My First Director Seminar 2015 – by Chriesty Anggraeni

By Chriesty Anggraeni

Awalnya event tahunan yang diselenggarakan oleh Oriflame ini hanya ada dalam bayangan saya saja.
Tidak menyangka akan mendapatkan reward Oriflame secepatini. Padahal sebelumnya saya tidak menyetting akan lolos Senior Manager pada bulan itu.
Keyakinan director saya tak sama sekali tak di hiraukan karena waktu itu kegiatan yang masih disibukkan sebagai tenaga pengajar disalah satu SDIT di daerah Tangerang Selatan cukup menyita waktu saya.

Di minggu ketiga bulan itu ada pembicaraan hati ke hati antara director dan saya yang membuat saya mati-matian mengejar title Senior Manager. Menyisir activity report tiap harinya follow up kepada downline-downline cukup membuat panas dingin. Sementara waktu berjalan tapi PGBP waktu itu semakin melonjak naik. Antara percaya dan tidak di detik-detikV3 di tutup sempet melihat kalau title sudah berubah. Tapi tak sanggup bilang dan berkoar-koar sampai pada esok harinya V3 dibuka kembali.
Melihat status sudah naik level rasanya lemes banget takhenti-hentinya mengucap syukur dan terimakasih kepada upline dan downline atas supportnya sampai saya berada di titik ini.

Menjelang keberangkatan ke Bandung sebagai reward pencapaian title Senior manager, rasanya sudah mulai membayangkan atmosfernya berada disana. Ditambah ledekan pak suami yang bilang “ciee…..ada yang ikut Dirsem nih” ^_^
Selain perasaan haru dan bahagia mengikuti event tahunan ini saya pun tak henti-hentinya berdoa agar tahun depan bisa membawa pasukan untukberangkat Dirsem bersama-sama. Aamiiin..

Walau berasa pulang kampung ke Bandung, tapi manalah saya mau menghabiskan uang untuk menginap di hotel mewah dengan fasilitas oke ala Oriflame kalau bukan karena ikut Dirsem ini. Bertemu dengan teman-teman sisterline. Semakin mempererat hubungan persaudaraan kita.
Salah satu yang membuat saya bangga menjadi konsultan Oriflame, selain mengejar kebebasan financial di Oriflame juga memberikan kesempatan kepada kita untuk mengembangkan diri dan mempererat talisilaturahim. Bagaimana tidak, seluruh konsultan dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia berkumpul dalam satu ruangan. Mendapatkan berbagai ilmu dan informasi, melihat langsung para leader yang di recognisi (someday kudu naik panggung juga ^_^ aamiin) , menularkan aura positif satu sama lain, bergembira tak kenal usia dan menebar rasa “mupeng” buat para konsultan lain yang belum ikut Dirsem tentunya supaya merekapun segera mengejar title Senior Manager dengan kerja yang gak kenal lelah memasang targetnya dan memvisualisasikannya supaya tahu apa yang dikerjakannya semata-mata untuk memenuhi impiannya.
“Ya, kita semua para konsultan Oriflame adalah si “pengejar mimpi” tapi banyak mimpi yang sudah kita beli” kata-kata Mba Nadia Muthia TOP15 leader global terngiang-ngiang selalu :)

Event tahunan Director Seminar kemarin membuktikan pada saya sendiri bahwa reward Oriflame itu benar-benar nyata. Baru dapet 1 tiket Dirsem saja kegembiraan ini sudah luar biasa, apalagi jika sudah meniti tangga selanjutnya di sukses plan Oriflame dan mendapatkan cash award lalu menerima penghargaan di panggung Dirsem dan ucapan selamat dari Pak Amir Mortazavi selaku managing director Oriflame Indonesia. Alhamdulillah…saya pasti bisa!(afirmasi)

Ahhh…membayangkannya saja udah bergetar dan merinding. Yangjelas event tahunan kemarin bikin banjir hadiah dan air mata.
Air mata haru, bahagia dan air mata visualisasi mimpi kitabersama-sama.

