Ketika Saya di SBN BOOM Shin3versary – by X Amalia Martining Tyas

by Amalia Martining Tyas

Ini salah satu catatan perjalanan #nothingtosomething saya!

Salah satu yang menarik dari Bisnis Oriflame ini adalah training dan acara-acara yang diadakan oleh Oriflame sendiri atau acara masing-masing jaringannya.
Buat saya ini acara Big OOM SimpleBiznet selalu menarik, selain menjadi ajang pertemuan dengan upline, downline, sisterline atau crossline yang satu kota bahkan beda kota.

Ini kali ketiga saya menghadiri acara Big OOM SimpleBiznet dan rasanya masih sama, MENARIK!
Big OOM pertama saya sekaligus ulang tahun SimpleBiznet ke dua dengan tema serba merah
Big OOM kedua saya dengan tema London Calling
Big OOM ketiga saya sekaligus ulang tahun SimpleBiznet ke tiga Shin3versary dengan tema baju warna Pastel

Selain isi acara yang menarik, momen-momen penting juga tak terlupakan.
Salah satu yang saya sukai adalah recognisi, mungkin buat orang lain hal ini biasa saja, namun buat saya pribadi recognisi adalah momen paling ekspresi dimana orang bisa berdiri tegak setelah melewati satu proses panjang dan tidak mudah tentunya.
Yaaa … saya satu diantaranya yang merasakan 1 kali recognisi di level paling awal dalam jenjang karier Bisnis Oriflame dan sampai saat ini masih bertahan di level yang sama.

Acara Big OOM kali ini membuat saya sedikit sedih karena ditenggah keramaian saya masih datang sendiri tanpa kehadiran donwline, sempat berpikir ingin rasanya menjauh dari keramaian tapi saya sudah bertekad untuk hadir karena saya ingin melengkapi diri dengan melihat recognisi dan mendapat ilmu baru dari Remaja Tampubolon, bahkan beberapa hari sebelum acara saya sudah mengikuti timeline Remaja Tampubolon, saya harus tahu siapa dia dan apa kemampuannya.
Namun keinginan untuk menjauh sirna karena upline dan sisterline saya lebih menarik untuk saya sapa daripada saya hanyut dalam sedih yang pastinya tidak berguna nantinya.
Sekali lagi … saya kembali melihat recognisi dan ini menguatkan saya bahwa keputusan saya untuk terus berjuang dan bertahan tidak salah, mungkin masih ada yang salah dengan cara kerja saya tapi pilihan untuk berjuang untuk bertahan dalam bisnis Oriflame ini adalah keputusan yang benar untuk saya.
Mereka yang mencapai level tertentu pastinya mengalami PROSES nya sendiri, demikian juga saya.
Saya mungkin satu dari ratusan atau bahkan ribuan orang yang memiliki harapan menjadi lebih baik dalam Bisnis Oriflame ini. Sedapat mungkin saya tidak melewatkan training-training dari SimpleBiznet yang saya rasa harus saya ikuti demikian juga dengan acara Big OOM Shin3versary kali ini, tidak boleh saya lewatkan.
Duplikasi harus terus saya lakukan dengan lebih baik lagi, saya bisa melihat upline dan sisterline saya terus berkembang dalam jaringannya, saya harus bisa seperti mereka.

Jadi acara Big OOM Shin3versary kemarin bukan hanya sekedar pertemuan tapi juga penguatan diri serta kesempatan memperkaya ilmu dari Remaja Tampubolon untuk melakukan improvisasi dalam bertahan dan berkembang di Bisnis Oriflame ini.

Buat mereka yang mungkin saat ini masih berjuang dalam Bisnis Oriflame ini, jangan pernah berhenti ketika kamu lelah tapi berhentilah ketika kamu sudah sampai.

Go President!

G. Amalia Martining Tyas
#nothingtosomething

Terbayang-bayang Acara SimpleBiznet Big OOM Shin3versary Smart-Success-Simple – by Noorma Miryani Syamsiah

by Noorma Miryani Syamsiah

Semangaat paaagiii KAKAK NYAAA….

Masih terngiang-ngiang yah kata-kata Duo MC yang super kocak dan mirip ulet itu di acara BIG OOM Shin3versary SimpleBiznet Oriflame tanggal 18 Oktober kemarin

Pada hari Sabtu itu ada sekitar 5juta-an orang yang ber-dresscode warna pastel yang cerah ceria, datang berbondong-bondong ke Gedung BPPT Lantai 3 Jakarta, semuanya ingin ikut merayakan ulangtahun SimpleBiznet Oriflame yang ke-3

sekali lagi, Happy 3rd Birthday SimpleBiznet Oriflame, semoga tambah sukses, panjang umur
dan untuk semua membernya Go Diamond! Go President!

Ternyata di hari itu ada kejutan untuk kita semua dan membuat saya tambah bangga karena bergabung dengan SimpleBiznet Oriflame, yaitu Launching Jingle SimpleBiznet Oriflame

Woww… lirik lagu dan aransemen nya cocok sekali untuk di play setiap pagi sebagai mood booster kita dalam menjalani bisnis Oriflame
bisa sambil nyiapin sarapan anak-anak sambil joget-joget dan yang paling saya suka adalah kata-kata :
“Sukses itu mudah bersama SimpleBiznet”

Kalau boleh usul nanti launching koreografinya juga ya mba Ilna..hehe
Silakan didownload jingle SBN nya disini..

http://bit.ly/jingleSBN

Kemudian ada rekognisi bagi Consultant 3% s.d Consultant 9% dilanjutkan rekognisi manager 12% s.d senior manager
Yang paling kocak dan berkesan adalah parodi surprise pada saat rekognisi Double Diamond Rosa Puspasari dan ternyata ada di youtube lho…bagi yang pengen liat dan ketawa ketiwi lagi bisa klik link dibawah ini

Di Sesi kedua setelah ishoma kita sudah siap menerima materi dari motivator kita Bang Jaja Remaja Tampubolon

Ternyata eh ternyata bang Jaja yang baik hati itu bersedia menandatangani buku “Sales In You” yang kita pegang dan juga foto bersama..jadilah kita narsis dulu bersama bang Jaja….hihihi…

Poin pertama yang dibahas oleh Bang Jaja adalah Manage Your Emotion State yaitu dengan mengontrol BEL (Body, Emotion, Language) dimana semua hal itu dikendalikan oleh pikiran kita sendiri, seperti kutipan yang ditampilkan oleh Bang Jaja yaitu “Suatu gambaran yang terukir dengan kuat dalam pikiran –apapun bentuknya- akan muncul ke permukaan” (John Mcdonald).
-Apapun bentuknya- semua berawal dari pikiran kita sendiri
Disaat kita berpikir positif, maka semua gerak tubuh kita, emosi dan bahasa yang keluar dari diri kita pasti akan positif juga, mengikuti pola pikir yang kita bentuk.
Always feel success feel happy, maka sukses dan kebahagiaan pun akan datang menghampiri kita
Saat kita melihat dokumentasi leader-leader SBN yang baru pulang dari Gold Cruise, tentu semua ingin seperti mereka *ngeces*
Namun, jangan cuma sebatas ingin yaa.. semua itu pasti ada prosesnya
Lakukan dan nikmati prosesnya. Jika di dalam proses itu banyak tantangan dan rintangan yang datang menghadang, ada ilmu jabanin aja..
kalau semua sudah dijalani tetapi masih ada juga yang menguji hati sedemikian beratnya, lakukan hal berikut: angkat tangan kanan ke atas, lalu letakan di dada *elus dada* katakan pada diri sendiri..sabbaaarrr…sabbaarrrr…

Sebelum merubah sesuatu, diri kita dulu yang harus berubah
Ingin disayang upline dan ga dimarahin terus? kita dulu yang harus nurut dan duplikasi semua yang dikerjakan upline
Ingin downline bekerja lebih cepat dan nurut sama kita? kita dulu yang harus bekerja cepat dan beri contoh yang baik
:)
Yakinlah kita adalah SANG JUARA jika kita sudah berhasil melawan mental block yang ada di diri kita sendiri.
4 mental block itu adalah
Anger (rasa marah)
Semua pasti pernah dimarahin upline karena belum mengerjakan apa yang disuruh, rasanya pasti kesel, bete dan ingin marah balik. Bagi upline yang sering marah-marahin downline pasti bilangnya karena sayang seperti rasa sayangnya seorang Ibu kepada anaknya. Semuanya kembali lagi ke BEL tadi, manage your emotion by controlling Body, Emotion, Language. Jalin komunikasi yang baik agar tercipta hubungan yang harmonis.

