Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/simple/public_html/simplebiznet.info/wp-content/plugins/all-in-one-seo-pack/aioseop_class.php:1443) in /home/simple/public_html/include/global.php on line 1326

Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/simple/public_html/simplebiznet.info/wp-content/plugins/all-in-one-seo-pack/aioseop_class.php:1443) in /home/simple/public_html/include/global.php on line 1326

Instan vs. Proses – by Naela Zulfa

By Naela Zulfa

Pada bulan November lalu, ketika saya menghadiri acara OOM (Oriflame Opportunity Meeting) di Semarang, ada bagian yg menarik di awal acara. Waktu itu panitia menampilkan sebuah tayangan animasi.

Dalam tayangan itu, diceritakan ada 2 orang, sebut saja si Instan dan si Proses. Instan dan Proses adalah dua orang pemuda yg tinggal di sebuah kampung yg sama. Kampung tempat mereka tinggal itu ternyata jauh dari sumber mata air, padahal untuk kegiatan sehari-hari, mereka sangat membutuhkan air. Satu-satunya sumber mata air terdekat letaknya di bukit seberang.

Lalu apa yg dilakukan si Instan dan si Proses?Si Instan melakukan hal yg kebanyakan orang lakukan, dia mendatangi sumber mata air tersebut untuk mengambil air. Setiap hari si Instan bolak balik ke sumber mata air membawa air dari sana dg ember ke kampungnya. Si Instan bisa memperoleh penghasilan dari apa yg dilakukan itu. Dia mulai bercocok tanam dan mempunyai beberapa hewan ternak.

Bagaimana dengan si Proses?Wah, ternyata dia melakukan hal yg berbeda, dia malah ingin menghubungkan sumber mata air di bukit sebelah dengan kampungnya dengan membangun saluran pipa. Pada siang hari si Proses mengangkut air sama seperti yg dilakukan si Instan, tapi malam harinya dia sedikit demi sedikit membangun saluran pipa tersebut.

Apa reaksi orang-orang kampung terhadap apa yg dilakukan si Proses?Mereka menertawakan dan mengejek si Proses. Di mata orang-orang kampung, apa yg dilakukan si Proses itu adalah hal yg aneh dan tidak masuk akal.Mereka lebih bisa menerima apa yg dilakukan si Instan, karena memang hasilnya lebih terlihat. Si Instan setiap hari bisa membawa ember berisi banyak air ke rumahnya. Sementara si Proses, dia hanya membawa air secukupnya di siang hari dan malamnya sibuk membangun saluran pipa, yang menurut orang-orang adalah hal yg mustahil.

Hari, bulan dan tahun pun berganti. Si Instan dan si Proses pun semakin lama semakin tua dan fisiknya melemah. Si Instan kini sudah tidak sanggup lagi bolak balik setiap hari ke sumber mata air untuk mengambil air. Tanaman di kebunnya pun mulai mati, hewan-hewan ternaknya kekurangan air, hidup si Instan kini jadi susah.

Bagaimana nasib di Proses?Saluran pipa yg selama ini dibangun si Proses dengan kerja keras sudah jadi. Kini si Proses bisa menikmati hasilnya. Dia tidak perlu jauh-jauh pergi ke bukit seberang untuk menimba air. Air dari sumber mata air, mengalir dengan sendirinya menuju rumah si Proses, memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyirami tanaman-tanaman miliknya, dan juga hewan-hewan ternaknya. Si Proses bisa menikmati hasil atas kerja kerasnya selama ini. Walaupun dulu banyak orang yg mengejek dan menghinanya, tapi dia tetap fokus dg tujuannya, dan akhirnya dia bisa membuktikan hasilnya.

Bagaimana dengan kita? Siapakah kita? Seorang pembawa ember seperti si Instan? Ataukah seorang pembuat saluran pipa seperti si Proses? Apakah kita hanya mendapatkan penghasilan kalau bekerja, seperti si pengangkat ember? Ataukah kita termasuk orang yang bekerja secara cerdas & kemudian mendapat penghasilan secara terus-menerus, seperti si pembuat saluran pipa? Seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi serta kerasnya persaingan hidup, waktu dan tenaga bagi semua orang adalah taruhan dalam usaha mereka untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Tidak peduli siang atau malam, hujan atau tidak, mereka bekerja keras mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan hidup.
Namun yang menjadi masalah adalah:
Pertama, waktu terbatas hanya 24 jam.
Kedua, tidak selamanya kita mampu bekerja.

Lantas, apa yang dapat kita lakukan? Cobalah untuk mengubah paradigma atau pandangan kita tentang cara mendapatkan penghasilan .Paradigma umum yang berlaku dalam mendapatkan penghasilan adalah bekerja untuk mencari uang dan membayarnya dengan pengorbanan waktu dan tenaga secara terus-menerus. Bekerja keras memang baik. Namun faktanya, kita tidak dapat bekerja secara terus-menerus karena ada saatnya kita memasuki masa pensiun/tua, stress dan depresi dengan urusan kantor, sakit, dan sebagainya. Kita juga butuh waktu untuk keluarga, memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang semakin beragam dan berusaha mewujudkan segala impian yang begitu kita harapkan.