Alhamdulillah, sudah berada di jalur yang tepat. MemilihOriflame untuk kendaraan saya menuju apa yang saya impikan. Tak ada usaha yang sia-sia. Percepatan kesuksesan ada di tangan kita, kita yang merencanakan,berikhitar dan berdoa dengan kuat. Agar Allah memeluk mimpi-mimpi saya lalu mewujudkannya, dan melancarkan usaha downline- downline saya untuk merealisasikan mimpinya yang menjadi amanah besar dalam diri saya.
InsyaaAllah saya akan terus berusaha! Keep struggle dan joint Oriflame :)

Salam hangat.
Chriesty Anggraeni.

6 Toples Keuangan ala Krishnamurti – by Hany Kurniasari

By Hany Kurniasari

Tanggal 6 awal bulan nih, pasti masih tebel dompetnya, masih penuh isi rekeningnya… iya, kan baru gajian Apa ???? Gaji mu 6 koma ? tanggal 6 sudah koma ? #eaaaa itu artinya ada yg harus diperbaiki.

Menurut Pak Krishnamurti, ketika kita gajian, jgn langsung digunakan untuk pengeluaran macam-macam, tapi bagi dulu dalam pos-pos yang disebut ‘toples’. Ada 6 toples yg harus kita sediakan :

1. Toples Gift/Sedekah
Toples ini fungsinya untuk kita menyisihkan penghasilan pertama untuk sedekah. Porsinya 5% dari penghasilan. Kalo orang muslim aturannya 2.5% itu zakat nah tambahin dong jadi 5% supaya bisa memberi sedekah ke yang lain.

2. Toples Education/ Pendidikan
Gunakan 10% dari penghasilan untuk pendidikan, contohnya adalah bayar uang sekolah membeli buku, mengikuti training yang bisa memberikan ilmu untuk anda di masa depan. Investasi untuk otak tidak akan percuma hasilnya.

3. Toples Necessity / Biaya hidup
Nah semua pengeluaran sehari-hari ambil dari toples ini ya. Masukkan biaya-biaya bulanan seperti listrik, telpon, internet, makan, belanja,Porsi Biaya hidup ini 55% dari penghasilan ya.

4. Toples Longterm Spending/Belanja jangka panjang
Contohnya beli rumah, beli mobil , beli tanah , semua yg termasuk belanja yang pemakaiannya nanti sekitar 5 tahun ke depan, mungkin. Jangka panjang. Porsi nya 10% ya.

5. Toples Financial Freedom/ Kebebasan Financial
Ternyata IMPIAN punya financial freedom itu tidak bisa di dapat kalau tidak dimulai dari sekarang. Memangnya mau kerja sampai tua, jadi karyawan seumur hidup tapi hidup masih pas pasan ? tentu tidak, kan . Itulah mengapa kita jangan hanya berpikir untuk makan sebulan, mulailah menabung untuk hari tua. Porsinya yang disarankan Pak Krishnamurti adalah 10% dari penghasilan. Contohnya : Buka rekening di bank tapi tidak diambil untuk jangka waktu yang cukup lama.

6. Toples Play
Apa tuh? dari tadi kan sudah ‘ngomongin’ tentang menabung, biaya, menyimpan, dst. lalu kapan kita jalan-jalannya?Kapan dong kita beli tas bermerek, sepatu mahal ? ganti gadget terbaru ?beli mainan anak?? nah itu yg namanya Play alias belanja yg harus dihabiskan , wuiihhh catet tuh HARUS DIHABISKAN untuk kesenangan kita, belajar menghargai kerja keras diri sendiri, belajar jadi orang kaya, jangan kebangetan pelit juga kali ama diri sendiri ya, sekali-sekali boleh dipakai untuk ke salon, untuk jalan-jalan ke luar negeri, untuk bersenang-senang. Tapi awas ! porsinya hanya 10% aja yaaa…

Nah sudah pas kan 100%

Coba deh dipraktekin yaaa paling tidak untuk setahun dulu dan liat hasilnya. Mumpung masih bulan Maret loh, masih bisa merubah resolusi 2015 kan. Jangan kelamaan kere ah. Gak bisa membantu siapa-siapa, wong membantu diri sendiri saja masih sulit.

Mari mulai sekarang siapkan 6 toples dan miliki penghasilan kedua bersama Oriflame dan SBN.
Siap ?

