,
impian itu penyemangat,
,karna kalo ga punya impian,, hidup akan terasa membosankan
tutup mata dan bayangkan orang-orang yang kita sayangi tersenyum bahagia

semangaat tiwi
go director
yoyoyoyo

Ramadhan Setahun yang lalu, Dibalik Alasan Untuk Berhenti Bekerja – by Dede Purwanti

By Dede Purwanti

Mau flashback setahun yang lalu..

Waktu itu, kala ramadhan saya masih kerja kantoran di bank..
Kebetulan sudah 3 kali ramadhan di kantor pasti selalu lagi bertugas untuk menggantikan anak buah yang lagi lahiran.

Jadi, gak ada yang namanya bisa pulang cepet, karena ya saya jadi si juru kunci, pegang kunci kantor, pegang kunci lemari besi.

3 tahun yang lalu bertugas di depok, buka puasa pasti di kantor atau di bis..
2 tahun yang lalu di citeureup.. buka puasa selalu di kantor, karena itu cabang yang sama sekali gak kenal kata ‘pulang tepat waktu’
Setahun yang lalu… di cabang pasar anyar bogor..
Deket sih, dari rumah gak sampe setengah jam.
Tapi karena kantor cabang menyatu dengan kantor area manalah bisa pulang cepet juga karena sering ada meeting, dsb..

Setahun yang lalu, saya berbuka puasa selalu dengan teh manis hangat, dan gorengan saja..
sambil menghitung uang nasabah di counter teller sambil melakukan cash opname dan tutup sistem..

Setahun yang lalu, setiap hari saya telepon ke rumah untuk bertanya sama Alya, ‘sudah buka nak? Buka sama apa?’ gak kerasa mata jadi panas, karena kebayang dia buka puasa selalu sama ART.

Setahun yang lalu, hati nurani saya terusik, jika pada waktu menagih nasabah yang menunggak cicilan saya harus agak ‘keras’ dalam melakukan penagihan.. padahal saya termasuk orang yang ‘gak tegaan’
Pernah satu waktu, saat menagih nasabah nunggak, yang keluar dari rumah adalah ibunya yang setua ibu saya, yang baru saja saya berucap ‘permisi bu saya dari bank’ tiba2 bibirnya bergetar menahan tangis..
Duh.. kebayang ibu sendiri.. :(
Dan pernah kali lain, saat saya menagih nasabah menunggak, saya lihat anak si nasabah bahkan menyusu dengan air tajin, rumah berlantai tanah dan tak ada satu perabot pun di dalamnya..
Nurani saya terusik, hingga akhirnya malah saya yang memberi uang susu untuk anaknya :(

Setahun yang lalu.. saya tidak pernah melakukan sholat tarawih.
Karena saat tarawih, saya sibuk membuat laporan. Sampe ke rumah sudah gak ada tenaga untuk tarawih sendiri..
Sesekali hanya sholat tarawih dan membaca Al-Qur’an di hari minggu..
Emang ada berapa hari minggu dalam 1 ramadhan? Silahkan hitung sendiri…

Ya Allah ya Rabb…
malam takbiran saya bersimpuh..
Saya menangis di atas sajadah..
Ya Allah.. apa sebenarnya yang saya cari di dunia ini.. di pekerjaan ini..
Satu ramadhan terlewati dengan sia2 tanpa saya rasakan nilai ibadahnya..
Apa yang saya kejar sementara yang terpenting di dunia ini yaitu mencari ridha Allah tidak saya lakukan?
Anak-anak beribadah tanpa kehadiran saya..
Menagih hutang yang bukan uang saya walau itu merupakan bagian dari pekerjaan tapi tetap hati nurani saya tidak sejalan..
Dan saya.. menyia2kan waktu hidup untuk melewatkan satu ramadhan tanpa mendulang pahala sebanyak2nya..

Ya Allah ya Rabb.. saat itu saya berfikir.. akankah masih ada umur saya di ramadhan berikutnya?
Akankah saya diberi kesempatan untuk memperbaiki iman saya kepadamu ya Allah..

Dan hampir setahun yang lalu, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja karena ALASAN ini..
Bukan karena bos yang tidak ramah, rekan kerja yang menyebalkan, atau karena mau fokus oriflame an..
Saya berhenti untuk menambah nilai ibadah :)

Alhamdulillah saya sudah menjalani bisnis Oriflame sewaktu masih di kantor dulu sehingga saya masih bisa berpenghasilan walau hanya berstatus ibu RT saat ini.
Alhamdulillah setelah berhenti, saya yang tadinya kerja 12 jam dan hanya digaji 3 juta malah bisa bekerja hanya dari rumah saja dan bisa digaji sampai 7 juta.

Setahun yang lalu, biarlah menjadi kenangan..
Saat ini.. sudah 9 hari ramadhan dilalui dan bahagiaaa rasanya tiap hari berbuka dengan anak-anakku..
Mengajari Alya naik sepeda, melihat kelucuan alena..
Memasak buat mereka, jalan2 bertiga cari ta’jil, dan bahkan cuma bikin teh manis hangat aja sudah dapat ciuman bertubi2 dari anak2..
Saat ini.. sholat, ngaji, mengajari sudah gak diburu2 pekerjaan dan deadline..
Ritme pekerjaan sudah saya yang atur waktunya.
Namun penghasilan tetap bisa melebihi kerja kantoran..

Notes ini dibuat bukan untuk meyudutkan ibu bekerja, ini hanya sepenggal dari pengalaman kecil saya yang pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dunia kantoran..
Semua orang punya pilihan, dan saya memilih untuk bekerja dari rumah saja :)