Memang tidak mudah untuk mengubah cara pandang seseorang yang sudah turun-temurun melakukan cara kerja yang sama. Banyak orang yang suka berdiam diri di zona nyaman dengan menjalankan tugas rutin yang sudah menjadi kebiasaannya selama bertahun-tahun, sehingga mereka lupa untuk melihat kenyataan bahwa di luar sana ada cara-cara lain untuk mendapatkan penghasilan dengan lebih efektif. Seperti yang terjadi pada si Instan dan si Proses, mereka berangkat bersama-sama dan memiliki tujuan yang sama, tetapi karena mereka memiliki cara yang berbeda untuk mencapai tujuannya, maka hasil yang mereka peroleh pun tidak sama.

Inilah yang membedakan orang yang bekerja keras dengan orang yang bekerja dengan cerdas. Ada baiknya kita mulai mengubah paradigma lama itu dengan paradigma baru yang lebih baik. Oleh sebab itu, jika ingin berhasil, kita perlu membuka diri dan membuka pikiran, jangan skeptis dengan pendapat atau gagasan dari orang lain. Siapa tahu, kita bisa mendapat inspirasi dari gagasan tersebut yang bukannya tidak mungkin akan membawa perubahan besar dalam hidup kita.

Cerita diatas memang hanyalah cerita fiktif. Tapi saya bisa mengambil pelajaran dari cerita itu, karena apa yg dilakukan si Proses mirip seperti apa yg sedang saya lakukan di Oriflame. Saya tau banyak orang yg masih meragukan, menyepelekan, merendahkan bahkan menghina bisnis yg saya jalankan ini. Sebuah bisnis MLM yg masih di cap negatif oleh masyarakat, bisnis dengan modal kecil yang dianggap tidak akan mampu menghasilkan banyak keuntungan, bisnis yg mungkin masih aneh bagi kebanyakan orang. Saya juga tau banyak yang akhirnya menyerah setelah mencoba bergabung di bisnis ini. Karena mereka belum merasakan ada hasil apa-apa. Padahal, membangun bisnis Oriflame itu sama seperti membangun saluran pipa air, butuh proses dan tidak instan. Pada awalnya memang terasa berat dan hasilnya pun belum terlihat. Tapi ketika saluran pipanya jadi, maka kita tinggal menikmati hasilnya. Di saat orang lain masih bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan penghasilan, kita sudah punya saluran pipa yang mengalirkan penghasilan masuk sendiri ke kantong kita.

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat :)

Naela Zulfa
Independent Consultant Oriflame

http://naelazulfa.blogspot.com

Waspada Pencuri Mimpi – by Lia Sekar Suharman

By Lia Sekar Suharman

Selang setahun saya bergabung di Oriflame bukanlah hal yang mudah. Banyak pengalaman, kisah haru biru yang didapat. namun sampai detik ini saya masih bertahan, demi impian dan demi tujuan awal saya bergabung. Mengerjakan Oriflame man dengan online dan offline. keharusan action dan bina offline kita jabanin datangi, dan keharusan online pun kita seimbangkan. karena awal saya belum mahir benar menggunakan facebook dan media soasial lainnya maka saya lebih banyak offline, namun berjalan dengan waktu dan komit saya utk belajar agar action online seimbang , maka saya banyak belajar online yg progresnya ..lumayan lah bagi saya sekarang. Agak terkaget2 mengikuti dan mempelajari action offline terutama online karena banyak menghadapi pencuri impian. apa sih pencuri impian???

Awal join hingga sekarang..banyak orang mencibir, meragukan, penolakan bahkan menghina. namun banyak juga yang support sama kita. Cercaan dan hinaan serta cibiran ga hanya datang dari luar saja tapi juga bisa dari dan sesama pemain. Banyak teman atau saudara bilang saya gila oriflame, Namun segala negatif, kita ambil sikap positifnya saja. jadikan penolakan,cercaan dan cibiran menjadi pembelajaran bagi kita utk lebih baik ke depannya, jadikan itu sebagai motivasi kita utk lebih tetap bertahan, jadikan  hati kita kuat. toh ga semua anggapan orang itu benar atau tidak benar, Tak usah kita mencari pembenaran hanya dengan marah atau berhenti mengejar impian kita, atau mengacaukan impian kita. Jangan biarkan hal negatif mencuri impian kita, jangan biarkan mereka mencibir panjang ttg kita. Jangan biarkan si Pencuri mimpi itu menang. tetap lakukan, kerjakan dan berfikir positif untuk fokus raih tujuan.