Rejeki tak Berpintu – by Anita Kusuma Wardhani

By Anita Kusuma Wardhani

Yah, okey penjelasan saya sudah selesai. terimakasih untuk kesempatan yang diberikan kepada saya bercerita tentang peluang besar Oriflame. Semoga bermanfaat.

bagai mana ada pertanyaan?

dari peluang dan sistem bisnis nya, sangat besar dan mudah kan?

x: iya mba, terimakasih atas semua penjelasannya. dari semua yang saya simak mengenai peluang dan sistem bisnis nya memang bagus. tetapi seperti nya saya belum bisa bergabung.
sy: kenapa? padahal kamu bilang sendiri bahwa peluang dan sistem nya bagus.
x: iya mba, masalah nya dilingkungan tempat kerja dan rumah sudah banyak yang ikut oriflame.

sepenggal percakapan..

baik lah.

temen-temen ku semua, sekarang saya ingin sedikit bercerita.

kalo kamu pergi ke tanah abang, apa yang kamu lihat?

kalo kamu menyusuri sepanjang jalan selepas pulang kerja, apa yang kamu lihat?

yah, betul teman. di tanah abang itu berkumpul teman-teman seprofesi. yaitu berjualan. yang hebat nya disitu berjualan barang yang hampir sama semua nya menjual.

nah disepanjang perjalanan, kita pun melihat jejeran kuliner kaki lima. betulkan?

sekarang apa yang terfikir dibenak mu?

apa mereka saling bermusuhan?

apa mereka saling menjelekkan satu sama lain?

enggak kan?

mereka bisa bersaing secara sehat.

karena itulah indikasi bahwa sebuah peluang besar.

mereka berfikir walau sudah banyak orang yang berprofesi sama justru akan semakin berkembang, semakin memunculkan persaingan positive, misal seperti meningkatkan service ke pelanggan dsb..

Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing.

Rasul SAW bersabda,
“Allah telah menetapkan takdir semua mahluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi“ (HR.Muslim)

Hal penting yang perlu dilakukan adalah sempurnakan ikhtiar, perkuat dengan doa, dan tawakal secara total kepada Allah. Biarlah Allah yang Maha Mengatur. Insya Allah, jika ikhtiar, doa serta tawakal kita total, kita akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Nah profesi yang saat ini saya lakukan adalah sebagai suatu ikhtiar.
Insya Allah ikhtiar saya di Oriflame sudah merupakan pertimbangan matang. karena saya yakin akan peluang besar yang oriflame persembahkan dan telah dibuktikan oleh banyak leader hebat.

#‎Oriflame
#‎Simplebiznet
#‎RejekiTakBerpintu

There’s Always a First Time for Everything – by Rena Faoziah

by Rena Faoziah

Inget banget waktu pertama kali belajar mobil, cuma 5 x pertemuan les nyetir, dari situ niat banget nambah paket sebulan lagi sama si instrukturnya karena masih belum PD kalau harus memulai pake mobil sendiri, waktu kursus PD banget, karena mobil yang dipake mobil si tempat les nya, tapi dipikir-pikir sayang banget uang hampir sejuta “dibuang” cuman karena takut gak bisa bawa mobil sendiri :D

Oke, selama hampir berapa minggu, mobil nangkring di rumah, karena suami gak pake, dan aku “belum berani” make. Suatu malam inget deh, ini ngapain ya, mobil ada kok aku setiap hari naek angkot, ongkos naik angkot bisa banget dialihin ke bensin mobil, besok harinya minta doa sama mamah, sama suami, mau nyetir mobil sendiri ke kantor, meskipun mereka juga takut, tapiiii denger alesan dari aku daripada itu mobil nangkring, akhirnya direstuin lah.