2. Fear (rasa takut)
Mau prospek tetangga, takut. Ditugaskan jadi narasumber training, takut. Lawan semua rasa takut itu! Yakin dech disaat kita berhasil melawan rasa takut yang kita miliki, rasanya legaaaa dan juaraaaa…..

3. Living The Past (hidup di masa lalu)
Kita hidup di hari ini dan kita sambut esok hari yang lebih cerah dengan penuh semangat. Peristiwa dimasa lalu cukup dijadikan pelajaran bagi kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Yuk tepuk bahu teman sebelah kanannya *tepukbahu* katakan… MOVE ON ! :)

4. Comfort Zone (zona nyaman)
Ayo bergeraklah! Keluar dari zona nyamanmu, temukan tantangan, nikmati prosesnya. Sungguh.. kita yang terus bergerak akan lebih cepat mencapai tujuan daripada mereka yang hanya diam tak tahu mau kemana…

People buy from people they like
Menurut Bang Jaja, pada umumnya orang akan memutuskan membeli sesuatu dari orang yang paling dekat dihatinya. Nah, dalam memulai pembicaraan kepada orang yang baru kita temui, Bang Jaja memberikan tips-tips berikut ini:
Tersenyum
Selalu awali dengan memberikan senyuman termanis yang kita miliki :) Yakin dech banyak yang mau dekat-dekat sama kita.

2. Panggil Nama
Tanyakan nama panggilannya dan ingat namanya. Jangan sampai lupa dan nanya lagi-nanya lagi, apalagi sampai salah panggil nama, haduuh..pelanggaran.

3. Mereka Penting
Jadikan mereka adalah yang terpenting bagi kita. Tanyakan kabar keluarganya. Jika mereka sedang ada masalah, tanyakan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka. Tentu mereka akan merasa sangat diperhatikan dan dihargai.

4. Pendengar yang baik
Jadilah pendengar yang baik. Dengarkan seluruh kisahnya dengan seksama dan posisikan kita seolah berada diposisinya, sehingga kita bisa merasakan apa yang sedang dirasakannya.

5.Topik yang disuka
Bicarakan hal-hal yang disukai mereka. Seorang Ibu pasti senang menceritakan anak-anaknya. Seorang mahasiswa biasanya senang membicarakan tempat nongkrong terbaru dan sebagainya.

Lalu Bang Jaja juga memberikan tips-tips agar sukses dalam Bisnis Oriflame, tips-tipsnya yaitu
Fokus
Fokus pada tujuan awal kita bergabung di Oriflame, fokus pada impian kita, fokus pada proses yang akan mengantar kita ke hasilnya nanti.

2. Activity
Kerjakan apa yang harus kita kerjakan. Tepuk bahu temannya *tepukbahu* katakan: Kerjakaaaan !

3.Self Image
Ini sesuai dengan ilmunya SimpleBiznet yang sudah kita lakukan sehari-hari yaitu Branding. Branding bisa melalui Facebook, twitter, Blog dan lain-lain.. yuk update status mengenai segala sesuatu yang positif tentang diri kita. Bisa jadi kita menginspirasi teman-teman dan followers kita.

4.Today is a Masterpiece
Lakukan hari ini. Sekarang juga. Jangan menunggu besok.

Di sesi terakhir..
adalah sesi yang mengharukan
Sungguh..
Bang Jaja sungguh berhasil membuat kita semua yang datang, menangis tersedu-sedu dan menghabiskan berlembar-lembar tissue…
Kita semua berpelukan sambil menyanyikan lagu d’Masiv yang judulnya Jangan Menyerah

Bersama notes ini juga saya ucapkan terima kasih kepada Upline saya Mba Evie dan Mak Dir Dede Purwanti
Terima kasih tak terhingga kepada Core team saya yang juga hadir di Shin3versary: Tiara, Echi, Dhea, Nia, dan Renny
*matakembaliberair*
Bersama Kita Bisa ! Love You All…
*peluksemuanya*

Untuk semua member SimpleBiznet Oriflame
Semangaaaat! Jangan Menyerah!
Sukses itu mudah bersama SimpleBiznet

Be 3 – by Josi Dewi

by Josi Dewi

Persiapan itu dilakukan bukan untuk besok tapi untuk sekian waktu mendatang. Karena esok itu sebaiknya adalah mimpi yang terwujud dari sekian waktu sebelumnya. Be a smart planner!

Di kartu undangan tertera dress code: pastel. Oke, saya memilih warna hijau muda kalau begitu. Semoga senada dengan tujuan pastel, lembut dan ceria. Alasan saja sebenarnya karena memang hanya itu yang tergantung di lemari, lainnya tidak ada harapan. Hahaha…

Ruangan yang menampung kurang lebih 1500 peserta itu telah dipenuhi oleh warna-warna pastel di tepat jam 10.00 WIB. Sesuai jadwal di kartu undangan dimulainya acara, hebat!. Baru pertama kali saya menghadiri pesta ulang tahun sebesar ini dengan panggung sebesar itu dan on time!. Bisa on time itu prestasi apalagi di acara besar. Dan Saya hanya pernah liat panggung sebesar itu untuk pementasan teater atau kesenian, bukan perayaan ulang tahun. Ini grup, serius aja. Jadilah saya berada di urutan nomer tiga dari depan duduknya dengan teman-teman lain, karena dua di depan untuk Senior Manager ke atas. Lega, karena bisa duduk deket panggung selain karena minus mata saya yang memang kurang bersahabat.

Mengusung tema Smart-Success-Simple, Simple Biz Net (SBN) merayakan hari jadinya yang ke 3 tahun ini di tanggal 18 Oktober 2014. Saya, member baru tentu senang dan penasaran dengan isi perayaannya. Apalagi saya tinggal di Cibubur, kayanya ngga ada alasan untuk nggak ikut hadir. Dan ternyata banyak juga member dari luar kota ikut ke acara ini, yang (baru) saya tau member dari Medan dan Bandung!. WOW!!. Isi acaranya seperti bajunya, warna warni seru dan santai dari sharing pengalaman, recognisi, parodi sampai motivasi. Namanya juga merayakan ulang tahun, masa serius-serius banget hehe. Salah satu isi acaranya ada motivasi dari Remaja Tampubolon akrab dipanggil Bang Jaja dan buku gratisnya (penting buat saya yang suka koleksi buku). Motivator ini menurut saya sesuai tema, pembawaannya seru dan santai. Saya masih ingat ada rekan di sebelah saya yang tidak berhenti ketawa sampai terdongak-dongak dan miring-miring badannya karena seru dan lucunya Bang Jaja. Saya bahkan sempat tertawa hanya karena melihat dia tertawa.

Merayakan ulang tahun sebuah bisnis memang Smart ketika mengundang motivator, karena dalam bisnis akan lebih berat tantangannya untuk menjaga konsistensi dan semangat. Secinta apapun Anda dengan bisnis Anda. Dan yang saya kenal dari foundernya itu, Mbak Ilnayuti Sari, beliau dan tim tidak akan mengadakan acara sekedar haha-hihi dan cipika cipiki saja, melainkan acara padat karya. Hahahahaha….ngeri kaliiiiii.

Lalu saya dapat apa?suntikan semangat?oh iya, berkumpul dengan orang-orang yang bersemangat dan berfikiran positif itu memang memberikan energi baru, kapanpun. Bahkan belakangan ini saya mulai bisa membiarkan postingan-postingan yang bermuatan energi negatif untuk tidak dikomentari. Minimal saya lebih mudah tidak memikirkannya. Tidak nyaman?saya tinggal klik “unfollow”. Selain itu?Saya merasakan bahwa grup ini ada, dibangun dan bertahan karena adanya rasa peduli, pengertian dan saling support antar sesamanya. Seperti grup-grup lain yang saya miliki, ada dan bertahan karena alasan yang sama. Mereka Success karena telah mampu bertahan dan menggapai mimpi di Stockholm 3 tahun yang lalu, yakni membangun jaringan SBN dan mengembangkannya.

Pulang ke rumah saya ditanya “makin semangat dong?” saya jawab “alhamdulillah, selalu”.