Join di bisnis ini ga hanya selalu tentang uang tapi lebih pada pengembangan diri pribadi. yang tadinya ga bisa gadget jadi bisa, yg tadinya ga bisa ngomong jadi bisa, yang tadinya ga bisa jualan jadi bisa, yang tadinya ga bisa pergi jauh jadi bisa, yang tadi nya pemarah jadi sabaran,yang tadinya ga teges jadi teges, yang tadinya males jadi rajin, yang tadinya lemah hati jadi kuat hati. itu semua karena keinginan dalam diri akan perubahan hidup yang lebih baik. Dan ..ya..semua itu hanya ada dalam diri kita…

Pegang kuat impian kita…

Tetap bertahan..

Jauhi hal Negatif.

Lakukan inovasi dan kreativitas utk memajukan bisnis kita.

dan lakukan Jurus langit ; berdoa

Go SM

Go Director

Go Diamond

Apakah Kamu Tidak Mendapatkan Dukungan Suami untuk Berbisnis Oriflame? – by Dewi Kusrini

By Dewi Kusrini

Duluu, saya seorang guru di sebuah sekolah swasta, waktu itu saya browsing di internet tentang peluang usaha dan kerja part time, karena saya pengan mendapatkan penghasilan tanpa meninggalkan pekerjaan saya. (Sekarang lebih enak karena banyak yang menawarkan peluang bisnis Oriflame, hihihi). Bertemulah saya dengan emak upline saya Karina Susilaningsih. Kemudian diajaklah sayau ntuk join bisnis Oriflame, Awalnya saya ragu, dan tidak mau join, tapi setelah diberikan penjelasan, akhirnya saya memutuskan join dengan biaya pendaftaran 39.900. Dalam pikiran saya toh modalnya hanya 39.900, saya tidak perlu mengeluarkan uang hingga beratus-ratus ribu bahkan berjuta-juta.

Awal saya join Oriflame, saya belum tahu bagaimana cara bisnisnya, setahu saya masih seputar jualan kosmetik menggunakan katalog. Dengan bimbingan dari upline dan pastinya saya juga mau aktif belajar dan praktekin ilmunya, maka sedikit demi sedikit saya bisa menjalankan bisnis Oriflame.Menemui penolakan itu pasti, tapi itu adalah bukti bahwa kita kerja, dan itu merupakan salah satu seleksi kepada kita mau menyerah dan gagal atau tetep semangat dan sukses.

Sempat goyah juga, karena saya harus bedrest pada kehamilan kedua (kehamilan pertama keguguran), akhirnya saya resign dari pekerjaan saya dan pindah ke rumah mertua saya yang berada di pedalaman. Apalagi tak ada dukungan dari suami saya, yang mengatakan bahwa BISNIS ORIFLAME ADALAH BISNIS UNTUK ORANG KAYA.
Setelah saya kembali ke rumah orang tua saya, itulah saat saya move on, karena ada hal yang membuat saya yakin untuk terus berbisnis Oriflame, yaitu mimpi saya. Saya sadar, jika mimpi saya harus saya perjuangkan,tidak hanya mengandalkan suami saya. Dan kita juga tidak pernah tahu apa yangakan terjadi dengan kita dan keluarga kita nantinya, jadi ada baiknya kita memulai bisnis selagi kita diberikan kemampuan dan kesehatan untuk masa depan yag lebihbaik.

Walaupun pada awalnya suami saya tak mendukung, tapi setelah saya membuktikan bahwa Oriflame bisa memberikan saya bonus yang besar, dan benar-benar ditransfer ke rekening saya, kini suami saya memberikan dukungan penuh kepada saya untuk berbisnis Oriflame. Terlebih saya bisa menjalankan bisnis di rumah, sehingga saya bisa mengasuh dan menjaga anak saya yang masih kecil.
Penolakan dari suami bukan berarti bisnis Oriflame itu tidak bagus atau merupakan bisnis abal-abal. Tapi lebih kepada beberapa hal berikut ini :
1. Belum adanya pengetahuan suami yang lebih jelas tentangbisnis Oriflame.
2. Kekhawatiran suami akan bisnis online yangbanyak tipuan atau MLM yang merugikan.
3. Kekhawatiran akan waktu dan aktifitas berbisnisOriflame yang akan mengganggu aktifitas istri sebagai ibu rumah tangga ataupunpekerja kantoran.
4. Suami merasa mampu memberikan nafkah lebih sehinggaistri tidak perlu ikut mencari uang.

Maka dari itu, pahami lebih jelas dan benar tentang bisnis Oriflame. Bisnis Oriflame adalah bisnis internasional, ada di 62 negara,merupakan MLM murni dengan sistem direct selling (penjualan langsung), bukan money game yang akan merugikan member yang join belakangan, dan terdaftar di APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).
Pada dasarnya suami itu perlu bukti, bahwa istri menjalankan bisnisnya dengan serius dan bisa menghasilkan uang, bukan hanya sekedar janji saja. Di bisnis Oriflame, kita juga bisa mendapatkan banyak ilmu bisnis,management waktu, dan pengembangan karakter.
Jadi, selagi itu bisa membawa kebaikan, kenapa engga?? ;)