Awal-awal bawa mobil sendiri, ya begitu lah, tiap nemu “setopan” mulai deg-deg an takut gak bisa maju lagi, tiap nemu keadaan macet, deg-deg an lah karena takut mati tiba-tiba, tiap ketemu tanjakan, deg-deg an lah takut mundur lagi. Tapi ternyata, semua itu gak seseram di bayangan, semua bisa aku lewatin. Sekarang adalah bulan ke -3 aku nyetir mobil sendiri kemana-mana, selama 3 bulan belajar sendiri itu, ngalamin banget pintu mobil kena pintu garasi, nabrak pintu gerbang, ditabrak sama motor karena mundur lagi pas di polisi tidur, nyerempet mobil dan diserepet mobil, dimaki-maki orang :D

Tapi dari pengalaman itu, aku bisa belajar, ternyata jangan begini ternyata jangan begitu, jangan begini kalau gak pengen nabrak, harus begitu kalau pengen jalannya lurus. Pengalaman pertama ngasih pelajaran banget untuk hal-hal yang akan kita lalui selanjutnya. Yaaaaa sama aja dengan bayi, akan ada kata pertama, langkah pertama dan dengan yang pertama itu membuat bayi semakin pintar dalam langkah-langkah selanjutnya.
Di Oriflame juga, akan selalu ada yang pertama, pertama gabung gak bisa jualan, gak bisa rekrut, gak bisa ngomong di depan orang banyak, Alhamdulillah di Oriflame dikasih kesempatan untuk belajar, belajar untuk jualan pertama, rekrut pertama, dan ngomong di depan banyak orang untuk pertama kali setelah lama sekali ngomong di depan orang ketika zaman kuliah dulu. Tapi dengan yang pertama itu, Alhamdulillah sekarang jualan lancar, rekrut lancar, bahkan ngomong di depan orang udah burudul semua kata-kata di mulut, gak canggung lagi :D

Yes, Oriflame not only give me money, but its also give me more experience, more friend.

Thank You Oriflame ;)

Habiskan Kupon Penolakanmu – by Evie Gustiani Gurnitha

By Evie Gustiani Gurnitha

Apa yang terlintas di pikiran teman – teman saat mendengar kata Oriflame?

Mayoritas mungkin akan bilang ” oh itu perusahaan kosmetik” “khusus cewek”, atau : “MLM ya?”, atau begini : ” Yang produknya mahal itu kan? “.

Saat kita ajak untuk bergabung pun, jawaban yang kita terima beragam : ” Sorry gua ga bakat jualan”, “Mesti punya banyak temen ya? Ah saya mah apa atuh, temen juga bisa di itung”. “Aku ga seneng dandan, ngapain udah tua, udah laku inih”, ada juga yang berbasa basi : Gue pikirin dulu deh, n then menghilang ditelan bumi….. :p.

Di awal saya bergabung,dari 10 orang yang saya tawarkan untuk jadi member, 9 diantaranya…..MENOLAK, dengan alasan di atas tadi, yang 1? ya bagian pikir – pikir, alias basa basi. Alias PHP, Pemberi Harapan Palsu, oh nasiiib, hehehe.

Apakah saya sedih, putus asa dengan penolakan – penolakan itu? Awalnya sedih, iya. Kok ga ada yang mau join sama saya, kenapa pada nolak, putus asa? Euh ga ada kata itu dalam kamus hidup saya, gagal? Di tolak? Coba lagi dong. Saya percaya bahwa Tuhan menciptakan semuanya berpasangan, ada siang, ada malam, ada laki-laki, ada juga perempuan, ada yang gemuk, ada pula yang kurus. Ada kegagalan, ada juga keberhasilan, ada yang nolak? Yaaaah pastiii bakal ada yang nerima dooong :D.

Berbekal keyakinan itu, saya mencoba menawarkannya pada 10 teman berikutnya, alhamdulillah ada yang nyangkut, siapa? Adik saya dan sepupu saya, itu pun karena saya todong, masih mau jadi adik saya ga, klo masih hayu ikutan,hahaha.

Namun karena di todong, di bawah paksaan, ya akhirnya ga jalan juga, ga order juga,sampe nomernya mati, hihi.

Dari sodara sobat temen itulah akhirnya saya menemukan orang yang mau gabung sama saya, setelah pencarian dan penolakan entah yang ke berapa, (ga saya itung biar ga mellow) tanpa dipaksa apa lagi di todong. Bersama mereka, kami bahu membahu membesarkan jaringan.

Sampai sekarang saya masih menghadapi penolakan dan harapan palsu. Tapi saya ga mau berhenti, impian saya terlalu mahal untuk berhenti hanya karena ditolak.