Perayaan memang ditujukan untuk menyebar kebahagiaan. Seperti di hari ini, rakyat berpesta atas dilantiknya Presiden baru Indonesia. Presiden pilihan rakyat, Jokowi dan Wakilnya JK. Dengan mengusung tema revolusi mental, saya sepakat bahwa dalam bisnis pun mental perlu revolusi. Agar paham bahwa there is no easy play in business itu adalah benar, namun pastikan keberadaan si easy and fair strategy di dalam sebuah bisnis. Thanks to SBN yang membuat strategi bisnis begitu Simple dan mudah dipelajari. Gak usah ribet, kalau kata Bang Jaja.

SBN BOOM SHIN3VERSARY – by Duwi Nurhasari

by Duwi Nurhasari

Acara big OOM ultah SBN yang ketiga memang sudah selesai 3 hari yang lalu. Namun, semangat positifnya yang ditularkan dari serangkaian acara kemarin masih duwi rasakan sampai sekarang. Mudah – mudahan efeknya tidak hanya sesaat. Chayo!!! :)

Buat teman – teman yang tidak bisa hadir kemarin, duwi mau berbagi pengalaman mengenai acara tersebut, siapa tahu di acara OOM selanjutnya, teman – teman bisa hadir. Kalau perlu “wajib” ya!

============================

Internet dengan social medianya memang bisa menghubungkan seseorang menjadi lebih mudah. Dimanapun dan kapanpun. Melalui group fb, chat group, milis dan fasilitas online lainnya, kita bisa terhubung dan berbagi pesan satu sama lain di seluruh jaringan. Namun kesannya akan sangat berbeda jika kita bertemu langsung (offline). Karena di offline kita tidak hanya melihat, tapi juga melibatkan pendengaran dan gerak tubuh.

Ya, inilah yang duwi rasakan kemarin. Menjadi bagian dari 1500 orang yang hadir : memiliki impian sama, tujuan sama, semangat sama untuk sukses bareng di oriflame itu rasanya benar – benar WOW. Coba deh buktikan kalau ada OOM terdekat di kota Anda, Anda coba hadir dan rasakan sendiri. hehehe

Secara garis besar acara kemarin meliputi perayaan ultah SBN yang ketiga, recognisi, pembekalan motivasi oleh Remaja Tambupolon. Acara dimulai dari pagi hari sampai sore.

ULTAH SBN
Ini inti acara kemarin, yaitu perayaan ulang tahun SBN (Simplebiznet) yang ketiga. Tahukah Anda, diusianya yang masih sangat muda ini, SBN telah berkembang dengan sangat pesat lho. Saat ini anggotanya banyak yang masuk menjadi 15 Top leader di berbagai daerah. Hal ini tidak terlepas dari sistem SBN yang mudah diduplikasi dan COCOK jika diterapkan untuk bisnis oriflame.

*SBN adalah club para consultant oriflame yang didirikan oleh mba Ilnayuti Sari dan mba Sotya Dewi. Nah pentingnya kita menjalani bisnis oriflame bersama club, kita akan mendapatkan dukungan total dari club berupa training (offline/online), motivasi, sistem kerja dan sebagainya.

RECOGNISI
Orang – orang SBN benar – benar kreatif dahhh…. Duwi dibuat menitikkan airmata ketika melihat proses recognisi mba suciana permata (Diamond Director) dan senyum – senyum sendiri ketika proses recognisi mba rosa puspasari (Double Diamond Director). Di recognisi mba suci diberikan beberapa kejutan dari tim panitia acara. Diantaranya kehadiran orang tua dan keluarganya yang tadinya tidak bisa datang, eh tiba – tiba mendadak “nongol”, dapat ucapan selamat dari krisdayanti (ceritanya mba suci fans banget sama beliau) dan dibikinin lagu spesial dengan alunan petikan gitar atas inisiatif sang suami. So sweet….

Di recognisi mba rosa menghadirkan beberapa downlinenya dari berbagai daerah yang melakukan aksi teaterikal dimana adegannya menceritakan “sosok” mba rosa selama membina jaringannya. Tertawa geli jika mengingatnya kembali.

MOTIVASI
Ada tembok penghalang yang membelenggu pikiran kita. Dan bang “jaja” Remaja Tampubolon dengan detail menjelaskan faktor – faktor penghalangnya beserta tips bagaimana mengatasinya. Selain itu, di sesi motivasi ini ada banyak tips berjualan yang selama ini belum duwi pikirkan. Tidak lupa dapat buku gratis karangan beliau “Sales in You”.

============================

Akhir kata, duwi ucapkan selamat ulang tahun buat SBN yang ketiga, semoga berkembang pesat dan terus mencetak anggotanya sukses di oriflame. Tidak salah, saya memutuskan gabung di oriflame bersama club ini. Buat yang belum bergabung di oriflame dan mau gabung bersama kami, lengkapi persyaratan yang dibutuhkan : biodata, foto ktp, dan biaya registrasi Rp 49.900. :)

Malu kalo banyak mengeluh… – by Puteri Miranti Ningrum

by Puteri Miranti Ningrum

Awalnya, saya nyaris tidak datang ke acara “Menjadi Indonesia” di JW Marriot Kuningan Jakarta pada malam Rabu, 5 Desember 2012 — ya tadi malam tepatnya! Tapi mengingat guru tari saya, seorang Maestro tari Bali, yang pembicara sekaligus pentas nari di acara ini, maka dengan setengah hati saya pun berangkat dan pikiran saya pun penuh dengan slide training yang belum selesai :)))

Akhirnya…? ya karena pikiran kalang kabut, BB saya tertinggal di rumah! Waahhh padahal saya biasa “tergantung” dengan BB itu. Tapi yah, karena saya sudah puluhan km dari rumah, mana mungkin saya balik pulang demi BB? Jadilah saya bepergian kali ini tanpa sahabat setia saya, BB :))

Penyesalan gak bawa BB makin menjadi-jadi ketika saya bertemu, Christien Hakim, guru nari saya Biang Bulantrisna pentas dan membacakan suratnya, paduan suara anak-anak yang begitu syahdu, dan se-abrek-abrek kekaguman saya di acara ini :)

Tetapi, bukan seorang hamba Allah yang bersyukur bila tidak bisa mengambil hikmah positif dari segala sesuatunya. Ya! Saya bersyukur BB saya ketinggalan, sehingga saya bisa benar-benar menyimak dan meresapi “pesan-pesan” dari orang-orang sukses yang menjadi pembicara dalam acara “Menjadi Indonesia”. Salah satunya, adalah saya bisa mengenal pribadi Handry Satriago, CEO GE Indonesia yang tentunya tidak pernah terbayangkan dari Kita semua, siapakah sosok pemimpin General Electric perusahaan raksasa dunia..!

Ketika saya berkesempatan mengenali sosok Pak Handry Satriago, CEO GE Indonesia, dan menyimak segala perjuangan beliau yang diawali pada usia 18 tahun harus di kursi roda, namun kini beliau memimpin perusahaan raksasa dunia, saya menjadi malu bila teringat keluhan-keluhan saya :)) *heyyy…elu sehat aza ngeluh,yg lain dg keterbatasan malah mencapai hal-hal luar biasa*

Mau tau profil beliau? Dikupas tuntas disini yaa….:

http://www.tempo.co/read/news/2010/12/04/090296679/Handry-Satriago-Si-Pemecah-Rekor-160