Cerita setahun lalu, merupakan anugerah untuk menapaki cerita saya hari ini…

23.15
7 juli 2014

Retelling BOOM Shin3versary Simplebiznet – by Dessy Sumanty

By Dessy Sumanty

Bismillah..
Semangaat pagiii OriflamersSimpleBiznet
Masih ingat kan tentang acara BOOM Shin3versary SimpleBiznet Oriflame tanggal 18 Oktober kemarin, saking interestnya mengikuti acara itu, sampai saya fotoin slide per slide materi yangdisampaikan oleh motivator kita Bang Jaja Remaja Tampubolon. Yaa pasti nyeseldeh ngelewatin acara yang begini serunya.
Tapi nyeselnya jangan kelamaan, disinisaya coba bahas lagi satu persatu yaa, semoga tidak ada yang terlewatbagian-bagian pentingnya dan bisa bermanfaat buat yang baca apalagi buat yanggak bisa datang di acara itu, sedikit nya jadi lebih tahu apa ajaa siyh yang dibahas sama Bang Jaja Remaja Tampubolon ini…
Bang Jaja, diawal sesi nya langsungberbicara tentang manage your emotion state, about controling Body,Emotion and Language dan tahukah kalau semua hal itu dikendalikan olehpikiran kita sendiri, seperti kutipan yang ditampilkannya yaitu “Suatu gambaranyang terukir dengan kuat dalam pikiran –apapun bentuknya- akan muncul kepermukaan” (John Mcdonald).
-Apapun bentuknya-, semua berawaldari kita sendiri, pikiran kita, kerenanya berpikir positiflah, maka semuagerak tubuh kita, emosi dan bahasa yang keluar dari diri kita pasti akanmengikuti pola pikir yang kita bentuk.
Always feelsuccess, maka sukses pun akan menghampirikita, feel happy, smile and then the happiness will come to us.
Apalagi kalau kita sedang menawarkanproduk ke pembeli atau sedang mencari capros (calon prospek) apabila kita tidakmenampilkan yang terbaik dari diri kita, gak akan bisa sampai closing tuh,bisa-bisa gak akan jadi beli produk dan malah di tolak mentah-mentah, karena dirikita adalah cermin apapun yang kita kerjakan.
Untuk bisa sukses di bisnis Oriflameini, pasti ada prosesnya, lakukan dan cintai prosesnya, lalu kita akanmenikmati hasilnya. Jika dalam proses itu banyak tantangan dan rintangan, jabaninaja, itulah jalan menuju suksesnya kita, masih kurang sabar melakukan nya,yaa tinggal angkat tangan kanan ke atas, lalu simpan di dada *elus dada* bilangpada diri sendiri..sabarrr…sabarrrr…hehehe..
Lakukan perubahan dalam diri, jauhirasa malas dan menunda-nunda sesuatu, yakin deh kalau ingin sesuatu berubahmaka perubahan harus di mulai dari diri kita sendiri, jangan mengandalkan oranglain, terlalu mengandalkan orang lain malah bisa membuat kita sakit hati…dan…sakitnya tuwh di sini…*tunjuk dada…hehehe
Ingin jadi Juara, Juara di keluargadan lingkungan, tidak usah terlalu muluk juga…jika kita sudah bisa menjadijuara untuk diri sendiri, maka kita pasti akan jadi juara pula buat mereka,jadilah juara melawan mental block dari diri kita.
Ada 4 mental block yang bisamenghambat kita maju,
1) RasaMarah (kemarahan terpendam), buat apa sih marah-marah, sebentar-sebentarmarah-marah, kalo ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan selalu di sikapidengan marah, helooowww emang nya marah menyelesaikan masalah, justru akanmembuat tambah rumit loh.
Menurut saya,bijak lah, orang bijak akan mengontrol amarah, orang bodoh justru mengikutiemosinya.
2) Fear(ketakutan), apa sih yang perlu di takuti, gak ada kan..takutnya samamadesu (masa depan suram) ajaahh,makanya join oriflame.
3) LivingThe Past (trauma masa lalu), perjalanan paling sulit adalah mengubah masa lalu,lihat ke depan, masa depan ada di depan kamu, masa lalu anggap aja spion, lihatkebelakang sekali-kali, jangan kayak princess syahrini…maju mundur..majumundur..kapan jalan nya buuu
4) ComfortZone (area nyaman), keluar lah dari zona nyaman, temukan tantangan nya, nikmatiprosesnya.

4 mental Blocknya SINGKIRKAN yaa bu ibuuuu.

Nah, ada juga nih trik untuk bisamenjalani bisnis oriflame, intinya orang lain akan membeli produk dariseseorang yang mereka suka, ya suka-suka mereka membeli nya dari siapa yangpasti sih ke orang yang bisa tersenyum saat menawari produk nya, yang bisamemanggil mereka dengan namanya, yang mengganggap pembeli itu penting karenapembeli adalah raja dan yang bisa menjadi pendengar yang baik bagi mereka,jangan lupa untuk berbicara tentang topik-topik yang menarik menurut mereka, upto date deh…

Success..How tobuild that success

Fokus
Fokus tentang apa yang kita lakukan,fokus pada mimpi kita, fokus pada tujuan kita gabung di oriflame
Activity
Jangan Cuma fokus dan mimpi…lakukan..Do it laah, kalo Cuma diam doang sih namanya mengkhayal…
Self image
Bangun image diri, positive image
Today is amasterpieces
Make today better, make itpriceless, masa depan kita bergantung akan apa yang kita lakukan hari ini.

Tuh kan temans..ringkasan materidari sesi-sesi nya Bang Jaja Remaja Tampubolon, ada beberapa kalimat yang ditambahkan dan yang berasal dari kesimpulan saya sendiri, tetep lebih seru kalaukemarin datang langsung, apalagi di sesi terakhir yang bikin semua yang datangtermehek-mehek…
Intinya seperti kutipan lagunyaprincess Syahrini
‘Ku disini..berdiri karena cinta,bertahan untuk bahagia semua karena cinta’

Baiklah sekian yaa semoga bermanfaat
Maju..maju..cantik cantiik, majumaju..cantik cantik..jangan pake mundur yah…
Yuu maju di Oriflame ibu-ibu cantik
Semangaaaattt

Ketika Saya di SBN BOOM Shin3versary – by Amalia Martining Tyas

by Amalia Martining Tyas

Ini salah satu catatan perjalanan #nothingtosomething saya!

Salah satu yang menarik dari Bisnis Oriflame ini adalah training dan acara-acara yang diadakan oleh Oriflame sendiri atau acara masing-masing jaringannya.
Buat saya ini acara Big OOM SimpleBiznet selalu menarik, selain menjadi ajang pertemuan dengan upline, downline, sisterline atau crossline yang satu kota bahkan beda kota.

Ini kali ketiga saya menghadiri acara Big OOM SimpleBiznet dan rasanya masih sama, MENARIK!
Big OOM pertama saya sekaligus ulang tahun SimpleBiznet ke dua dengan tema serba merah
Big OOM kedua saya dengan tema London Calling
Big OOM ketiga saya sekaligus ulang tahun SimpleBiznet ke tiga Shin3versary dengan tema baju warna Pastel

Selain isi acara yang menarik, momen-momen penting juga tak terlupakan.
Salah satu yang saya sukai adalah recognisi, mungkin buat orang lain hal ini biasa saja, namun buat saya pribadi recognisi adalah momen paling ekspresi dimana orang bisa berdiri tegak setelah melewati satu proses panjang dan tidak mudah tentunya.
Yaaa … saya satu diantaranya yang merasakan 1 kali recognisi di level paling awal dalam jenjang karier Bisnis Oriflame dan sampai saat ini masih bertahan di level yang sama.

Acara Big OOM kali ini membuat saya sedikit sedih karena ditenggah keramaian saya masih datang sendiri tanpa kehadiran donwline, sempat berpikir ingin rasanya menjauh dari keramaian tapi saya sudah bertekad untuk hadir karena saya ingin melengkapi diri dengan melihat recognisi dan mendapat ilmu baru dari Remaja Tampubolon, bahkan beberapa hari sebelum acara saya sudah mengikuti timeline Remaja Tampubolon, saya harus tahu siapa dia dan apa kemampuannya.
Namun keinginan untuk menjauh sirna karena upline dan sisterline saya lebih menarik untuk saya sapa daripada saya hanyut dalam sedih yang pastinya tidak berguna nantinya.
Sekali lagi … saya kembali melihat recognisi dan ini menguatkan saya bahwa keputusan saya untuk terus berjuang dan bertahan tidak salah, mungkin masih ada yang salah dengan cara kerja saya tapi pilihan untuk berjuang untuk bertahan dalam bisnis Oriflame ini adalah keputusan yang benar untuk saya.
Mereka yang mencapai level tertentu pastinya mengalami PROSES nya sendiri, demikian juga saya.
Saya mungkin satu dari ratusan atau bahkan ribuan orang yang memiliki harapan menjadi lebih baik dalam Bisnis Oriflame ini. Sedapat mungkin saya tidak melewatkan training-training dari SimpleBiznet yang saya rasa harus saya ikuti demikian juga dengan acara Big OOM Shin3versary kali ini, tidak boleh saya lewatkan.
Duplikasi harus terus saya lakukan dengan lebih baik lagi, saya bisa melihat upline dan sisterline saya terus berkembang dalam jaringannya, saya harus bisa seperti mereka.