Dewi Kusrini
Director Oriflame
Hp/Whatsapp. 085 743 71 2525

10394653_10203268250540277_2941939223004969328_n

Kenapa Oriflame? – by Thita Febria Puspitasari

By Thita Febria Puspitasari

suatu hari saya diskusi dengan seorang kawan yang rupanya sudah beberapa bulan ini memperhatikan kegiatan saya di Oriflame.
nampaknya saya punya secret admirer dong ya kalo gini.. (haisshh..)
dan suatu saat dia tanya saya di percakapan chatting
“thita kenapa Oriflame?”
jawabannya sungguh mudah sih kalo saya mau nyebutin beberapa keunggulan oriflame yg saya sudah fasih..
namun karena ini yang bertanya adalah orang yg bahkan saya ga pernah komunikasi dan saya sendiri sudah me-mindset-kan “ahhh ama dia mah ga tertarik lah bisnis kek gw ini”
maka menjawab pertanyaan ini adalah tantangan buat saya..

diluar kebiasaan saya hanya berbicara tentang Jatuh Cinta.
saya hanya bilang karena “gw jatuh cinta”

well.. ternyata sebuah jatuh cinta itu mengisyaratkan sebuah tanda tanpa syarat. sebuah kata yang ga bisa di debat.
bagaimana mungkin sebuah bisnis kemudian bisa di jatuh cintai dengan aktifitas2nya…

jatuh cinta apapun akan terasa sangat mudah dan indah di jalankan
ga ada capek lelah dan terasa mutung..
sesekali badmood.. tapi ga nyerah sama badmoodnya..

lalu kenapa harus Jatuh Cinta dengan Oriflame?
gw cuma nyengir aja..
dan bilang.. ga bisa ceritain sebelum kamu terjun ke dalamnya
dan merasakan bagaimana rasanya bersama – sama dengan sekumpulan orang buat jalan bersama dengan kendaraan yang sama
so FUN karena mengerjakannya tanpa beban
Feel GOOD karena apa yang di rasa adalah positif
always BLESSING karena selalu mensyukuri apapun hasilnya yang dikerjakan

jadi apakah ada alasan saya supaya ga jatuh cinta dengan Oriflame?
saya rasa engga ada

Kata “Nyaman” yang Tidak Bisa Membuat Kita Berkembang – by Kiki Maulina

By Kiki Maulina

3 maret 2008 – sekarang 2015 sudah 7 tahun ga terasa aq bekerja diperusahaan ini.
Perusahaan ini sudah banyak memberikan ku apapun, dari aq sampai bisa kuliah dan lulus bisa biayain kuliah sndri, bisa biayain ade ku sekolah sampai lulus, bisa biayain aq hidup di jakarta merantau sendiri dll. Semua aq dapatkan dari perusahaan ini waktu yg fleksibel untuk ku kuliah karena bos aq sndri yg nyuruh kuliah, dan smpe uang kuliah di ACC perusahaan hehehe upsss ini bocoran yah hehehee
Perusahaan ini sangatt baik untuk ku, dan ini yg membuat ku Nyaman dan tidak berfikir dan ingin berkembang ya mungkin slalu aq bandingkan dengan perusaan aq ini hehehe.. Partner kerja udh nyaman, waktu fleksibel udh nyaman, cara bekerja udh nyaman apalagi coba yg ga nyamannya? Hehehe
Aq biasa kuliah sambil kerja waktu slalu sibuk untuk kerja dan ngerjain tugas kuliah dan saat aq lulus aq ngerasa waktu ku itu banyak terbuang sia2 untuk main setelah pulang kerja aq pngen mencari kesibukan mengisi waktu luang setelah bekerja ya aq cari2 di mbah Google dan ketemu yg namanya Oriflame dan ketemu lah aq dengan upline ku mak puteri hehhee.. Ga langsung gabung sh ada beberapa hari aq slalu diskusi apa sh kerjaannya karena aq blm punya pengalaman dalam hal Bisnis apalagi cara kerja bisnisnya sama sekali ga tau, yg aq tau ya ngatur uang ajah maklum anak Akuntansi wkwkwk..
Di oriflame aq baru bisa berkembang pikiran ku, banyak ilmu dan pengetahuan hidup yg aq dapatkan dari banyak orang dan aq selama ini ternyata sudah di Level NYAMAN dalam pekerjaan ku dan level nyaman itu yg ga buat ku berkembang, ga ada pernah berpikir bisnis, ga berpikir masa depan mau bisnis dll karena aq ga punya TEKANAN karena diperusahaan ku sudah memberikan kenyamanan. Hidup memang harus punya tekanan, disaat TEKANAN hidup makin besar usaha kita akan semakin besar juga untuk meraihnya dan mencapai itu. Saat kita di level nyaman memang tekanan itu kadang ga pernah terpikir maka buat lah tekanan itu.
Seperti aq mungkin skrg tekanan aq yaitu RUMAH aq mau punya rumah aq ga mau ngobtrak lagi aq harus punya rumah sendiri walau kecil, dan untuk mencapai itu aq harus lakukan ngumpulin uang dan alhamdulilah aq sudah punya bisnis yg untuk jalan mencapai itu, untuk masa depan aq. Bismilah emang belum banyak tp in sha Allah cukup untuk Dp nya
Buatlah tekanan yg besar dalam hidup kita agar kita bisa mengusahakan semua itu jika memang sudah ada tekanan ya usahakan karena tekanan itu ga akan selesai jika kita hanya berfikir saja tanpa mencari solusinya

Semoga bermanfaat sharing ku.