Habiskan kupon penolakanmu, maka akan ada saatnya kamu dapatkan Kupon Penerimaan mu.

Yakinlah bahwa : Kota Mekkah tidak dibangun dalam satu malam, begitu pula kesuksesan, semua pakai proses.

Bismillah,mari kita jalankan bisnis ini dengan 7 Y : Yakin, Yakin, Yakin. Yakin, Yakin, Yakin, Yakiiiin.

Terima Kasih Upline-upline ku -by Rosa Puspasari

by Rosa Puspasari

Yang namanya bisnis gak akan bisa jalan kalo gak punya mentor, bahkan bisnis kue sekalipun. Apalagi bisnis MLM yang kunci utamanya DUPLIKASI alias cuma FOTO KOPI apa aja yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah duluan gabung and sukses… so itulah yang saya lakukan sampai hari ini.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada upline-upline dan mentor-mentor yang telah membimbing saya di bisnis ini sehingga saya yang tadinya bukan siapa-siapa bisa menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain, menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain dan yang terpenting adalah bisa membanggakan keluarga.

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada sponsor saya, alias upline saya langsung, kakak kandung saya: Ilnayuti sari. Kalo bukan karena Ilna yang menarik saya kembali ke bisnis ini, mungkin saya masih terlena dengan pekerjaan kantor yang saya cintai. Kalo bukan karena double cash awardnya yang menampar saya, mungkin saya masih “bobo”, membiarkan nomor consultant saya berlalu begitu saja.

71460_10151309988425745_470644797_n

Biar kata kakak sendiri, bukan berarti saya diistimewakan. Ditegor keras, dijutekin, di semprot, diomelin pernah kok saya rasakan, mungkin lebih parah dari ‘sisterline’ saya yang lain ya, hehehe… tapi karena tujuannya baik jadi ya saya telen aja buktinya jelas kok hasilnya, bisa duplikasi dapet double cash award juga. Yang penting nurut aja deh, gak usah mencla mencle… cek-cok pasti ada kok, gak usah pas join oriflame, emang dari dulu juga di keluarga suka berantem, hehehe… tapi serunya di oriflame ini bisa makin dekat dan kompak karena yang dibahas tiap malem pasti soal goal masing-masing. Dan yang selalu bikin tenang setiap akhir bulan kalo curhat soal poin pasti jawaban ilna yang santai: “ah itu mah pasti tembus”, gak pernah ada kata pesimis dan biasanya kalimatnya selalu benar.

Yang kedua, nenek upline saya Mba Meuthia Rizki yang sangat menginspirasi. Biar kata saya gak pernah dibimbing langsung oleh beliau, tapi saya sadar salah satu yang membuat saya besar di bisnis ini adalah BOSS Family, club yang beliau dirikan… saya bisa naik level karena fasilitas, motivasi dan wejangan-wejangan beliau. Pernah suatu hari saya request “pengen deh OTO/BPS sama mba Thia” eh beliau bilang “ocha kayaknya udah gak perlu deh BPS sama aku, ocha udah tau apa yang harus ocha lakukan untuk jaringan, udah keren deh pokoknya!”. Saya semakin percaya diri dan semakin yakin bahwa saya bisa mencapai level seperti beliau. Upline gak selalu harus selalu dekat dengan kita, selama menduplikasi cara bekerja dan cara berpikirnya pasti kita bisa kayak mereka. Terima kasih ya mba thia…

Yang ketiga, saya ucapkan terima kasih kepada Andreas Backman Micka (ABM). Sejak level Senior manager, saya sudah diserahkan oleh Ilna ke management oriflame. ABM (yang sekarang sudah tidak di oriflame lagi) saat itu menjabat sebagai Senior Area Manager Oriflame Sudirman, yang hanya ‘memegang’ leader tertentu saja. Bangga dan bersyukur banget bisa di bimbing langsung oleh beliau yang smart, sabar, gaul dan lancar berbahasa indonesia. Dengan beliau ini banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, bukan hanya bertindak sebagai upline, tapi udah kayak temen: cela-celaan, ngambek-ngambekan mah tiap hari….hehehe, beliau juga tempat menampung curhatan kalo lagi galau sama jaringan. Tiba-tiba aja suka ada SMS dari beliau “hello my downline, lagi ngapain?” atau “kemana aja bu?”….Kalo SMS an kadang gak selalu urusan bisnis, bisa berjam-jam dan gak tau juntrungannya kemana, bisa ke GR an sendiri deh sama gombalannya….hahaha, kalo gak segera sadar bahwa emang style beliau ya begitu sama semua orang…