Jadi acara Big OOM Shin3versary kemarin bukan hanya sekedar pertemuan tapi juga penguatan diri serta kesempatan memperkaya ilmu dari Remaja Tampubolon untuk melakukan improvisasi dalam bertahan dan berkembang di Bisnis Oriflame ini.

Buat mereka yang mungkin saat ini masih berjuang dalam Bisnis Oriflame ini, jangan pernah berhenti ketika kamu lelah tapi berhentilah ketika kamu sudah sampai.

Go President!

G. Amalia Martining Tyas
#nothingtosomething

Terbayang-bayang Acara SimpleBiznet Big OOM Shin3versary Smart-Success-Simple – by Noorma Miryani Syamsiah

by Noorma Miryani Syamsiah

Semangaat paaagiii KAKAK NYAAA….

Masih terngiang-ngiang yah kata-kata Duo MC yang super kocak dan mirip ulet itu di acara BIG OOM Shin3versary SimpleBiznet Oriflame tanggal 18 Oktober kemarin

Pada hari Sabtu itu ada sekitar 5juta-an orang yang ber-dresscode warna pastel yang cerah ceria, datang berbondong-bondong ke Gedung BPPT Lantai 3 Jakarta, semuanya ingin ikut merayakan ulangtahun SimpleBiznet Oriflame yang ke-3

sekali lagi, Happy 3rd Birthday SimpleBiznet Oriflame, semoga tambah sukses, panjang umur
dan untuk semua membernya Go Diamond! Go President!

Ternyata di hari itu ada kejutan untuk kita semua dan membuat saya tambah bangga karena bergabung dengan SimpleBiznet Oriflame, yaitu Launching Jingle SimpleBiznet Oriflame

Woww… lirik lagu dan aransemen nya cocok sekali untuk di play setiap pagi sebagai mood booster kita dalam menjalani bisnis Oriflame
bisa sambil nyiapin sarapan anak-anak sambil joget-joget dan yang paling saya suka adalah kata-kata :
“Sukses itu mudah bersama SimpleBiznet”

Kalau boleh usul nanti launching koreografinya juga ya mba Ilna..hehe
Silakan didownload jingle SBN nya disini..

http://bit.ly/jingleSBN

Kemudian ada rekognisi bagi Consultant 3% s.d Consultant 9% dilanjutkan rekognisi manager 12% s.d senior manager
Yang paling kocak dan berkesan adalah parodi surprise pada saat rekognisi Double Diamond Rosa Puspasari dan ternyata ada di youtube lho…bagi yang pengen liat dan ketawa ketiwi lagi bisa klik link dibawah ini

Di Sesi kedua setelah ishoma kita sudah siap menerima materi dari motivator kita Bang Jaja Remaja Tampubolon

Ternyata eh ternyata bang Jaja yang baik hati itu bersedia menandatangani buku “Sales In You” yang kita pegang dan juga foto bersama..jadilah kita narsis dulu bersama bang Jaja….hihihi…

Poin pertama yang dibahas oleh Bang Jaja adalah Manage Your Emotion State yaitu dengan mengontrol BEL (Body, Emotion, Language) dimana semua hal itu dikendalikan oleh pikiran kita sendiri, seperti kutipan yang ditampilkan oleh Bang Jaja yaitu “Suatu gambaran yang terukir dengan kuat dalam pikiran –apapun bentuknya- akan muncul ke permukaan” (John Mcdonald).
-Apapun bentuknya- semua berawal dari pikiran kita sendiri
Disaat kita berpikir positif, maka semua gerak tubuh kita, emosi dan bahasa yang keluar dari diri kita pasti akan positif juga, mengikuti pola pikir yang kita bentuk.
Always feel success feel happy, maka sukses dan kebahagiaan pun akan datang menghampiri kita
Saat kita melihat dokumentasi leader-leader SBN yang baru pulang dari Gold Cruise, tentu semua ingin seperti mereka *ngeces*
Namun, jangan cuma sebatas ingin yaa.. semua itu pasti ada prosesnya
Lakukan dan nikmati prosesnya. Jika di dalam proses itu banyak tantangan dan rintangan yang datang menghadang, ada ilmu jabanin aja..
kalau semua sudah dijalani tetapi masih ada juga yang menguji hati sedemikian beratnya, lakukan hal berikut: angkat tangan kanan ke atas, lalu letakan di dada *elus dada* katakan pada diri sendiri..sabbaaarrr…sabbaarrrr…

Sebelum merubah sesuatu, diri kita dulu yang harus berubah
Ingin disayang upline dan ga dimarahin terus? kita dulu yang harus nurut dan duplikasi semua yang dikerjakan upline
Ingin downline bekerja lebih cepat dan nurut sama kita? kita dulu yang harus bekerja cepat dan beri contoh yang baik
:)
Yakinlah kita adalah SANG JUARA jika kita sudah berhasil melawan mental block yang ada di diri kita sendiri.
4 mental block itu adalah
Anger (rasa marah)
Semua pasti pernah dimarahin upline karena belum mengerjakan apa yang disuruh, rasanya pasti kesel, bete dan ingin marah balik. Bagi upline yang sering marah-marahin downline pasti bilangnya karena sayang seperti rasa sayangnya seorang Ibu kepada anaknya. Semuanya kembali lagi ke BEL tadi, manage your emotion by controlling Body, Emotion, Language. Jalin komunikasi yang baik agar tercipta hubungan yang harmonis.

2. Fear (rasa takut)
Mau prospek tetangga, takut. Ditugaskan jadi narasumber training, takut. Lawan semua rasa takut itu! Yakin dech disaat kita berhasil melawan rasa takut yang kita miliki, rasanya legaaaa dan juaraaaa…..

3. Living The Past (hidup di masa lalu)
Kita hidup di hari ini dan kita sambut esok hari yang lebih cerah dengan penuh semangat. Peristiwa dimasa lalu cukup dijadikan pelajaran bagi kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Yuk tepuk bahu teman sebelah kanannya *tepukbahu* katakan… MOVE ON ! :)

4. Comfort Zone (zona nyaman)
Ayo bergeraklah! Keluar dari zona nyamanmu, temukan tantangan, nikmati prosesnya. Sungguh.. kita yang terus bergerak akan lebih cepat mencapai tujuan daripada mereka yang hanya diam tak tahu mau kemana…

People buy from people they like
Menurut Bang Jaja, pada umumnya orang akan memutuskan membeli sesuatu dari orang yang paling dekat dihatinya. Nah, dalam memulai pembicaraan kepada orang yang baru kita temui, Bang Jaja memberikan tips-tips berikut ini:
Tersenyum
Selalu awali dengan memberikan senyuman termanis yang kita miliki :) Yakin dech banyak yang mau dekat-dekat sama kita.