TEMPO Interaktif, Jakarta – Handry Satriago adalah “pelari” sejati. Dia ada di jalur sprint. Dia hadir di lini jarak jauh. Dan, astaga! Dia melesat di lintas maraton. Perhentian, stagnansi, dan zona nyaman adalah “halang rintang” yang dilibasnya dengan endurans nyaris tak tercela. Ya, hidup Handry ibarat lintasan lari mendebarkan–yang melukiskan ketakterbatasan manusia mengoptimalkan daya hidup di tengah keterbatasan.
Berbagai brevet yang dia kumpulkan sepanjang jalan membuat orang–barangkali–terpikat menjuluki dia “Wonderkid” dan sejenisnya. Entahlah. Tapi rasa-rasanya itu bukan julukan tepat. Dia manusia biasa saja, pria 41 tahun, yang persisten melawan rintangan, setiap kali. Kutipan dari satu teman masa sekolah agaknya lebih tepat menggambarkan Handry: “He is a comeback kid, he sure is–dia selalu kembali ke arena hidup dengan berdaya–betapa pun besarnya kesulitan.”
Pada 1987, kanker getah bening merenggut daya kedua kakinya, dan memindahkan dia ke kursi roda pada usia 18 tahun, hingga sekarang. Dari titik nadir panjang dan menakutkan, remaja itu bangun, menjemba kursi roda, lalu mengubahnya menjadi partner–dan bukan pasif tergantung. Dari atas kursi itu, Handry kembali mengeksplorasi tahun-tahun hidupnya bak pelari multilintas dengan target pursuit of excellence: menjadi yang terbaik.
Kini, 23 tahun kemudian….
Di lantai dasar Gedung Parkir BRI di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan–satu sentra bisnis paling prestisius di Ibu Kota–Handry menempati kantor Presiden General Electric Indonesia. General Electric (GE) adalah raksasa teknologi dan energi kelas dunia dengan 130 tahun sejarah. Didirikan Thomas Alva Edison di Amerika, perusahaan ini hadir di Indonesia sejak 70 tahun lalu–dan kini menggurita di 100 lebih negara.
Handry, anak tunggal sebuah keluarga perantau Minang sederhana, mengisi kursi itu sejak 1 September 2010. Dua rekor sekaligus dia pecahkan: menjadi lulusan pertama universitas dalam negeri yang mengisi posisi Presiden GE Indonesia, dan pemimpin termuda dalam sejarah General Electric global.
Prestasi itu tidak lahir dari ruang kosong, tentu saja.
Alumnus Institut Pertanian Bogor ini mahasiswa teladan nasional 1993. Dia memetik dua cum laude dalam masa studi–dan lulus doktor strategic management di Universitas Indonesia pada Juli lalu, di tengah jadwal superpadat sebagai Direktur Power Generation GE Energy ASEAN.
Bergabung dengan General Electric pada 1997, Handry sempat menangani Divisi GE Lighting. Dalam dua tahun, insinyur pertanian itu melejitkan pendapatan divisi ini dari nol ke US$ 3 juta (hampir Rp 30 miliar). “Dia punya semacam ketajaman melihat bisnis dengan cara out of the box. Itu membuat dia sukses mengendus potensi yang luput dilihat orang lain,” kata seorang pengusaha muda nasional.
Dua kali Handry memberikan wawancara kepada U-Mag.Pertemuan pertama dilangsungkan di rumahnya–lalu di kantornya, dua pekan kemudian. Mirip “bunker”, kantor itu simpel dan efektif: jauh dari kesan “power office”. Ada satu meja kerja. Rak buku kecil. Seperangkat sofa. Meja rapat. Kulkas satu pintu yang menyimpan berkotak-kotak jus dan teh serta Diet Coke. Di dekat jendela, sehelai sajadah tersampir di gantungan jas dari kayu.
Di ruangan itulah, Hermien Y. Kleden dan Andari Karina Anom serta juru foto Ijar Karim mewawancarai Handry Satriago untuk U-Mag edisi November 2010. Berlangsung dua jam lebih, wawancara itu lebih mirip diskusi seru, hampir tanpaoff the record.
Berikut ini petikannya.

Apa kriteria pertama Anda menerima sebuah pekerjaan?
Syarat pertama harus ada hal yang masih bisa saya pelajari terus-menerus di tempat itu, harus ada challenges. Jika semuanya sudah tertutup dan saya menjadi robot, itulah saatnya saya pergi–sebagus apa pun pekerjaannya.

Sebagus apa pun?
Sebagus apa pun! Saya selalu memerlukan passion untuk mendidihkan semangat, membuat saya merasa hidup, yang mungkin saya temukan di sebuah tempat yang masih memberi saya kesempatan belajar.

Tiga belas tahun Anda tidak beranjak dari General Electric. Artinya tempat ini membuat Anda belajar terus-menerus?
Persis! Ide saya adalah perusahaan harus tumbuh, ide-ide perlu tumbuh. Tapi saya juga mesti tumbuh. Dan itu saya temukan seluas-luasnya di GE. Kami selalu punya hal baru, setiap tahun ada pembicaraan baru, eksekusi baru. Kami tidak takut membuat kesalahan, dan kami belajar dari kesalahan. Itu cara kami bekerja, dan membuat GE tetap maju selama 130 tahun.

Oke, apa yang terpikir oleh Anda ketika menerima posisi National Executive GE untuk Indonesia?
Bahwa GE harus menjadi partner dalam bisnis di negeri kita, dan bukan hanya sebagai pemasok, equipment supplier. Saya barangkali “produk Indonesia” pertama yang memimpin GE Indonesia.

“Produk Indonesia” dalam arti apa?
Dalam arti saya bersekolah di sini dan hidup di sini. Tim saya seluruhnya orang Indonesia. Ketika teman-teman tahu posisi ini ditawarkan, semuanya gembira dan amat mendorong: “Come on, Handry, let’s rock, let’s do something.” Kami ingin membuat GE berguna bagi Indonesia, dan itu bukan cuma lewat program-program filantropis.

Soal GE menjadi partner bisnis, bisa Anda jelaskan lebih detail?
Ya, partner bisnis, dan bukan sekadar project based atau sebagai equipment supplier. Tapi partner. September 2909, Jeff Immelt (CEO dan Chairman General Electric–Red.) datang ke Indonesia. Dalam kesempatan itu, dia berbicara kepada kami. Kata Jeff, Indonesia selalu menjadi future market, pasar masa depan, untuk GE. Duduk di belakang ketika itu, saya menjawab, “Jeff, kita sudah lelah terus-menerus mendengar Indonesia sebagai pasar masa depan. Sudah 20 tahun terakhir kita mendengar hal itu. Mengapa kita tidak melakukan hal berbeda, membuat Indonesia “now market”?

Jadi ini soal perubahan mindset?
Ya! Tapi perubahan mindset adalah soal amat mendasar. Sebab, keputusan memperlakukan Indonesia sebagai future market dan now market akan mempengaruhi bagaimana seluruh bisnis GE akan dijalankan di Indonesia.

Apa respons Jeff Immelt terhadap usul Anda?
He bought the idea. Satu tahun setelah pertemuan itu, kami membuat banyak perubahan di Indonesia. Kami menerapkan lebih banyak strategi lokal, lebih banyak orang Indonesia yang memimpin GE. Bahkan sekarang boleh saya katakan semua GE leader kami di negeri kita adalah orang Indonesia. Dan itu sangat membahagiakan saya. Jadi, begitu Jeff sepakat, efeknya kayak orkestra. Begitu konduktornya memberi tanda oke, semua orang memainkan bagian musik masing-masing.

Dan bagian apa yang Anda mainkan ketika itu?
Menjadi salah satu orang yang bertugas mengalirkan pemasukan, revenue. Lalu, tiba-tiba, saya mendapatkan tugas baru ini sebagai national executive untuk Indonesia (Presiden GE Indonesia–Red.)

Apa respons pertama Anda terhadap posisi baru ini?
Sangat senang, tentu saja, terutama dari segi bahwa saya menjadi NX (national executive–Red.) GE untuk Indonesia, di wilayah tanah air saya. Saya bisa memandu, dari segi bisnis, bagaimana menjual GE kepada Indonesia dan “menjual” Indonesia kepada GE. Andai saya menjadi national executive di negara lain, kendati potensi bisnisnya jauh lebih besar, rasanya ceritanya tentu berbeda.