Kikimaulina
Leader oriflame indonesia
Whatsapp/sms 085715733378

Manajemen Waktu – by Dewi Hapsari

By Dewi Hapsari

Rasanya agak lucu ya kalau hari ini aku menulis tentang manajemen waktu. Padahal kayaknya sebelum akhirnya aku menjadi seorang istri dan ibu beberapa saat lalu, aku paling kacau deh kayaknya manajemen waktunya. Semua selalu last minute!
Tapi ini adalah sekedar berbagi pengalaman tentang bagaimana akhirnya aku bisa membagi waktu antara kegiatanku yang lain dan Oriflame.

Sewaktu aku pertama ikut Oriflame, aku masih bekerja sebagai konsultan pajak, di salah satu kantor akuntan publik internasional yang terkenal dengan jam kerjanya yang panjang jang. Keluar rumah jam 7 pagi, paling cepat sampai rumah jam 11 malam bahkan kalau sedang masa sibuk (hampir setahun semua masa sibuk), bisa pulang sampai rumah jam 1an pagi. Terasa gak enak deh sebenarnya sebagai istri, suami nyampe duluan di rumah. Dan ini adalah salah satu alasanku bergabung dengan Oriflame. Tapi ini untuk cerita di kesempatan lain. Cuma memang saat bergabung dengan Oriflame, aku udah yakin banget nih kalau bisnis ini asal dikerjakan dengan tekun, dan dengan cara kerja yang pintar, bisa berhasil dan kalau aku nanti berhenti kerja, aku bisa mendapatkan kembali gaji kantoran aku saat itu, dan bahkan lebih.

Jadi saat pertama kali bertemu dengan upline ku mbak Ilnayuti Sari, pertanyaan pertama yang aku tanyakan adalah bagaimana aku bisa mengatur waktu untuk bisa jalani Oriflame?
Aku tidak mengeluhkan kalau jadwalku sibuk banget. Pulang kerja masih harus setrika terkadang karena pakaian yang rapih sudah habis. Terkadangpun belum makan malam jadi mesti makan dulu, beberes, dan mencoba membuat rumah tetap kempling hehe. Tapi aku fokus pada solusi. Kenapa? Karena hati ini udah mau dan niat banget untuk bisa jalani Oriflame.

Jadi bagaimana cara menjalaninya? Ya harus siap capek, untuk mencapai yang diinginkan. Apalagi sedang merintis, lebih-lebih lagi.
Pagi di transportasi umum, aku mengerjakan Oriflame (dulu biasanya bobo), di kantor jam istirahat juga aku kerjakan Oriflame (biasanya dulu browsing internet atau ngobrol), pulang kantor di jalan juga kerjakan Oriflame (dulu biasanya juga bobo di kendaraan). Sampai di rumah, sebelum tidur juga aku mengerjakan Oriflame, baca-baca bahan OTNM, Simplelab dan lain-lain, kadang sampai jam 3 pagi.
Capek? Ya mayan deeh. Muka udah ga jelas bentuknya, kadang pun pikiran susah fokus haha. Akhir pekan juga aku gunakan untuk Oriflame.
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk berhenti kerja, ternyata mengatur waktu untuk Oriflame juga merupakan keahlian yang penting.

Ternyata menjadi ibu rumah tangga, memberikan aku lebih banyak kesibukan, lebih sedikit waktu sendiri untuk bisa fokus bekerja. Rutinitas pagi masih sama, karena anak harus sekolah. Pas anak di sekolah, aku harus berberes, menyiapkan makan siangnya, tapi pagi Oriflame an dulu. Jam 12 anak pulang, kita makan siang sama-sama, setelahnya ternyata anak nempel melulu, selalu butuh perhatian, butuh fokus orang tuanya. Apalagi sekarang si neng udah SD, mesti pandu dia kerjakan PR dan belajar untuk ulangan. Sore menyiapkan makan malam sembari nyetrika. Malam agak sedikit lenggang karena suami menemani anak. Baru bisa deh fokus bekerja. Masih diselingi dikit karena anak minta dibacakan buku cerita sebelum bobo. Kalau lagi gak di tengah kasih training, aku ladenin, atau minta anak memilih cerita yang pendek, atau terkadang harus minta tolonh ayahnya yang ladeni hihi. Tapi selebihnya waktu masih aku gunakan sampai dini hari untuk mengerjakan Oriflame.

Jadi pengalaman yang ingin aku bagi di sini, di mana ada kemauan pasti ada jalannya. Ini sudah hukumnya begitu. Hati manusia adalah organ yang paling kuat, kalau udah ada maunya, apapun bisa. Waktu semua orang sama-sama 24 jam, tidak ada yang diberikan 25 jam. Tinggal tergantung bagaimana kita membagi dan memanfaatkannya.