2. Panggil Nama
Tanyakan nama panggilannya dan ingat namanya. Jangan sampai lupa dan nanya lagi-nanya lagi, apalagi sampai salah panggil nama, haduuh..pelanggaran.

3. Mereka Penting
Jadikan mereka adalah yang terpenting bagi kita. Tanyakan kabar keluarganya. Jika mereka sedang ada masalah, tanyakan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka. Tentu mereka akan merasa sangat diperhatikan dan dihargai.

4. Pendengar yang baik
Jadilah pendengar yang baik. Dengarkan seluruh kisahnya dengan seksama dan posisikan kita seolah berada diposisinya, sehingga kita bisa merasakan apa yang sedang dirasakannya.

5.Topik yang disuka
Bicarakan hal-hal yang disukai mereka. Seorang Ibu pasti senang menceritakan anak-anaknya. Seorang mahasiswa biasanya senang membicarakan tempat nongkrong terbaru dan sebagainya.

Lalu Bang Jaja juga memberikan tips-tips agar sukses dalam Bisnis Oriflame, tips-tipsnya yaitu
Fokus
Fokus pada tujuan awal kita bergabung di Oriflame, fokus pada impian kita, fokus pada proses yang akan mengantar kita ke hasilnya nanti.

2. Activity
Kerjakan apa yang harus kita kerjakan. Tepuk bahu temannya *tepukbahu* katakan: Kerjakaaaan !

3.Self Image
Ini sesuai dengan ilmunya SimpleBiznet yang sudah kita lakukan sehari-hari yaitu Branding. Branding bisa melalui Facebook, twitter, Blog dan lain-lain.. yuk update status mengenai segala sesuatu yang positif tentang diri kita. Bisa jadi kita menginspirasi teman-teman dan followers kita.

4.Today is a Masterpiece
Lakukan hari ini. Sekarang juga. Jangan menunggu besok.

Di sesi terakhir..
adalah sesi yang mengharukan
Sungguh..
Bang Jaja sungguh berhasil membuat kita semua yang datang, menangis tersedu-sedu dan menghabiskan berlembar-lembar tissue…
Kita semua berpelukan sambil menyanyikan lagu d’Masiv yang judulnya Jangan Menyerah

Bersama notes ini juga saya ucapkan terima kasih kepada Upline saya Mba Evie dan Mak Dir Dede Purwanti
Terima kasih tak terhingga kepada Core team saya yang juga hadir di Shin3versary: Tiara, Echi, Dhea, Nia, dan Renny
*matakembaliberair*
Bersama Kita Bisa ! Love You All…
*peluksemuanya*

Untuk semua member SimpleBiznet Oriflame
Semangaaaat! Jangan Menyerah!
Sukses itu mudah bersama SimpleBiznet

Be 3 – by Josi Dewi

by Josi Dewi

Persiapan itu dilakukan bukan untuk besok tapi untuk sekian waktu mendatang. Karena esok itu sebaiknya adalah mimpi yang terwujud dari sekian waktu sebelumnya. Be a smart planner!

Di kartu undangan tertera dress code: pastel. Oke, saya memilih warna hijau muda kalau begitu. Semoga senada dengan tujuan pastel, lembut dan ceria. Alasan saja sebenarnya karena memang hanya itu yang tergantung di lemari, lainnya tidak ada harapan. Hahaha…

Ruangan yang menampung kurang lebih 1500 peserta itu telah dipenuhi oleh warna-warna pastel di tepat jam 10.00 WIB. Sesuai jadwal di kartu undangan dimulainya acara, hebat!. Baru pertama kali saya menghadiri pesta ulang tahun sebesar ini dengan panggung sebesar itu dan on time!. Bisa on time itu prestasi apalagi di acara besar. Dan Saya hanya pernah liat panggung sebesar itu untuk pementasan teater atau kesenian, bukan perayaan ulang tahun. Ini grup, serius aja. Jadilah saya berada di urutan nomer tiga dari depan duduknya dengan teman-teman lain, karena dua di depan untuk Senior Manager ke atas. Lega, karena bisa duduk deket panggung selain karena minus mata saya yang memang kurang bersahabat.

Mengusung tema Smart-Success-Simple, Simple Biz Net (SBN) merayakan hari jadinya yang ke 3 tahun ini di tanggal 18 Oktober 2014. Saya, member baru tentu senang dan penasaran dengan isi perayaannya. Apalagi saya tinggal di Cibubur, kayanya ngga ada alasan untuk nggak ikut hadir. Dan ternyata banyak juga member dari luar kota ikut ke acara ini, yang (baru) saya tau member dari Medan dan Bandung!. WOW!!. Isi acaranya seperti bajunya, warna warni seru dan santai dari sharing pengalaman, recognisi, parodi sampai motivasi. Namanya juga merayakan ulang tahun, masa serius-serius banget hehe. Salah satu isi acaranya ada motivasi dari Remaja Tampubolon akrab dipanggil Bang Jaja dan buku gratisnya (penting buat saya yang suka koleksi buku). Motivator ini menurut saya sesuai tema, pembawaannya seru dan santai. Saya masih ingat ada rekan di sebelah saya yang tidak berhenti ketawa sampai terdongak-dongak dan miring-miring badannya karena seru dan lucunya Bang Jaja. Saya bahkan sempat tertawa hanya karena melihat dia tertawa.

Merayakan ulang tahun sebuah bisnis memang Smart ketika mengundang motivator, karena dalam bisnis akan lebih berat tantangannya untuk menjaga konsistensi dan semangat. Secinta apapun Anda dengan bisnis Anda. Dan yang saya kenal dari foundernya itu, Mbak Ilnayuti Sari, beliau dan tim tidak akan mengadakan acara sekedar haha-hihi dan cipika cipiki saja, melainkan acara padat karya. Hahahahaha….ngeri kaliiiiii.

Lalu saya dapat apa?suntikan semangat?oh iya, berkumpul dengan orang-orang yang bersemangat dan berfikiran positif itu memang memberikan energi baru, kapanpun. Bahkan belakangan ini saya mulai bisa membiarkan postingan-postingan yang bermuatan energi negatif untuk tidak dikomentari. Minimal saya lebih mudah tidak memikirkannya. Tidak nyaman?saya tinggal klik “unfollow”. Selain itu?Saya merasakan bahwa grup ini ada, dibangun dan bertahan karena adanya rasa peduli, pengertian dan saling support antar sesamanya. Seperti grup-grup lain yang saya miliki, ada dan bertahan karena alasan yang sama. Mereka Success karena telah mampu bertahan dan menggapai mimpi di Stockholm 3 tahun yang lalu, yakni membangun jaringan SBN dan mengembangkannya.