Dan itu salah satu alasan Anda mengusulkan perubahanmindset GE dalam melihat pasar Indonesia: dari pasar masa depan ke pasar masa kini?
Begini. Pada dasarnya, ini bukan hanya soal menjalankan bisnis di sebuah perusahaan multinasional, melainkan bagaimana membuat GE lebih bermanfaat untuk Indonesia. Untuk menjadinow market, kami tidak bisa sekadar bekerja pada basis proyek, atau menjadi sekadar pemasok–betapa pun besar nilai bisnisnya–tapi kami harus menjadi partner bisnis.
Di antara daftar impiannya, Handry meletakkan “kembali ke kampus” pada deretan teratas. “Saya amat suka mengajar. Dulu saya mengajar di kelas-kelas akhir pekan.” Menjadi guru, menurut Handry, memberikan luxury yang tak dia temukan dalam profesi lain. “Bayangkan, di sebuah kafe, ada yang datang memberi salam: ‘Pak, saya dulu murid Anda, sekarang sudah jadi ini dan itu.’ It feels sooo good, saya bisa senyum-senyum seharian,” ujarnya.
Rumahnya di Tebet memang lebih mirip kediaman seorang dosen ketimbang national executive sebuah perusahaan multinasional kelas dunia. Seluruh dinding ruang kerja dipadati buku, nyaris menyentuh langit-langit. Kitab dari aneka disiplin ilmu tersusun rapi–ekonomi, manajemen, energi, sains, sastra–hingga ensiklopedia travelling. Handry adalah pembaca yang rakus. Dia melahap buku-buku matematika tinggi atau teori-teori rumit energi dengan gairah yang sama mendidih seperti membaca novel-novel sastra klasik. “Novel-novel saya dari jenisold school,” katanya.
Cinta Handry juga meleleh pada musik-musik blues–yang disebutnya “oasis” di saat-saat berat. Membaca atau mendengarkan musik adalah cara dia merilekskan diri di rumahnya yang kasual, ramah, dan penuh lukisan Bali serta memorabilia keluarga. Rumah mungil itu tegak di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan. Halamannya ditumbuhi beberapa pokok bunga perdu–membuat terasnya lebih hangat.
***
Maaf, boleh kami tahu, kira-kira semampu apa Anda menjadi National Executive GE untuk Indonesia?
Wah, pertanyaan itu tentu lebih tepat Anda berikan kepada atasan saya, atau tim yang mengevaluasi saya. Tapi, andai evaluasi pribadi itu harus saya lakukan, kurang-lebih demikian: saya kenal betul Indonesia, saya hidup di sini, saya kenal betul GE setelah 13 tahun kami bersama. Saya pernah menangani bisnis proyek hingga bisnis nasabah (consumer). Saya punya semacam intuisi tentang apa yang harus dilakukan GE di Indonesia. Dan yang paling utama, saya mencintai, sangat mencintai Indonesia.

Mencintai Indonesia adalah satu hal, tapi mewakilinya di peta GE Global adalah hal lain lagi….
Saya tidak pernah berhenti belajar tentang perihal kompetisi, dan belajar mengapa kita, Indonesia, belum cukup kompetitif. Salah satu kunci dalam kompetisi adalah semangat, passion, untuk mempertautkan perusahaan multinasional sekelas GE dengan Indonesia. Harus ada yang mampu menghadirkan Indonesia sebagai sesuatu yang sungguh berarti. Dan harus ada yang berani mengatakan, “Hey, look I can do that for GE.”

And are you sure that you have that ability?
I feel I posses that: how to represent Indonesia to GE and vice versa! Tahun lalu, saya menyaksikan pertemuan Chairman GE Jeff Immelt dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan dan Menteri Perdagangan Mari Pangestu. Saya bangga sekali menyaksikan keduanya mewakili Indonesia dan paham betul menghadirkan konteks Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Potensi Indonesia sebagai pasar masa kini, apa sebetulnya yang Anda lihat?
Bertahun-tahun kita berulang kali mendengar orang mengatakan Indonesia kaya sumber alam dan sumber daya. Sekarang kita berada di latar agak berbeda. Mengapa? Situasi politik Indonesia lebih stabil, lebih transparan. Bagi kami, ini masa yang baik untuk lebih mengembangkan jaringan bisnis di Indonesia.

Karena makroekonomi kita bagus?
Ya, dan para menteri yang menangani bidang-bidang tersebut mampu bekerja amat baik. Momentum lain, sasaran domestik GDP kita meningkat dan otomatis meningkatkan kebutuhan infrastruktur. Nah, GE punya banyak rencana menyangkut infrastruktur, yang tentu perlu kami eksekusi dengan tepat dan berhasil.

Apa kesulitan utama yang dihadapi GE di Indonesia?Transparansi selalu menjadi satu isu yang dipertimbangkan banyak perusahaan multinasional yang hendak berinvestasi di Indonesia. Poin saya, transparansi harus beres agar daya tarik berinvestasi di Indonesia lebih besar. Kedua, soal sumber daya manusia. Kalau kita mau menjadikan Indonesia center of excellence, kita tidak bisa hanya melihat ke dalam, tapi harus berani membandingkannya dengan negara-negara lain.

Bisa dijelaskan lebih detail?
Di level ini, kita tak lagi berbicara soal sekian persen kinerja kita naik di dalam negeri, atau sekian persen revenue meningkat. Hitungannya harus jauh lebih dari itu. Misalnya, apakah insinyur kita lebih jago daripada insinyur-insinyur Thailand, atau apakah saintis kita lebih mahir daripada para saintis India.

Seperti apa kinerja bisnis GE Indonesia dibanding “saudara-saudara”-nya di ASEAN?
Detailnya harus dicek lagi, tapi seingat saya untuk tahun lalu Thailand dan Malaysia masih di depan Indonesia.

Ini yang kami dengar: Anda yakin GE mampu berkembang menjadi jauh lebih besar di Indonesia. Benar demikian?
Ya, saya sangat yakin dengan dua alasan. Pertama, kini kami punya tim lengkap, 100 persen di sini adalah orang Indonesia. Tapi yang jauh lebih penting dari itu, kami punya spirit dan punya gairah yang sama untuk “berlari”, yang di masa lalu tidak seperti ini. Kedua, produk dan servis kami betul-betul padan dengan apa yang dibutuhkan negeri Indonesia di masa kini. Jadi kuncinya adalah mempertautkan kepentingan GE dan Indonesia secara padu, lalu mengeksekusinya.
Di antara semua yang pernah melintasi hidupnya, ada sosok masa silam yang tak pernah habis menerbitkan rindu dan kehilangan pada Handry. Sosok itu menyadarkan dia–sampai kini–bahwa berlari, memanjat pohon, mendaki gunung, atau menandak di seputar api unggun pada malam kemahan sekolah bukan hal yang taken for granted–melainkan anugerah hidup.
Sosok itu adalah Handry Satriago remaja, dengan sepasang kaki kukuh dan utuh. Di akun Facebooknya, potret remaja itu terpampang: tampan, segar, dengan senyum luas dan merdeka. Rambutnya keriwil panjang, riap-riap, menjalari wajah dan bahu. “That boy was taken away from me in the middle of my glory time…,” suaranya yang berat, berdebum-debum sepanjang wawancara, tiba-tiba menjadi pelan.
Kanker getah bening melesakkan remaja itu ke dalam tiga bulan penuh limbung, di awal-awal sakitnya. Dia memekik kepada Tuhan, mengapa tega memotong cita-citanya menjadi ahli sains dan belajar ke negeri-negeri jauh. Kedua orang tuanya berhasil menyentuh titik balik kesadaran anak semata wayang mereka. Keduanya menekankan, warna-warni hidup sejatinya tetap seperti sediakala. Tapi Handry harus memutuskan warna apa yang hendak dia lukiskan ke “kanvas pribadinya”.
Anak itu menjawabnya dengan kembali ke sekolah, merebut sederet prestasi gemilang di bidang akademik serta karier profesionalnya. Dan terutama menerima sakit dan segala efeknya sebagai bagian integral hidupnya. “Kanker dan kursi roda ini memberi saya jauh lebih banyak ketimbang mengambilnya,” ujarnya dengan sungguh.

Boleh kami tanya hal agak pribadi? Anda sukses secara akademik dan profesi. Anda kini sehat walafiat. Jadi apa yang tidak Anda miliki?
Saya tidak punya kaki untuk berlari, padahal saya ingin sekali berlari. Saya amat merindukan kelas-kelas saya di kampus, tapi saya sekarang betul-betul belum punya waktu lagi untuk mewujudkannya.

Adakah yang tidak Anda sukai dari pekerjaan sekarang?
Ya, ada juga. Formalitas salah satunya. Formality is not my things. Saya punya satu suit di kantor dan lebih senang pergi kerja memakai kaus. Kalau harus datang ke acara-acara resmi, atau harus ketemu orang yang belum pernah saya kenal, saya pakai batik atau jas. Tapi, kalau nasabahnya teman lama, mereka tidak keberatan saya pakai kaus.

Apa yang Anda jawab kalau kalau ada yang bertanya soal hidup Anda di kursi roda?
Dulu sih panjang-lebar jawabnya. Tapi kan lama-lama bosan juga kalau setiap kali harus menjelaskan hal yang sama. Jadi jawabannya adalah jatuh, ha-ha-ha….