Semua orang sibuk kok, punya kegiatan sendiri. Cuma sesibuk apapun, aku sudah membuktikan, waktu luang itu ada. Hanya saja ketimbang menggunakan waktu itu untuk tidur, nonton tv, baca majalah, ngobrol dan lain lain, aku MEMILIH untuk menginvestasikan waktu itu di bisnis ini.
Oriflame memang bisnis rendah modal, itu sudah pasti, tapi investasi yang paling banyak dibutuhkan adalah waktu. Dan konsultan Oriflame tidak akan menyesal mengorbankan waktunya di sini, sebab Oriflame membayar mahal konsultannya yang gigih. Buktinya sudah banyak , tinggal kita ikutan membuktikan juga, ikut serta di sini, bukan hanya jadi penonton.

My First Director Seminar 2015 – by Chriesty Anggraeni

By Chriesty Anggraeni

Awalnya event tahunan yang diselenggarakan oleh Oriflame ini hanya ada dalam bayangan saya saja.
Tidak menyangka akan mendapatkan reward Oriflame secepatini. Padahal sebelumnya saya tidak menyetting akan lolos Senior Manager pada bulan itu.
Keyakinan director saya tak sama sekali tak di hiraukan karena waktu itu kegiatan yang masih disibukkan sebagai tenaga pengajar disalah satu SDIT di daerah Tangerang Selatan cukup menyita waktu saya.

Di minggu ketiga bulan itu ada pembicaraan hati ke hati antara director dan saya yang membuat saya mati-matian mengejar title Senior Manager. Menyisir activity report tiap harinya follow up kepada downline-downline cukup membuat panas dingin. Sementara waktu berjalan tapi PGBP waktu itu semakin melonjak naik. Antara percaya dan tidak di detik-detikV3 di tutup sempet melihat kalau title sudah berubah. Tapi tak sanggup bilang dan berkoar-koar sampai pada esok harinya V3 dibuka kembali.
Melihat status sudah naik level rasanya lemes banget takhenti-hentinya mengucap syukur dan terimakasih kepada upline dan downline atas supportnya sampai saya berada di titik ini.

Menjelang keberangkatan ke Bandung sebagai reward pencapaian title Senior manager, rasanya sudah mulai membayangkan atmosfernya berada disana. Ditambah ledekan pak suami yang bilang “ciee…..ada yang ikut Dirsem nih” ^_^
Selain perasaan haru dan bahagia mengikuti event tahunan ini saya pun tak henti-hentinya berdoa agar tahun depan bisa membawa pasukan untukberangkat Dirsem bersama-sama. Aamiiin..

Walau berasa pulang kampung ke Bandung, tapi manalah saya mau menghabiskan uang untuk menginap di hotel mewah dengan fasilitas oke ala Oriflame kalau bukan karena ikut Dirsem ini. Bertemu dengan teman-teman sisterline. Semakin mempererat hubungan persaudaraan kita.
Salah satu yang membuat saya bangga menjadi konsultan Oriflame, selain mengejar kebebasan financial di Oriflame juga memberikan kesempatan kepada kita untuk mengembangkan diri dan mempererat talisilaturahim. Bagaimana tidak, seluruh konsultan dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia berkumpul dalam satu ruangan. Mendapatkan berbagai ilmu dan informasi, melihat langsung para leader yang di recognisi (someday kudu naik panggung juga ^_^ aamiin) , menularkan aura positif satu sama lain, bergembira tak kenal usia dan menebar rasa “mupeng” buat para konsultan lain yang belum ikut Dirsem tentunya supaya merekapun segera mengejar title Senior Manager dengan kerja yang gak kenal lelah memasang targetnya dan memvisualisasikannya supaya tahu apa yang dikerjakannya semata-mata untuk memenuhi impiannya.
“Ya, kita semua para konsultan Oriflame adalah si “pengejar mimpi” tapi banyak mimpi yang sudah kita beli” kata-kata Mba Nadia Muthia TOP15 leader global terngiang-ngiang selalu :)

Event tahunan Director Seminar kemarin membuktikan pada saya sendiri bahwa reward Oriflame itu benar-benar nyata. Baru dapet 1 tiket Dirsem saja kegembiraan ini sudah luar biasa, apalagi jika sudah meniti tangga selanjutnya di sukses plan Oriflame dan mendapatkan cash award lalu menerima penghargaan di panggung Dirsem dan ucapan selamat dari Pak Amir Mortazavi selaku managing director Oriflame Indonesia. Alhamdulillah…saya pasti bisa!(afirmasi)

Ahhh…membayangkannya saja udah bergetar dan merinding. Yangjelas event tahunan kemarin bikin banjir hadiah dan air mata.
Air mata haru, bahagia dan air mata visualisasi mimpi kitabersama-sama.