Suatu hari jam 2 pagi, saya masih bangun tiba-tiba ada whatsup masuk dari beliau: “kok kaki kamu turun, what happen?” dan saya langsung bales dengan nangis sesunggukan. Saat itu beliau sudah tidak lagi menjadi mentor saya, tetapi saya senang karena beliau masih suka memonitor progress saya. Kemudian menutup chating malam itu beliau bilang “don’t worry dear, you will be a diamond soon, sekarang kamu bobo ya”. Beliau selalu aja bikin hati lega dan riang gembira. Saya tidak akan pernah melupakan jasa-jasa ABM terhadap jaringan saya, banyak kenangan lucu bersama beliau :) Dan ketika gala dinner director seminar di bali, beliau gak lupa SMS “jangan balik ke hotel dulu, aku mau foto pake 4 cash award kamu”.

528631_10151309976690745_1838020651_n

Momen terakhir bersama-sama beliau adalah ketika kami ngopi bareng di pacific place, saya “dipaksa” untuk punya home office –> http://rosapuspasari.com/?paged=2. Semua persiapan ditulis detail oleh beliau satu persatu sampai saya tidak berkutik lagi. Bahkan beliau menawarkan untuk hunting furniture bareng :D dan akhirnya walaupun saya harus mengeluarkan belasan juta, terbukti dengan punya home office, kerja dirumah jauh lebih teratur. Satu hal yang saya gak pernah lupa sampai sekarang adalah pesan beliau untuk selalu tersenyum :D (katanya muka saya suka cemberut). Dan bangganya saya karena beliau selalu menceritakan saya di setiap trainingnya di jaringan manapun tentang prestasi saya yang sukses mengatur waktu sebagai karyawan dengan 6 bos, ibu rumah tangga dengan 1 anak dan bisa mencapai 4 title dalam 1 tahun di oriflame. Yang gak pernah lupa lagi juga, saya pernah BPS dengan beliau dari jam 7 sampai jam 11 malam di starbucks oakwood, rekor! :D

Yang terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada Nima Khoei. Nima adalah pengganti ABM, yang sekarang juga sudah tidak lagi di oriflame Indonesia. Beliau di promosikan menjadi country manager di oriflame kamboja, Burma dan laos. Walaupun saya dibimbing oleh beliau tidak terlau lama, tapi begitu banyak ilmu dan arahan yang saya dapatkan, terutama dalam hal menganalisa dan membangun strategi bisnis. Ketika pertama kali beliau mengetahui saya masih bekerja kantoran, saya langsung diajak duduk bareng dan ditanya kapan saya akan resign? Pertanyaan yang membuat saya jadi berpikir kembali, tujuan saya di oriflame ini mau ngapain? suatu hari beliau bilang “rosa think about this, which one is more important, your boss or your family?”. Dan karena saya berasa dikejar-kejar terus sama beliau (tiap BPS ditanyaijn mulu), akhirnya dengan perasaan yang sangat berat saya pun menentukan bulan. Kalo bukan karena beliau bisa jadi saya terus-terusan dalam dilema dan masih jadi karyawan :D

529845_10151309978040745_1914861743_n

Lalu ketika hari pertama saya tidak bekerja lagi, saya bertandang ke kantor beliau, beliau bertanya “so how do you feel that you are now 100% oriflame?” saya gak bisa menyembunyikan perasaan saya, saya menangis di depan beliau sampe beliau nyariin tisu: “you must be sad karena ninggalin office, tapi pikirkan sekarang kamu bisa setiap saat melihat anak kamu, dan kamu bisa menentukan kapan aja kamu mau kerja”. At that time, I can only say “thank you nima” karena udah ‘memaksa’ saya untuk berani membuat keputusan besar dalam hidup saya.

Saya terharu.. dengan perlakuan dari management oriflame yang peduli dan memikirkan saya dan keluarga saya.