Pulang ke rumah saya ditanya “makin semangat dong?” saya jawab “alhamdulillah, selalu”.

Perayaan memang ditujukan untuk menyebar kebahagiaan. Seperti di hari ini, rakyat berpesta atas dilantiknya Presiden baru Indonesia. Presiden pilihan rakyat, Jokowi dan Wakilnya JK. Dengan mengusung tema revolusi mental, saya sepakat bahwa dalam bisnis pun mental perlu revolusi. Agar paham bahwa there is no easy play in business itu adalah benar, namun pastikan keberadaan si easy and fair strategy di dalam sebuah bisnis. Thanks to SBN yang membuat strategi bisnis begitu Simple dan mudah dipelajari. Gak usah ribet, kalau kata Bang Jaja.

SBN BOOM SHIN3VERSARY – by Duwi Nurhayati

by Duwi Nurhayati

Acara big OOM ultah SBN yang ketiga memang sudah selesai 3 hari yang lalu. Namun, semangat positifnya yang ditularkan dari serangkaian acara kemarin masih duwi rasakan sampai sekarang. Mudah – mudahan efeknya tidak hanya sesaat. Chayo!!! :)

Buat teman – teman yang tidak bisa hadir kemarin, duwi mau berbagi pengalaman mengenai acara tersebut, siapa tahu di acara OOM selanjutnya, teman – teman bisa hadir. Kalau perlu “wajib” ya!

============================

Internet dengan social medianya memang bisa menghubungkan seseorang menjadi lebih mudah. Dimanapun dan kapanpun. Melalui group fb, chat group, milis dan fasilitas online lainnya, kita bisa terhubung dan berbagi pesan satu sama lain di seluruh jaringan. Namun kesannya akan sangat berbeda jika kita bertemu langsung (offline). Karena di offline kita tidak hanya melihat, tapi juga melibatkan pendengaran dan gerak tubuh.

Ya, inilah yang duwi rasakan kemarin. Menjadi bagian dari 1500 orang yang hadir : memiliki impian sama, tujuan sama, semangat sama untuk sukses bareng di oriflame itu rasanya benar – benar WOW. Coba deh buktikan kalau ada OOM terdekat di kota Anda, Anda coba hadir dan rasakan sendiri. hehehe

Secara garis besar acara kemarin meliputi perayaan ultah SBN yang ketiga, recognisi, pembekalan motivasi oleh Remaja Tambupolon. Acara dimulai dari pagi hari sampai sore.

ULTAH SBN
Ini inti acara kemarin, yaitu perayaan ulang tahun SBN (Simplebiznet) yang ketiga. Tahukah Anda, diusianya yang masih sangat muda ini, SBN telah berkembang dengan sangat pesat lho. Saat ini anggotanya banyak yang masuk menjadi 15 Top leader di berbagai daerah. Hal ini tidak terlepas dari sistem SBN yang mudah diduplikasi dan COCOK jika diterapkan untuk bisnis oriflame.

*SBN adalah club para consultant oriflame yang didirikan oleh mba Ilnayuti Sari dan mba Sotya Dewi. Nah pentingnya kita menjalani bisnis oriflame bersama club, kita akan mendapatkan dukungan total dari club berupa training (offline/online), motivasi, sistem kerja dan sebagainya.

RECOGNISI
Orang – orang SBN benar – benar kreatif dahhh…. Duwi dibuat menitikkan airmata ketika melihat proses recognisi mba suciana permata (Diamond Director) dan senyum – senyum sendiri ketika proses recognisi mba rosa puspasari (Double Diamond Director). Di recognisi mba suci diberikan beberapa kejutan dari tim panitia acara. Diantaranya kehadiran orang tua dan keluarganya yang tadinya tidak bisa datang, eh tiba – tiba mendadak “nongol”, dapat ucapan selamat dari krisdayanti (ceritanya mba suci fans banget sama beliau) dan dibikinin lagu spesial dengan alunan petikan gitar atas inisiatif sang suami. So sweet….

Di recognisi mba rosa menghadirkan beberapa downlinenya dari berbagai daerah yang melakukan aksi teaterikal dimana adegannya menceritakan “sosok” mba rosa selama membina jaringannya. Tertawa geli jika mengingatnya kembali.

MOTIVASI
Ada tembok penghalang yang membelenggu pikiran kita. Dan bang “jaja” Remaja Tampubolon dengan detail menjelaskan faktor – faktor penghalangnya beserta tips bagaimana mengatasinya. Selain itu, di sesi motivasi ini ada banyak tips berjualan yang selama ini belum duwi pikirkan. Tidak lupa dapat buku gratis karangan beliau “Sales in You”.

============================

Akhir kata, duwi ucapkan selamat ulang tahun buat SBN yang ketiga, semoga berkembang pesat dan terus mencetak anggotanya sukses di oriflame. Tidak salah, saya memutuskan gabung di oriflame bersama club ini. Buat yang belum bergabung di oriflame dan mau gabung bersama kami, lengkapi persyaratan yang dibutuhkan : biodata, foto ktp, dan biaya registrasi Rp 49.900. :)

Malu kalo banyak mengeluh… – by Puteri Miranti Ningrum

by Puteri Miranti Ningrum

Awalnya, saya nyaris tidak datang ke acara “Menjadi Indonesia” di JW Marriot Kuningan Jakarta pada malam Rabu, 5 Desember 2012 — ya tadi malam tepatnya! Tapi mengingat guru tari saya, seorang Maestro tari Bali, yang pembicara sekaligus pentas nari di acara ini, maka dengan setengah hati saya pun berangkat dan pikiran saya pun penuh dengan slide training yang belum selesai :)))

Akhirnya…? ya karena pikiran kalang kabut, BB saya tertinggal di rumah! Waahhh padahal saya biasa “tergantung” dengan BB itu. Tapi yah, karena saya sudah puluhan km dari rumah, mana mungkin saya balik pulang demi BB? Jadilah saya bepergian kali ini tanpa sahabat setia saya, BB :))

Penyesalan gak bawa BB makin menjadi-jadi ketika saya bertemu, Christien Hakim, guru nari saya Biang Bulantrisna pentas dan membacakan suratnya, paduan suara anak-anak yang begitu syahdu, dan se-abrek-abrek kekaguman saya di acara ini :)

Tetapi, bukan seorang hamba Allah yang bersyukur bila tidak bisa mengambil hikmah positif dari segala sesuatunya. Ya! Saya bersyukur BB saya ketinggalan, sehingga saya bisa benar-benar menyimak dan meresapi “pesan-pesan” dari orang-orang sukses yang menjadi pembicara dalam acara “Menjadi Indonesia”. Salah satunya, adalah saya bisa mengenal pribadi Handry Satriago, CEO GE Indonesia yang tentunya tidak pernah terbayangkan dari Kita semua, siapakah sosok pemimpin General Electric perusahaan raksasa dunia..!