Ha-ha-ha…. Jatuh di mana, dong?
Oh, dari tebing Citatah. Singkat. Cepat. Memancarkan citra maskulin, ha-ha-ha… dan membuat orang tidak bertanya lebih jauh. Kalau jawabnya jatuh dari motor, panjang lagi: di jalan apa, motornya merek apa.

Oke, oke, tapi sejujurnya terganggukah Anda kalau soal ini bolak-balik dibahas?
Lama saya berpikir soal itu. Orang bertanya, orang menulis tentang saya, soal kesedihan, kursi roda ini, dan sebagainya. Sampai saya putuskan di satu titik: kalaulah kisah “kesedihan” ini bisa membuat saya memberikan inspirasi kepada banyak orang untuk tidak putus asa, so be it! Saya tidak keberatan melakukannya.

Ini klasik, tapi kami ingin tahu: dari mana sumber terbesar kekuatan Anda?Orang tua saya, yang tidak pernah memperlakukan saya secara berbeda setelah saya sakit. Teman-teman saya di Lab School (SMU Lab School Rawamangun–Red.) dan IPB. Saya merasa hidup dan sangat kuat kalau dipercaya bahwa saya mampu. Dan itu yang saya dapatkan dari mereka. Lalu saya bertemu dengan istri saya, yang selalu menjadi sumber utama kekuatan saya.

Di antara kumpulan sahabatnya, dengan mudah kita menemukan nama Dinar Putri Sriardani Sambodja. Keduanya berjumpa di General Electric, dan berkawan. Dinar, menurut Handry, teman yang asyik. Keduanya gemar membaca, berdebat, nonton aneka genre film, ngobrol yang seru sampai remeh-temeh. Oh ya, dan selalu ada musik. Dinar bermain piano, Handry memetik gitar sekadarnya.
Perkawanan itu beralih warna secara intens tatkala cinta tumbuh–perlahan dan solid. Handry jatuh cinta pada Dinar yang berotak encer–kini dia notaris yang punya kantor sendiri–dan berparas indah, dengan garis kecantikan “amat Indonesia”: rambutnya legam, menjuntai ke pinggang; kulitnya cokelat tembaga, seperti warna madu cair. Handry melukiskan Dinar dalam metafora yang manis: “She is a rainbow with strong color of friendship,” ujarnya. “Kami satu kubu banget, amat clicked, saya nyaman sekali bersamanya.”
Dua sahabat ini menikah pada suatu hari di bulan Mei 2001.

Kami dengar Anda mau naik haji?
Ya, saya berangkat ke Tanah Suci awal November.

Maaf, lagi-lagi ini pribadi: boleh tahu hubungan Anda dengan Tuhan sejauh ini?
Baik, baik sekali. Di awal-awal sakit, saya komplain terus-menerus, bertanya terus-menerus, tapi sekarang jauh lebih baik. Seperti yang saya katakan kepada Anda, and it’s true: kini saya bisa melihat dengan jernih, betapa kanker itu telah memberi saya jauh lebih banyak ketimbang mengambilnya. ***
Wawancara ini dipublikasikan di U-Mag (majalah gaya hidup pria Kelompok Tempo Media) edisi November 2010.

Mau Jadi Diamond Langkah Harus Besar Keputusan Juga Harus Besar – by Eva Puri

By Eva Puri

Semangat Pagi…..

Sharing dan ngomporin eh bukan hehehe mau cerita aja boleh yaaaa….
Hampir 7 Tahun bekerja di perusahaan Kontraktor (dengan anak perusahaan developer& supplier) sebagai Head Finance Controller Project pasti hal yang tidak mudah untuk “RESIGN”….
Pengajuan resign yang dilakukan sejak tahun lalu, dengan puluhan calon pengganti tapi juga malah mundur sebelum aku resign sampai pada akhirnya aku bicara dari hati ke hati dengan atasanku.
“Pak, eva mau bicara sebentar ya pak selama ini kita kan jarang ngobrol serius masalah pribadi nah skr eva mohon bapak denger eva yaa pak ….. Bapak tau kan eva sejak tahun lalu ajukan resign dan memang tidak ada yang bs bertahan calon2 pengganti, eva mohon bapak izinkan eva pergi dari sini bukan untuk bekerja di perusahaan lain tapi eva punya keinginan besar dan rasanya ngga memungkinkan kalau eva berada disini terus, kalau anak dan suami ngga akan pernah jadi alasan untuk berhenti dari apapun tapi “kebersamaan dengan mereka rasanya ngga bisa eva tukar dengan jabatan saat ini dan salary yang diidamkan semua orang”… percayalah pak, pergi dari sini eva selesaikan semua outstanding dengan proyek2 kita

Dan temen2 tau, bosku jawab apa yang biasanya berkeras dan kaku lalu dia jawab “walaupun sangat-sangat berat OKE lah va, saya ngga bisa paksakan seseorang yang punya cita2 mulia…jelas sangat berat karena eva turut membesarkan perusahaan ini dan perusahaan belum bisa kasih yang berarti buat Eva..”
Tau ngga temen2, bosku ini pernah skors aku gara2 aku orifleman waktu pertama Dirsem ke Bali, dia juga larang istrinya ketemu aku krn dia member dijaringanku, tapi in shaa allah ngga akan pernah dendam sama beliau yang sudah memberikan ilmu sm aku selama ini ,selama bekerja dikantor ini…
Terinspirasi sama mba Ocha, waktu di panggung London Calling mba ocha bilang,” cita2 besar langkahnya harus besar dan keputusan juga harus besar saya terus mencari tujuan saya di oriflame ini apa, rumah ada, mobil juga ada, suami kerja, saya juga kerja kantoran pada saat itu dengan gaji yang lumayan besar ,ternyata saya butuh kebebasan waktu”
Huhuhu aku kok mewek waktu itu aku berpikir waktu ngga akan pernah bisa diulang walaupun kebersamaan aku sama anak2 sebenernya ngga banyak missed krn pagi sekolah aku yg antar, mereka disekolah aku juga dikantor, krn sekolah mereka fullday maka sore baru sampai dirumah, tapi pengen banget aku yg jemput mereka sekolah, saat mereka lunch antar nasi anget kesekolahnya, dan liburan kapan mereka mau tanpa harus menunggu cuti disetujui…
Ya Allah apa yang aku cari selama ini, gaji besar? Iya aku butuh untuk menghidupi semua keluargaku karena aku ngga terbiasa minta ini itu ke suami
Jabatan? Posisi idaman kt orang dan sulit untuk sampai ke posisi ini, mau makan jabatan emangnya? Sampe kapan?..

“Kan ada Oriflame vaaaa ngapain bingung sih kejar bonusnya bisa kok sama dengan gaji dikantor dulu”

Yessss kapan lagi aku bahagiakan keluargaku pakai hasil perjuanganku di oriflame…

2 januari 2015 aku efektiv bukan karyawan diperusahaan ini lagi yiayyy, dan in shaa allah berdua dengan adik buka perusahaan kontraktor kecil2an dan perusahaan travel krn hobiku jalan2 hihihi mohon doanya yaa manteman izin usaha dll sudah running penyelesaian
Jangan pernah takut membuat keputusan besar kalau hasilnya mau besar sebesar harapan kita, jadilah pejuang impian keluarga….

Bismillah siap jadi Diamond 2015

Love
-epapuli-

Target Retailku vs Target Oriflameku – by Windri Nurwasilawati

By Windri Nurwasilawati

Akhir-akhir ini aku banyak sekali dapet bbm atau inbox dari temen2 yg menanyakan soal lowongan kerja atau sekedar untuk jadi staff casual di bazar tempatku bekerja. Katanya sih kena PHK karena tutup toko atau habis kontrak.

Iseng2 aku tawarin oriflame.. hampir stiap teman yg mendengarkan aku menawarkan peluang itu mereka tertawa dan pasti pake embel2 gak bisa.. gak pintar dan gak punya modal.

keingetan sama temen yg pernah aku tanya kenapa gak lanjutin oriflamenya jawabanya adalah
“gak bisa ngejar targetnya”
Mungkin dia belom pernah jadi SPG kali ya.. jadi gak tau tuh rasanya kerja dikasih beban target puluhan jeti.. aku sih kenyang banget. Huhuhu…

Ini sih pengalaman aku pribadi dan sama sekali gak melebih2kan.
Aku adalah seorang karyawan tetap di sebuah perusahaan asing salah satu suplier brand2 ternama di bidang retail.
Jabatanku keliatannya keren..hahahah..
Aku seorang PIC/SPV area untuk JAWA BARAT. Gila yah keren beudd.. hahahah kesannya pinter banget gitu ampe smua cabang JAWA BARAT aku pegang.
Padahalmah ini udah bakat.. (bakating ku butuh) kalo gak butuh sih ogah banget mikirin kerjaan yg semena2. Hehehe..