Saya bersyukur sekali bisa kecemplung di bisnis ini, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan terutama tentang kehidupan: kesabaran, keihklasan, pengendalian diri bener-bener sebagai manusia saya diuji untuk menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Bagaimana saya yang tadinya pemalu, pendiam, gak punya banyak temen, gak punya apa-apa yang bisa dibanggakan, demam panggung….sekarang bisa jadi pebisnis yang memimpin ribuan downline saya dari sabang sampai merauke.

Upline itu seperti orang tua kita dalam bisnis ini, semua upline pasti ingin yang terbaik untuk downlinenya, kalo upline bawel, tegas, keras itu tanda sayang sama kita karena pengen kita maju. Upline dan downline harus bersinergi, harus kompak, harus punya hubungan yang baik, gak boleh saling menghasut. Layaknya orang tua kita kalo kita gak mau nurut dan ngeyel pasti deh jalan kita di bisnis ini gak akan mulus. Sudah ada beberapa bukti di jaringan saya yang seperti ini, ujung-ujungnya impian kalian yang dipertaruhkan, jangan ya downline-downlineku… kita ini satu keluarga, semakin kita bersatu maka semakin cepat goal kita akan tercapai…

Sebagai downline, saya ingin selalu menjadi kebanggaan upline, saya akan terus berkarya lewat oriflame dan simplebiznet… saya gak mau jadi orang yang sok tau segalanya soal bisnis ini, tentunya saya masih akan terus membutuhkan mentor. Terima kasih upline-uplineku yang gak pernah bosan memberikan ilmu.

Go President!

Rosa Puspasari
Independent Oriflame Director

http://rosapuspasari.com

Twitter: @RosaPuspasari
0811870332

Yakin Bisa! – by Talisa Noor

by Talisa Noor

Saya punya mimpi, yang salah satunya adalah mimpi untuk mandiri secara finansial. Well, sedikit flashback, pada sebuah kelas bahasa Arab yang saya ikuti beberapa tahun silam, guru bahasa Arab saya memaparkan visinya untuk membantu kaum muslim untuk mandiri dan kuat secara finansial melalui kegiatan wirausaha. Hal ini menurut saya adalah cita-cita yang mulia. Pelan-pelan ide ini memberikan kesadaran bagi saya bahwa bisnis adalah hal yang memberikan banyak manfaat. Tidak hanya untuk mencari nafkah, tetapi juga memberikan penghidupan bagi banyak orang. Selain itu, dengan kuat secara finansial, kegiatan bersedekah (secara finansial) juga lebih mudah untuk dikerjakan, bukan? Dengan semakin banyaknya sedekah yang diberikan, mudah-mudahan manfaatnya juga lebih meluas dan lebih signifikan.

Selain itu, dengan mandiri secara finansial, ibadah itu lebih konsen gitu lho. Kita ga perlu mikir perut. Mikirnya tinggal gimana cara untuk meningkatkan kualitas hidup khususnya secara spiritual. Hehe. Kalo ada kesempatan untuk mencuri misalnya, itu ga bakal kita lakukan karena kita toh udah “punya”. Itu pandangan saya lho. Intinya, mimpi saya untuk mandiri secara finansial itu juga bertujuan untuk ibadah.

Sementara itu…

Saat ini saya sedang bekerja di sebuah instansi pemerintah. Secara umum, saya punya mimpi untuk “make the world a better place to live in”. Jalan saya untuk mencapainya adalah melalui pemerintahan. Saya punya mimpi bahwa pemerintahan kita akan menjadi jujur, adil, dan profesional. Saya ingin berkontribusi dalam hal tersebut. Saya ingin mencurahkan tenaga dan pikiran saya untuk mewujudkannya. Saya nggak pengen keinginan saya itu terganggu dengan kebutuhan untuk mengisi kekurangan finansial saya. Saya sih pengen kerja di bidang pemerintahan itu untuk sedekah aja, bukan untuk cari duit.

Tapi tetep butuh makan dong? Tetep pengen seneng-seneng dong? Tetep pengen belanja dan jalan-jalan ke luar negeri juga dong? Terus gimana caranya?