Ketika saya berkesempatan mengenali sosok Pak Handry Satriago, CEO GE Indonesia, dan menyimak segala perjuangan beliau yang diawali pada usia 18 tahun harus di kursi roda, namun kini beliau memimpin perusahaan raksasa dunia, saya menjadi malu bila teringat keluhan-keluhan saya :)) *heyyy…elu sehat aza ngeluh,yg lain dg keterbatasan malah mencapai hal-hal luar biasa*

Mau tau profil beliau? Dikupas tuntas disini yaa….:

http://www.tempo.co/read/news/2010/12/04/090296679/Handry-Satriago-Si-Pemecah-Rekor-160

TEMPO Interaktif, Jakarta – Handry Satriago adalah “pelari” sejati. Dia ada di jalur sprint. Dia hadir di lini jarak jauh. Dan, astaga! Dia melesat di lintas maraton. Perhentian, stagnansi, dan zona nyaman adalah “halang rintang” yang dilibasnya dengan endurans nyaris tak tercela. Ya, hidup Handry ibarat lintasan lari mendebarkan–yang melukiskan ketakterbatasan manusia mengoptimalkan daya hidup di tengah keterbatasan.
Berbagai brevet yang dia kumpulkan sepanjang jalan membuat orang–barangkali–terpikat menjuluki dia “Wonderkid” dan sejenisnya. Entahlah. Tapi rasa-rasanya itu bukan julukan tepat. Dia manusia biasa saja, pria 41 tahun, yang persisten melawan rintangan, setiap kali. Kutipan dari satu teman masa sekolah agaknya lebih tepat menggambarkan Handry: “He is a comeback kid, he sure is–dia selalu kembali ke arena hidup dengan berdaya–betapa pun besarnya kesulitan.”
Pada 1987, kanker getah bening merenggut daya kedua kakinya, dan memindahkan dia ke kursi roda pada usia 18 tahun, hingga sekarang. Dari titik nadir panjang dan menakutkan, remaja itu bangun, menjemba kursi roda, lalu mengubahnya menjadi partner–dan bukan pasif tergantung. Dari atas kursi itu, Handry kembali mengeksplorasi tahun-tahun hidupnya bak pelari multilintas dengan target pursuit of excellence: menjadi yang terbaik.
Kini, 23 tahun kemudian….
Di lantai dasar Gedung Parkir BRI di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan–satu sentra bisnis paling prestisius di Ibu Kota–Handry menempati kantor Presiden General Electric Indonesia. General Electric (GE) adalah raksasa teknologi dan energi kelas dunia dengan 130 tahun sejarah. Didirikan Thomas Alva Edison di Amerika, perusahaan ini hadir di Indonesia sejak 70 tahun lalu–dan kini menggurita di 100 lebih negara.
Handry, anak tunggal sebuah keluarga perantau Minang sederhana, mengisi kursi itu sejak 1 September 2010. Dua rekor sekaligus dia pecahkan: menjadi lulusan pertama universitas dalam negeri yang mengisi posisi Presiden GE Indonesia, dan pemimpin termuda dalam sejarah General Electric global.
Prestasi itu tidak lahir dari ruang kosong, tentu saja.
Alumnus Institut Pertanian Bogor ini mahasiswa teladan nasional 1993. Dia memetik dua cum laude dalam masa studi–dan lulus doktor strategic management di Universitas Indonesia pada Juli lalu, di tengah jadwal superpadat sebagai Direktur Power Generation GE Energy ASEAN.
Bergabung dengan General Electric pada 1997, Handry sempat menangani Divisi GE Lighting. Dalam dua tahun, insinyur pertanian itu melejitkan pendapatan divisi ini dari nol ke US$ 3 juta (hampir Rp 30 miliar). “Dia punya semacam ketajaman melihat bisnis dengan cara out of the box. Itu membuat dia sukses mengendus potensi yang luput dilihat orang lain,” kata seorang pengusaha muda nasional.
Dua kali Handry memberikan wawancara kepada U-Mag.Pertemuan pertama dilangsungkan di rumahnya–lalu di kantornya, dua pekan kemudian. Mirip “bunker”, kantor itu simpel dan efektif: jauh dari kesan “power office”. Ada satu meja kerja. Rak buku kecil. Seperangkat sofa. Meja rapat. Kulkas satu pintu yang menyimpan berkotak-kotak jus dan teh serta Diet Coke. Di dekat jendela, sehelai sajadah tersampir di gantungan jas dari kayu.
Di ruangan itulah, Hermien Y. Kleden dan Andari Karina Anom serta juru foto Ijar Karim mewawancarai Handry Satriago untuk U-Mag edisi November 2010. Berlangsung dua jam lebih, wawancara itu lebih mirip diskusi seru, hampir tanpaoff the record.
Berikut ini petikannya.

Apa kriteria pertama Anda menerima sebuah pekerjaan?
Syarat pertama harus ada hal yang masih bisa saya pelajari terus-menerus di tempat itu, harus ada challenges. Jika semuanya sudah tertutup dan saya menjadi robot, itulah saatnya saya pergi–sebagus apa pun pekerjaannya.

Sebagus apa pun?
Sebagus apa pun! Saya selalu memerlukan passion untuk mendidihkan semangat, membuat saya merasa hidup, yang mungkin saya temukan di sebuah tempat yang masih memberi saya kesempatan belajar.

Tiga belas tahun Anda tidak beranjak dari General Electric. Artinya tempat ini membuat Anda belajar terus-menerus?
Persis! Ide saya adalah perusahaan harus tumbuh, ide-ide perlu tumbuh. Tapi saya juga mesti tumbuh. Dan itu saya temukan seluas-luasnya di GE. Kami selalu punya hal baru, setiap tahun ada pembicaraan baru, eksekusi baru. Kami tidak takut membuat kesalahan, dan kami belajar dari kesalahan. Itu cara kami bekerja, dan membuat GE tetap maju selama 130 tahun.

Oke, apa yang terpikir oleh Anda ketika menerima posisi National Executive GE untuk Indonesia?
Bahwa GE harus menjadi partner dalam bisnis di negeri kita, dan bukan hanya sebagai pemasok, equipment supplier. Saya barangkali “produk Indonesia” pertama yang memimpin GE Indonesia.

“Produk Indonesia” dalam arti apa?
Dalam arti saya bersekolah di sini dan hidup di sini. Tim saya seluruhnya orang Indonesia. Ketika teman-teman tahu posisi ini ditawarkan, semuanya gembira dan amat mendorong: “Come on, Handry, let’s rock, let’s do something.” Kami ingin membuat GE berguna bagi Indonesia, dan itu bukan cuma lewat program-program filantropis.

Soal GE menjadi partner bisnis, bisa Anda jelaskan lebih detail?
Ya, partner bisnis, dan bukan sekadar project based atau sebagai equipment supplier. Tapi partner. September 2909, Jeff Immelt (CEO dan Chairman General Electric–Red.) datang ke Indonesia. Dalam kesempatan itu, dia berbicara kepada kami. Kata Jeff, Indonesia selalu menjadi future market, pasar masa depan, untuk GE. Duduk di belakang ketika itu, saya menjawab, “Jeff, kita sudah lelah terus-menerus mendengar Indonesia sebagai pasar masa depan. Sudah 20 tahun terakhir kita mendengar hal itu. Mengapa kita tidak melakukan hal berbeda, membuat Indonesia “now market”?