SEMENA-MENA.Iya..Kata2 ini aku temukan dan rasakan setelah aku nyemplung di bisnis keren ORIFLAME. Kenapa? Karena aku bisa membandingkan bebannya..
Di seluruh cabang yg aku pegang itu total Targetnya adalah kurang lebih
Rp. 350.000.000 perbulannya dan itu hitungan Nett sales ya.. jadi kalo gross atau harga jualnya di tambah 1.1% lagi. Jadi sekitar…..?
Ya segitu deh yaa.. lebih banyak deh intinya.
Kalo di ORIFLAME aku punya target segitu udah level berapa ya???
Untuk jadi Senior manager aja itu CUMA butuh 10.000 bp setara dengan 60 juta.
Jadi kalo aku tiap bulan punya target 350 juta.
Di ORIFLAME udah jadi Director donk!!!!!!
Wooooww…..!!@_@

Gak percaya?mari berhitung!
Target Retail windri =350.000.000/bulan
SM di Oriflame = 10.000 bp
100 bp = Rp 600.000
1bp = 6000

10.000×Rp 6000 = Rp 60.000.000
Target retail :SM oriflame
350.000.0000 : 60.000.000 = 5.833
(dibulatkan jadi 6)

Artinya apaa? Target aku di retail itu adalah target 6 kali jadi Senior manager di oriflame dan kualifikasi director! Bonusnya 5 s.d 7 juta dan dapat cash award 7 juta!!! Amazingggggg…..

Oh ya.. bicara soal salary yah.. dengan jabatan aku yg notabene wara wiri kesana kemari dan pegang 10 cabang plus sistem yg berbeda. Karena beda depstore beda sistem plus beda promo juga.
Jadi lumayan bikin sakit kepala ampe vertigo..GAJI aku pun gak nyampe 5 jutaan. SEDIHHHH gakkk???
Hahaha…
Dan insentif ato bonusnya itu imuutt banget..kaga cukup deh buat beli pulsa! 73rebuuu ajaaa cyinnn….
Dan suamipun berkomentar sedikit ngebully
“insentif segitu mah aku juga bisa ngasih gak perlu kerja di aku mah” @_@ :p

Itulah alesannya kenapa aku seringkali aneh sama yg menutup mata dengan bisnis oriflame.
Aku aja malah pengen resign. Karena merasa pekerjaanku gak setara dengan apa yg diberikan perusahaan.
Aku salut sama Oriflame. Perusahaan asing yg berani membayar mahal utk setiap consultannya.
Jadi gak ada alasan deh buat aku mundur dari ORIFLAME.
Gak ada alasan menolak bekerja di perusahaan se Bonafit ORIFLAME.
Dan aku gak akan berhenti sampai smua target hidupku tercapai.. (bukan target perusahaan ^_^)

Semangat Pagi!!!
GO Senior Manager..
GO DIRECTOR!

_Windri Nurwasilawati_

Melakukan Pekerjaan Dengan Cinta – by Ika Wardany

By Ika Wardany

Assalamualaikum

Kebangun jam 02.35 dini hari itu rasanya sesuatu alhamdulillah banget.
Jadi inget sama kewajiban sunnah,jadi bisa lebih mikirin banyak ide lagi untuk kerjaan oriflame dan jadi banyak mendengar hal diluar sana yg mungkin kalo sudah pagi hari/ siang hari sudah tidak terdengar karena tertutup dengan kebisingan aktifitas lain.

Ada bunyi klakson kereta api atau apalah itu namanya saya lupa *tolong dimaafkan.xixi* jam segini.
Entah kenapa langsung mikir, ya Allah jasanya para masinis, pilot,supir bus,supir kapal itu luar biasa yah.
Mau,rela dan ikhlas nganter para penumpangnya jam berapapun sesuai jadwal yg memang harus dia antar.
Harus ninggalin keluarga dimalam hari bahkan mungkin saat hari raya.
Pernah kah mereka mengeluh, mungkin.
Tapi intinya mereka tetap berusaha,berjuang melawan kantuk,melawan rindu dengan keluarga,melawan dinginnya malam bahkan mungkin melawan rasa takut mereka karena terkadang harus mendapatkan jam kerja dimalam dan dini hari seperti saat ini.
Kenapa sih mereka mau seperti ini? Yah pastinya karena mereka mau mencari nafkah untuk keluarganya,mendapatkan gaji dan mereka mau hidup mereka dan keluarga terus berjalan lebih baik lagi dan pastinya karena cinta.

Bisa dilihat kan banyak orang diluar sana yg memiliki pekerjaan dengan tantangan yg jauh lebih dahsyat dari yg kita kerjakan dan korbankan untuk bisa sukses dioriflame.

Apa mereka bisa nolak jam kerja mereka di malam/dini hari? Bisa. Dengan konsekuensi diberhentikan pastinya yah. Dan mereka tidak melakukan itu karena mereka sadar itu sudah menjadi pekerjaan,dan tanggung jawab mereka. Sengantuk apapun,sekangen apapun dengan keluarga mereka tetap bekerja dengan baik dan profesional.

Nah gimana dengan kalian dioriflame?
Baru ngerjain oriflame belum ada 1bulan sudah mundur karena ditolak orang? Ditolaknya juga hanya via online.gak perlu jalan nemuin orangnya,gak perlu ada diluar rumah malem bahkan dini hari,gak perlu sampe nahan rindu sama keluarga seperti pak masinis ,pilot dan lainnya diatas.

Mundur dan marah-marah karena stock kosong atau barang telat dateng?
Sedangkan masih banyak barang yg lain, dan orang/pekerja gudang dan pengiriman dioriflame jg manusia.yg terkadang mungkin mereka sedikit lelah atau kadang mungkin mereka kena macet dijalan. Gak bisa kah sedikit mentoleransi hal-hal itu?
Memang selama hidup dunia anda tidak pernah yg namanya telat janjian sama orang/ telat dateng kesekolah/ kekantor karena macet atau karena hal lain?
Tidak kah teman,sekolah dan kantor anda mentoleransi anda? ;)

Masalah, rintangan, hal yg tidak disukai dan membuat tidak nyaman itu pasti akan anda temui kok tidak hanya dioriflame.
Hanya gimana anda mau memilih untuk berfikir positive menghadapinya atau sebaliknya.
Kalo sukses anda tidak pakai proses pait itu biografi atau cerita perjalanan kesuksesan anda nanti nya jadi gak seru loh :p .

Ya segitu aja sih catatan dari saya..
Intinya sih saya cuma kagum aja dengan apa yg telah dikerjakan oleh seorang masinis ,pilot dan lainnya lah.
Dan pengen gitu punya downline yg seperti mereka.yg bisa ngerjain oriflame dengan profesional. Gak bentar-bentar ngeluh ini itu.. Yg kuat dengan segala macem persoalan yg dateng. Dan yg gak pernah mikir untuk mundur karena disinilah pekerjaan yg dikerjakan dengan cinta, tempatnya mewujudkan impian dan merasakan hidup yg jauh lebih baik lagi.
ya doain aja yah semua downline saya sekarang seperti itu, kalo belum ada yg seperti itu tolong bantu didoain saya bisa mendapatkan downline-downline seperti itu.. Xixixiii amiiiin yg kenceng pake toa..

Makasih buat yg udah baca ,maaaf kalo ada kata yg salah dan menyinggung.gak bermaksud menyinggung siapapun kok.

Lakukan pekerjaan mu dengan cinta..
Karena cinta dapat membuat semua yg gak enak menjadi indah :)
Wassalam,
Regards,

Ika wardany
Director yg lagi berjuang pake turbo untuk bisa cepet jadi GOLD DIRECTOR.amin kan yah ;)

Sedikit catatan 3 tahun bersama Oriflame – by Suciana Permata Prayitno

By Suciana Permata Prayitno

Ga berasa hari ini (22 Mei 2014) sudah 3 tahun aku mengerjakan Oriflame. Memulai dan merintis bisnis baru, bisnis MLM yang menjadi alergi bagi sebagian orang tapi tidak bagi saya. Oriflame ini beneran ada produknya, jelas sifat kepemilikannya yaitu jual-beli maka saya akan jalani.