Alhamdulillah, sudah berada di jalur yang tepat. MemilihOriflame untuk kendaraan saya menuju apa yang saya impikan. Tak ada usaha yang sia-sia. Percepatan kesuksesan ada di tangan kita, kita yang merencanakan,berikhitar dan berdoa dengan kuat. Agar Allah memeluk mimpi-mimpi saya lalu mewujudkannya, dan melancarkan usaha downline- downline saya untuk merealisasikan mimpinya yang menjadi amanah besar dalam diri saya.
InsyaaAllah saya akan terus berusaha! Keep struggle dan joint Oriflame :)

Salam hangat.
Chriesty Anggraeni.

6 Toples Keuangan ala Krishnamurti – by Hany Kurniasari

By Hany Kurniasari

Tanggal 6 awal bulan nih, pasti masih tebel dompetnya, masih penuh isi rekeningnya… iya, kan baru gajian Apa ???? Gaji mu 6 koma ? tanggal 6 sudah koma ? #eaaaa itu artinya ada yg harus diperbaiki.

Menurut Pak Krishnamurti, ketika kita gajian, jgn langsung digunakan untuk pengeluaran macam-macam, tapi bagi dulu dalam pos-pos yang disebut ‘toples’. Ada 6 toples yg harus kita sediakan :

1. Toples Gift/Sedekah
Toples ini fungsinya untuk kita menyisihkan penghasilan pertama untuk sedekah. Porsinya 5% dari penghasilan. Kalo orang muslim aturannya 2.5% itu zakat nah tambahin dong jadi 5% supaya bisa memberi sedekah ke yang lain.

2. Toples Education/ Pendidikan
Gunakan 10% dari penghasilan untuk pendidikan, contohnya adalah bayar uang sekolah membeli buku, mengikuti training yang bisa memberikan ilmu untuk anda di masa depan. Investasi untuk otak tidak akan percuma hasilnya.

3. Toples Necessity / Biaya hidup
Nah semua pengeluaran sehari-hari ambil dari toples ini ya. Masukkan biaya-biaya bulanan seperti listrik, telpon, internet, makan, belanja,Porsi Biaya hidup ini 55% dari penghasilan ya.

4. Toples Longterm Spending/Belanja jangka panjang
Contohnya beli rumah, beli mobil , beli tanah , semua yg termasuk belanja yang pemakaiannya nanti sekitar 5 tahun ke depan, mungkin. Jangka panjang. Porsi nya 10% ya.

5. Toples Financial Freedom/ Kebebasan Financial
Ternyata IMPIAN punya financial freedom itu tidak bisa di dapat kalau tidak dimulai dari sekarang. Memangnya mau kerja sampai tua, jadi karyawan seumur hidup tapi hidup masih pas pasan ? tentu tidak, kan . Itulah mengapa kita jangan hanya berpikir untuk makan sebulan, mulailah menabung untuk hari tua. Porsinya yang disarankan Pak Krishnamurti adalah 10% dari penghasilan. Contohnya : Buka rekening di bank tapi tidak diambil untuk jangka waktu yang cukup lama.

6. Toples Play
Apa tuh? dari tadi kan sudah ‘ngomongin’ tentang menabung, biaya, menyimpan, dst. lalu kapan kita jalan-jalannya?Kapan dong kita beli tas bermerek, sepatu mahal ? ganti gadget terbaru ?beli mainan anak?? nah itu yg namanya Play alias belanja yg harus dihabiskan , wuiihhh catet tuh HARUS DIHABISKAN untuk kesenangan kita, belajar menghargai kerja keras diri sendiri, belajar jadi orang kaya, jangan kebangetan pelit juga kali ama diri sendiri ya, sekali-sekali boleh dipakai untuk ke salon, untuk jalan-jalan ke luar negeri, untuk bersenang-senang. Tapi awas ! porsinya hanya 10% aja yaaa…

Nah sudah pas kan 100%

Coba deh dipraktekin yaaa paling tidak untuk setahun dulu dan liat hasilnya. Mumpung masih bulan Maret loh, masih bisa merubah resolusi 2015 kan. Jangan kelamaan kere ah. Gak bisa membantu siapa-siapa, wong membantu diri sendiri saja masih sulit.

Mari mulai sekarang siapkan 6 toples dan miliki penghasilan kedua bersama Oriflame dan SBN.
Siap ?