Jadi ini soal perubahan mindset?
Ya! Tapi perubahan mindset adalah soal amat mendasar. Sebab, keputusan memperlakukan Indonesia sebagai future market dan now market akan mempengaruhi bagaimana seluruh bisnis GE akan dijalankan di Indonesia.

Apa respons Jeff Immelt terhadap usul Anda?
He bought the idea. Satu tahun setelah pertemuan itu, kami membuat banyak perubahan di Indonesia. Kami menerapkan lebih banyak strategi lokal, lebih banyak orang Indonesia yang memimpin GE. Bahkan sekarang boleh saya katakan semua GE leader kami di negeri kita adalah orang Indonesia. Dan itu sangat membahagiakan saya. Jadi, begitu Jeff sepakat, efeknya kayak orkestra. Begitu konduktornya memberi tanda oke, semua orang memainkan bagian musik masing-masing.

Dan bagian apa yang Anda mainkan ketika itu?
Menjadi salah satu orang yang bertugas mengalirkan pemasukan, revenue. Lalu, tiba-tiba, saya mendapatkan tugas baru ini sebagai national executive untuk Indonesia (Presiden GE Indonesia–Red.)

Apa respons pertama Anda terhadap posisi baru ini?
Sangat senang, tentu saja, terutama dari segi bahwa saya menjadi NX (national executive–Red.) GE untuk Indonesia, di wilayah tanah air saya. Saya bisa memandu, dari segi bisnis, bagaimana menjual GE kepada Indonesia dan “menjual” Indonesia kepada GE. Andai saya menjadi national executive di negara lain, kendati potensi bisnisnya jauh lebih besar, rasanya ceritanya tentu berbeda.

Dan itu salah satu alasan Anda mengusulkan perubahanmindset GE dalam melihat pasar Indonesia: dari pasar masa depan ke pasar masa kini?
Begini. Pada dasarnya, ini bukan hanya soal menjalankan bisnis di sebuah perusahaan multinasional, melainkan bagaimana membuat GE lebih bermanfaat untuk Indonesia. Untuk menjadinow market, kami tidak bisa sekadar bekerja pada basis proyek, atau menjadi sekadar pemasok–betapa pun besar nilai bisnisnya–tapi kami harus menjadi partner bisnis.
Di antara daftar impiannya, Handry meletakkan “kembali ke kampus” pada deretan teratas. “Saya amat suka mengajar. Dulu saya mengajar di kelas-kelas akhir pekan.” Menjadi guru, menurut Handry, memberikan luxury yang tak dia temukan dalam profesi lain. “Bayangkan, di sebuah kafe, ada yang datang memberi salam: ‘Pak, saya dulu murid Anda, sekarang sudah jadi ini dan itu.’ It feels sooo good, saya bisa senyum-senyum seharian,” ujarnya.
Rumahnya di Tebet memang lebih mirip kediaman seorang dosen ketimbang national executive sebuah perusahaan multinasional kelas dunia. Seluruh dinding ruang kerja dipadati buku, nyaris menyentuh langit-langit. Kitab dari aneka disiplin ilmu tersusun rapi–ekonomi, manajemen, energi, sains, sastra–hingga ensiklopedia travelling. Handry adalah pembaca yang rakus. Dia melahap buku-buku matematika tinggi atau teori-teori rumit energi dengan gairah yang sama mendidih seperti membaca novel-novel sastra klasik. “Novel-novel saya dari jenisold school,” katanya.
Cinta Handry juga meleleh pada musik-musik blues–yang disebutnya “oasis” di saat-saat berat. Membaca atau mendengarkan musik adalah cara dia merilekskan diri di rumahnya yang kasual, ramah, dan penuh lukisan Bali serta memorabilia keluarga. Rumah mungil itu tegak di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan. Halamannya ditumbuhi beberapa pokok bunga perdu–membuat terasnya lebih hangat.
***
Maaf, boleh kami tahu, kira-kira semampu apa Anda menjadi National Executive GE untuk Indonesia?
Wah, pertanyaan itu tentu lebih tepat Anda berikan kepada atasan saya, atau tim yang mengevaluasi saya. Tapi, andai evaluasi pribadi itu harus saya lakukan, kurang-lebih demikian: saya kenal betul Indonesia, saya hidup di sini, saya kenal betul GE setelah 13 tahun kami bersama. Saya pernah menangani bisnis proyek hingga bisnis nasabah (consumer). Saya punya semacam intuisi tentang apa yang harus dilakukan GE di Indonesia. Dan yang paling utama, saya mencintai, sangat mencintai Indonesia.

Mencintai Indonesia adalah satu hal, tapi mewakilinya di peta GE Global adalah hal lain lagi….
Saya tidak pernah berhenti belajar tentang perihal kompetisi, dan belajar mengapa kita, Indonesia, belum cukup kompetitif. Salah satu kunci dalam kompetisi adalah semangat, passion, untuk mempertautkan perusahaan multinasional sekelas GE dengan Indonesia. Harus ada yang mampu menghadirkan Indonesia sebagai sesuatu yang sungguh berarti. Dan harus ada yang berani mengatakan, “Hey, look I can do that for GE.”

And are you sure that you have that ability?
I feel I posses that: how to represent Indonesia to GE and vice versa! Tahun lalu, saya menyaksikan pertemuan Chairman GE Jeff Immelt dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan dan Menteri Perdagangan Mari Pangestu. Saya bangga sekali menyaksikan keduanya mewakili Indonesia dan paham betul menghadirkan konteks Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Potensi Indonesia sebagai pasar masa kini, apa sebetulnya yang Anda lihat?
Bertahun-tahun kita berulang kali mendengar orang mengatakan Indonesia kaya sumber alam dan sumber daya. Sekarang kita berada di latar agak berbeda. Mengapa? Situasi politik Indonesia lebih stabil, lebih transparan. Bagi kami, ini masa yang baik untuk lebih mengembangkan jaringan bisnis di Indonesia.

Karena makroekonomi kita bagus?
Ya, dan para menteri yang menangani bidang-bidang tersebut mampu bekerja amat baik. Momentum lain, sasaran domestik GDP kita meningkat dan otomatis meningkatkan kebutuhan infrastruktur. Nah, GE punya banyak rencana menyangkut infrastruktur, yang tentu perlu kami eksekusi dengan tepat dan berhasil.

Apa kesulitan utama yang dihadapi GE di Indonesia?Transparansi selalu menjadi satu isu yang dipertimbangkan banyak perusahaan multinasional yang hendak berinvestasi di Indonesia. Poin saya, transparansi harus beres agar daya tarik berinvestasi di Indonesia lebih besar. Kedua, soal sumber daya manusia. Kalau kita mau menjadikan Indonesia center of excellence, kita tidak bisa hanya melihat ke dalam, tapi harus berani membandingkannya dengan negara-negara lain.

Bisa dijelaskan lebih detail?
Di level ini, kita tak lagi berbicara soal sekian persen kinerja kita naik di dalam negeri, atau sekian persen revenue meningkat. Hitungannya harus jauh lebih dari itu. Misalnya, apakah insinyur kita lebih jago daripada insinyur-insinyur Thailand, atau apakah saintis kita lebih mahir daripada para saintis India.