Sama seperti alasan sebagian orang yang katanya ga ada bakat ngomong, ga ada bakat MLM-an, takut ditipu lah dan lain-lain. Itu semua sirna setelah saya nyebur langsung ke dalamnya.

Ya memang ga perlu punya bakat apa-apa kecuali punya faktor kepepet. Mau sukses di Oriflame itu tidak ada syarat yang memberatkan cukup MAU belajar dari yang sudah sukses duluan.

Belajar, belajar dan belajar, semuanya bisa dipelajari, ilmunya bertebaran dan mentornya siap membantu 24 jam.

Di sini saya belajar bahwa merintis bisnis, apapun itu bentuk bisnisnya tidak pernah ada yang mudah. Tapi saya juga belajar, bisnis ini akhirnya bukan hanya memberikan saya perubahan lebih baik secara materi tapi juga secara hati dan spiritual.

Saya menjadi kuat karena penolakan yang datang bukan dari hanya adari orang lain tapi juga orang terdekat, keluarga, ditinggalin teman dekat ya udah ikhlas ajah. Tapi akhirnya saat ini saya malah digantikan oleh ribuan teman baru yang positif dan memaksa saya untuk terus berkembang.

Segala perubahan perilaku, sabar, tahan banting, kadang harus bisa jadi psikolog, jadi orang yang paling sabar di dunia, tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sampai cara membuat event yang didatangi ribuan orang, semuanya aku pelajari dengan gratis disini.

Sama lah seperti para pemula lainnya saya juga pernah bingung, pernah bengong saat pertama kali dijelasin. Tapi saya ga lama-lama berada di zona ga ngerti. Saya cepat bergerak, cepat mencari tau dan cepat mengerjakannya. Dalam sebulan bonus saya 400ribu lalu di bulan ke 5 naik jadi 5,4juta, namanya bisnis pasti ada naik turunnya, sempet stuck di tahun 2012an,membenahi diri, membenahi cara kerja lalu berani kepepet mencicil mobil dibulan April 2013 dengan bonus saat itu 9jutaan, dan hanya dalam tempo 1 tahunyaitu Mei 2014 bonusnya melonjak drastis jadi 30jutaan/bulan. Eits ini belum termasuk 4 Cash Award yang sudah mendarat dengan mulus dan disalurkan untuk menjadi manfaat yang besarnya yaitu 7juta, 14 juta, 21juta, dan 28juta.

Belum lagi rentetan Reward yang sekarang sedang saya nantikan. Dalam 3 bulan ke depan akan ada CRV gratis yang diantar ke rumah, akan ada juga Cash Award 42 juta yang bakalan ditransfer, ada bonus bulanan yang besarnya seperti angka di atas, dan liburan gratis setiap 6 bulan sekali yang udah ketauan jelas tujuannya aja nih yah September 2014 ke Eropa tepatnya Spanyol, Italia, Prancis. Lalu Agustus 2015 ke London.

Sebandingkah 3 tahun kerja keras saya dengan Reward yang luar biasa itu ? Sekarang coba diingat-ingat, jika yang kalian lakukan setiap hari hanya mengeluh, percuma. Karena keluhan hanya akan menjadi beban berat setiap harinya.

Yang harus dilakukan adalah mengambil tindakan. Udah syukurloh saat ini mah jalanin Oriflame enak, 90% online memanfaatkan gadget ditangan dan facebook. Jaman aku 1 tahun pertama ngerjain Oriflame itu semuanya serba offline, mondar mandir kesana kemari gembol anak, belom lagi kadang keujanan, keanginan. Ya udahlah sakitnya, perihnya, capeknya itu kan cuma sebentar..

Bener-bener bisnis percepatan itu saya rasakan di sini. Inget yaaa DIKERJAKAN pake usaha, pake capek,pake keringat, pake air mata, pake perjuangan, pake pengorbanan tapi tidak pake MENGELUH.

Betul kata mentor saya bilang, sekarang udah bukan waktunya lagi bertanya duhhh kapan gue kaya elo Ci, tapi buruan ambil bagian, buruan contek cara kerja saya, buruan bergaul dengan orang-orang yang memaksa kamu sukses.

Dan heyyyyy berita baiknya adalah bukan saya sendirian yang merasakan perubahan, ada banyak puluhan dan ratusan tim saya yang punya penghasilan antara 100ribu sampai 10 juta rupiah setiap bulannya, ada banyak downline saya yang sudah resign dan sekarang fokus bekerja dari rumah, ada banyak downline saya yang impiannya sudah terwujud dari mulai bisa beli gadget sendiri sampe beli mobil sendiri.

Bahagia rasanya, dari yang tadinya sendiri sekarang ramai-ramai. Tadinya mencari inspirasi, sekarang bisa menjadi inspirasi untuk yang lain. Percayalah saat Anda berkata BISA, maka tidak akan ada yang menghalangi karena hambatan terbesar itu sesungguhnya datang dari dalam diri sendiri. Semua orang BISA sukses di Oriflame, asal tidak berhenti!

Oriflame adalah salah satu hal terindah yang terjadi dalam hidup saya dan saya sangat bersyukur bisa mengenal perusahaan besar ini. Jadilah manusia hebat dalam sikap yang sederhana.

Suci,
Sapphire Director yang sedang kualifikasi Diamond Director
www.sucipermata.com

SeSimple dan Semudah Ini Kok Ngerjain Bisnis Oriflame – by Eva Pitna

By Eva Pitna

Prospek: Mbak, gimana cara kerjanya Oriflame? Kayaknya saya gak bakat deh..

Saya: mbak X makanan favorit apa?

Prospek: Loh apa hubungannya mbak? Bakso mbak, saya suka banget bakso.

Saya: ok. Kalau ada bakso enak banget terus kira2 mbak akan cerita gak ke temen2 mbak? Mbak ceritanya gimana?

Prospek: Iya saya biasanya kasih tau kalau ada bakso enak ke keluarga dan temen2 saya. Kasih taunya ya paling, eh disana ada bakso enak loh, udah pernah nyoba belum?

Saya: ok, kalau gitu mbak cocok dan ada bakat ikut Oriflame. Di Oriflame kami juga begitu mbak. Kita coba pakai produknya, lalu kita sharing tentang manfaat dan keunggulan produk ke temen2 dan keluarga. Lalu kalau ada yang tertarik mau coba juga, kita dikasih keuntungan langsung dari Oriflame 30% per produk. Semakin banyak yang mau nyoba, tentu semakin banyak Oriflame kasih keuntungan buat kita kan? Kalau ada yang mau dapat keuntungan juga, ajak untuk jadi tim mbak, maka kesempatan dapat keuntungannya semakin banyak lagi..

Kalau mbak bilang warung bakso disana enak, mbak dikasih keuntungan 30% atau satu mangkok gratis gak kira2?

Prospek: gak sih mbak hehehehe

Saya: Mbak X ngantor atau IRT kayak saya?

Prospek: Ngantor mbak..

Saya: kalau kantornya baik, gajinya besar, suka kasih hadiah, dikasih liburan ke luar negeri gratis, dapat fasilitas mobil, bosnya baik-baik. Kira-kira mbak akan cerita ke temen-temen dengan bangga gak? Terus kalau ada lowongan mau gak ajak kelurga dan teman-teman kerja di tempat mbak kerja sekarang?

Prospek: iya dong mbak, pasti saya cerita bangganya saya punya bos baik, gaji besar, dll.

Saya: nah begitu juga kami mbak. Karena perusahaan Oriflame baik banget, kasih gaji dan liburan + hadiah mobil mewah, maka kami dengan bangga akan cerita ke keluarga dan teman-teman dan ajak mereka untuk ikut ngerasain yang enak-enak kayak kami.

Begitulah cara kerjanya Oriflame: pakai-sharing-ajak pakai dan sharing . Intinya mah cerita…cerita dengan happy dan senang dan bangga kalau jadi konsultan Oriflame.. sama seperti mbak merekomendasikan makanan bakso favorit mbak dan kalau mbak cerita tentang perusahaan tempat mbak kerja dengan bos-bos baik dan fasilitas yang keren.

Sesimple dan semudah ini loh jalanin Oriflame . Sudah biasa kita lakukan sehari2 kan?(EP)

Selamat praktek ya.. :)
-EvaPitna-