Rejeki tak Berpintu – by Anita Kusuma Wardhani

By Anita Kusuma Wardhani

Yah, okey penjelasan saya sudah selesai. terimakasih untuk kesempatan yang diberikan kepada saya bercerita tentang peluang besar Oriflame. Semoga bermanfaat.

bagai mana ada pertanyaan?

dari peluang dan sistem bisnis nya, sangat besar dan mudah kan?

x: iya mba, terimakasih atas semua penjelasannya. dari semua yang saya simak mengenai peluang dan sistem bisnis nya memang bagus. tetapi seperti nya saya belum bisa bergabung.
sy: kenapa? padahal kamu bilang sendiri bahwa peluang dan sistem nya bagus.
x: iya mba, masalah nya dilingkungan tempat kerja dan rumah sudah banyak yang ikut oriflame.

sepenggal percakapan..

baik lah.

temen-temen ku semua, sekarang saya ingin sedikit bercerita.

kalo kamu pergi ke tanah abang, apa yang kamu lihat?

kalo kamu menyusuri sepanjang jalan selepas pulang kerja, apa yang kamu lihat?

yah, betul teman. di tanah abang itu berkumpul teman-teman seprofesi. yaitu berjualan. yang hebat nya disitu berjualan barang yang hampir sama semua nya menjual.

nah disepanjang perjalanan, kita pun melihat jejeran kuliner kaki lima. betulkan?

sekarang apa yang terfikir dibenak mu?

apa mereka saling bermusuhan?

apa mereka saling menjelekkan satu sama lain?

enggak kan?

mereka bisa bersaing secara sehat.

karena itulah indikasi bahwa sebuah peluang besar.

mereka berfikir walau sudah banyak orang yang berprofesi sama justru akan semakin berkembang, semakin memunculkan persaingan positive, misal seperti meningkatkan service ke pelanggan dsb..

Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing.

Rasul SAW bersabda,
“Allah telah menetapkan takdir semua mahluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi“ (HR.Muslim)

Hal penting yang perlu dilakukan adalah sempurnakan ikhtiar, perkuat dengan doa, dan tawakal secara total kepada Allah. Biarlah Allah yang Maha Mengatur. Insya Allah, jika ikhtiar, doa serta tawakal kita total, kita akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Nah profesi yang saat ini saya lakukan adalah sebagai suatu ikhtiar.
Insya Allah ikhtiar saya di Oriflame sudah merupakan pertimbangan matang. karena saya yakin akan peluang besar yang oriflame persembahkan dan telah dibuktikan oleh banyak leader hebat.

#‎Oriflame
#‎Simplebiznet
#‎RejekiTakBerpintu

There’s Always a First Time for Everything – by Rena Faoziah

by Rena Faoziah

Inget banget waktu pertama kali belajar mobil, cuma 5 x pertemuan les nyetir, dari situ niat banget nambah paket sebulan lagi sama si instrukturnya karena masih belum PD kalau harus memulai pake mobil sendiri, waktu kursus PD banget, karena mobil yang dipake mobil si tempat les nya, tapi dipikir-pikir sayang banget uang hampir sejuta “dibuang” cuman karena takut gak bisa bawa mobil sendiri :D

Oke, selama hampir berapa minggu, mobil nangkring di rumah, karena suami gak pake, dan aku “belum berani” make. Suatu malam inget deh, ini ngapain ya, mobil ada kok aku setiap hari naek angkot, ongkos naik angkot bisa banget dialihin ke bensin mobil, besok harinya minta doa sama mamah, sama suami, mau nyetir mobil sendiri ke kantor, meskipun mereka juga takut, tapiiii denger alesan dari aku daripada itu mobil nangkring, akhirnya direstuin lah.

Awal-awal bawa mobil sendiri, ya begitu lah, tiap nemu “setopan” mulai deg-deg an takut gak bisa maju lagi, tiap nemu keadaan macet, deg-deg an lah karena takut mati tiba-tiba, tiap ketemu tanjakan, deg-deg an lah takut mundur lagi. Tapi ternyata, semua itu gak seseram di bayangan, semua bisa aku lewatin. Sekarang adalah bulan ke -3 aku nyetir mobil sendiri kemana-mana, selama 3 bulan belajar sendiri itu, ngalamin banget pintu mobil kena pintu garasi, nabrak pintu gerbang, ditabrak sama motor karena mundur lagi pas di polisi tidur, nyerempet mobil dan diserepet mobil, dimaki-maki orang :D

Tapi dari pengalaman itu, aku bisa belajar, ternyata jangan begini ternyata jangan begitu, jangan begini kalau gak pengen nabrak, harus begitu kalau pengen jalannya lurus. Pengalaman pertama ngasih pelajaran banget untuk hal-hal yang akan kita lalui selanjutnya. Yaaaaa sama aja dengan bayi, akan ada kata pertama, langkah pertama dan dengan yang pertama itu membuat bayi semakin pintar dalam langkah-langkah selanjutnya.
Di Oriflame juga, akan selalu ada yang pertama, pertama gabung gak bisa jualan, gak bisa rekrut, gak bisa ngomong di depan orang banyak, Alhamdulillah di Oriflame dikasih kesempatan untuk belajar, belajar untuk jualan pertama, rekrut pertama, dan ngomong di depan banyak orang untuk pertama kali setelah lama sekali ngomong di depan orang ketika zaman kuliah dulu. Tapi dengan yang pertama itu, Alhamdulillah sekarang jualan lancar, rekrut lancar, bahkan ngomong di depan orang udah burudul semua kata-kata di mulut, gak canggung lagi :D

Yes, Oriflame not only give me money, but its also give me more experience, more friend.

Thank You Oriflame ;)