Seperti apa kinerja bisnis GE Indonesia dibanding “saudara-saudara”-nya di ASEAN?
Detailnya harus dicek lagi, tapi seingat saya untuk tahun lalu Thailand dan Malaysia masih di depan Indonesia.

Ini yang kami dengar: Anda yakin GE mampu berkembang menjadi jauh lebih besar di Indonesia. Benar demikian?
Ya, saya sangat yakin dengan dua alasan. Pertama, kini kami punya tim lengkap, 100 persen di sini adalah orang Indonesia. Tapi yang jauh lebih penting dari itu, kami punya spirit dan punya gairah yang sama untuk “berlari”, yang di masa lalu tidak seperti ini. Kedua, produk dan servis kami betul-betul padan dengan apa yang dibutuhkan negeri Indonesia di masa kini. Jadi kuncinya adalah mempertautkan kepentingan GE dan Indonesia secara padu, lalu mengeksekusinya.
Di antara semua yang pernah melintasi hidupnya, ada sosok masa silam yang tak pernah habis menerbitkan rindu dan kehilangan pada Handry. Sosok itu menyadarkan dia–sampai kini–bahwa berlari, memanjat pohon, mendaki gunung, atau menandak di seputar api unggun pada malam kemahan sekolah bukan hal yang taken for granted–melainkan anugerah hidup.
Sosok itu adalah Handry Satriago remaja, dengan sepasang kaki kukuh dan utuh. Di akun Facebooknya, potret remaja itu terpampang: tampan, segar, dengan senyum luas dan merdeka. Rambutnya keriwil panjang, riap-riap, menjalari wajah dan bahu. “That boy was taken away from me in the middle of my glory time…,” suaranya yang berat, berdebum-debum sepanjang wawancara, tiba-tiba menjadi pelan.
Kanker getah bening melesakkan remaja itu ke dalam tiga bulan penuh limbung, di awal-awal sakitnya. Dia memekik kepada Tuhan, mengapa tega memotong cita-citanya menjadi ahli sains dan belajar ke negeri-negeri jauh. Kedua orang tuanya berhasil menyentuh titik balik kesadaran anak semata wayang mereka. Keduanya menekankan, warna-warni hidup sejatinya tetap seperti sediakala. Tapi Handry harus memutuskan warna apa yang hendak dia lukiskan ke “kanvas pribadinya”.
Anak itu menjawabnya dengan kembali ke sekolah, merebut sederet prestasi gemilang di bidang akademik serta karier profesionalnya. Dan terutama menerima sakit dan segala efeknya sebagai bagian integral hidupnya. “Kanker dan kursi roda ini memberi saya jauh lebih banyak ketimbang mengambilnya,” ujarnya dengan sungguh.

Boleh kami tanya hal agak pribadi? Anda sukses secara akademik dan profesi. Anda kini sehat walafiat. Jadi apa yang tidak Anda miliki?
Saya tidak punya kaki untuk berlari, padahal saya ingin sekali berlari. Saya amat merindukan kelas-kelas saya di kampus, tapi saya sekarang betul-betul belum punya waktu lagi untuk mewujudkannya.

Adakah yang tidak Anda sukai dari pekerjaan sekarang?
Ya, ada juga. Formalitas salah satunya. Formality is not my things. Saya punya satu suit di kantor dan lebih senang pergi kerja memakai kaus. Kalau harus datang ke acara-acara resmi, atau harus ketemu orang yang belum pernah saya kenal, saya pakai batik atau jas. Tapi, kalau nasabahnya teman lama, mereka tidak keberatan saya pakai kaus.

Apa yang Anda jawab kalau kalau ada yang bertanya soal hidup Anda di kursi roda?
Dulu sih panjang-lebar jawabnya. Tapi kan lama-lama bosan juga kalau setiap kali harus menjelaskan hal yang sama. Jadi jawabannya adalah jatuh, ha-ha-ha….

Ha-ha-ha…. Jatuh di mana, dong?
Oh, dari tebing Citatah. Singkat. Cepat. Memancarkan citra maskulin, ha-ha-ha… dan membuat orang tidak bertanya lebih jauh. Kalau jawabnya jatuh dari motor, panjang lagi: di jalan apa, motornya merek apa.

Oke, oke, tapi sejujurnya terganggukah Anda kalau soal ini bolak-balik dibahas?
Lama saya berpikir soal itu. Orang bertanya, orang menulis tentang saya, soal kesedihan, kursi roda ini, dan sebagainya. Sampai saya putuskan di satu titik: kalaulah kisah “kesedihan” ini bisa membuat saya memberikan inspirasi kepada banyak orang untuk tidak putus asa, so be it! Saya tidak keberatan melakukannya.

Ini klasik, tapi kami ingin tahu: dari mana sumber terbesar kekuatan Anda?Orang tua saya, yang tidak pernah memperlakukan saya secara berbeda setelah saya sakit. Teman-teman saya di Lab School (SMU Lab School Rawamangun–Red.) dan IPB. Saya merasa hidup dan sangat kuat kalau dipercaya bahwa saya mampu. Dan itu yang saya dapatkan dari mereka. Lalu saya bertemu dengan istri saya, yang selalu menjadi sumber utama kekuatan saya.

Di antara kumpulan sahabatnya, dengan mudah kita menemukan nama Dinar Putri Sriardani Sambodja. Keduanya berjumpa di General Electric, dan berkawan. Dinar, menurut Handry, teman yang asyik. Keduanya gemar membaca, berdebat, nonton aneka genre film, ngobrol yang seru sampai remeh-temeh. Oh ya, dan selalu ada musik. Dinar bermain piano, Handry memetik gitar sekadarnya.
Perkawanan itu beralih warna secara intens tatkala cinta tumbuh–perlahan dan solid. Handry jatuh cinta pada Dinar yang berotak encer–kini dia notaris yang punya kantor sendiri–dan berparas indah, dengan garis kecantikan “amat Indonesia”: rambutnya legam, menjuntai ke pinggang; kulitnya cokelat tembaga, seperti warna madu cair. Handry melukiskan Dinar dalam metafora yang manis: “She is a rainbow with strong color of friendship,” ujarnya. “Kami satu kubu banget, amat clicked, saya nyaman sekali bersamanya.”
Dua sahabat ini menikah pada suatu hari di bulan Mei 2001.

Kami dengar Anda mau naik haji?
Ya, saya berangkat ke Tanah Suci awal November.

Maaf, lagi-lagi ini pribadi: boleh tahu hubungan Anda dengan Tuhan sejauh ini?
Baik, baik sekali. Di awal-awal sakit, saya komplain terus-menerus, bertanya terus-menerus, tapi sekarang jauh lebih baik. Seperti yang saya katakan kepada Anda, and it’s true: kini saya bisa melihat dengan jernih, betapa kanker itu telah memberi saya jauh lebih banyak ketimbang mengambilnya. ***
Wawancara ini dipublikasikan di U-Mag (majalah gaya hidup pria Kelompok Tempo Media) edisi November 2010.