Saya pengennya cari duit mah dari bisnis aja yang jujur. Oriflame adalah kendaraan saya. Saya lihat bisnisnya fair, yaitu tidak dengan cara yang licik dan menipu. Produknya bagus dan halal. Modalnya kecil dan mudah untuk dimulai. Waktu kerjanya fleksibel. Kegiatan pembinaannya sangat positif dan bermanfaat. Pengetahuan dan inspirasi yang didapatkan juga banyak. Silaturahmi pun dapat terjalin dengan baik dengan orang-orang lama maupun baru. Saya jatuh cinta dengan bisnis ini.

Saya yakin, bisnis yang dijalankan dengan fair pasti akan memberikan berkah. Paling tidak, Oriflame sudah memenuhi kriteria tersebut. Sekarang, tingga bagaimana saya menjalaninya. Contoh suksesnya sih sudah banyak :) Contoh gagalnya juga banyak :) Lho, terus jaminan suksesnya apa? Tentu yang bisa menjamin kesuksesan kita itu ya diri kita sendiri. Tidak ada usaha yang sia-sia, dan bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Saya yakin, we can achieve anything if we put efforts in it.

Menurut saya sukses adalah proses kehidupan yang tidak selalu melulu diukur dengan uang. Well, uang memang instrumen yang paling mudah diukur, tetapi perubahan sikap, pertambahan relasi, peningkatan kepercayaan diri, juga adalah bagian dari kesuksesan.

Saat ini saya masih dalam tahap belajar. Saya masih cupu kalau dibandingkan dengan teman-teman seperjuangan yang lain. Mereka sangat hebat. TAPI, all I know is, if I stop here, then it ends. So I won’t stop. Yang namanya pembelajaran itu memang akan berkelanjutan tiada akhir. Tapi dalam prosesnya, selalu ada pertambahan pengetahuan dan perubahan sikap yang, semoga saja, selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Yang tadinya konsultan 0%, naik menjadi 3%, dan semoga naik dan naik terus sampai Executive Diamond Director :) Yang tadinya malu-malu, menjadi pede. Yang tadinya kucel, menjadi wangi dan rapi. Hehe. Pokoknya dinikmati aja. What’s the point of doing these activities if we don’t enjoy it? We are humans, not robots. Just love what you do, do your best, and success will follow.

Ahaha. Notes ini agak muter-muter dan nggak to the point ya? Tapi yaudah sih, this is my page and I write what I want to write. Hahaha.

Oke, balik lagi ke mimpi saya. Menjadi mandiri secara finansial. Bisa bekerja sesuka hati di bidang pemerintahan tanpa memikirkan gaji (yang ini mungkin sedikit absurd. Ada nggak ya yang berpikiran sama dengan saya tentang hal yang satu ini? Hihi). Menjadi bermanfaat. Ah ya, dan menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Saya yakin melalui Oriflame saya bisa mencapai itu semua. Pasti bisa! :)

Tak kan pernah menyerah – by Hariawati Ariey Samoedra

by Hariawati Ariey Samoedra

Bagiku,,hidup adalah perjuangan!!
Dan,,di oriflame,,aku berjuang untuk merubah hidupku.
Sudah lama aku memimpikan hidup yang lebih baik,,dan ingin sekali membahagiakan mamaku yg bisa di bilang “single parent” karena dia berjuang sendirian membesarkan aku dan kakak ku satu2nya,,tanpa pernah ada kata lelah.
Sudah lama aku memimpikan untuk bisa membuatnya tersenyum bangga mempunyai seorang anak yang pernah di kuliahkannya tapi gagal menjadi sarjana. Tapi lewat oriflame,,aku gak mau gagal. Dan gak akan pernah aku keluarkan kata “menyerah” karena oriflame adalah akhir pencarian bagiku.
Di oriflame,,aku sudah menggantungkan impian ku setinggi langit dan gak akan aku kasi kesempatan si pencuri impian untuk mematahkan semangatku lagi,,karena kali ini adalah kali ke dua aku gabung di bisnis ini.
Setelah terjun di bisnis ini,,aku jadi makin banyak teman dan tentunya teman2 yg positif karena yg keluar dr mulut mereka adalah kata2 motivasi dan penyemangat untuk menambah energi positif dalam diri kita.

Sekarang,,saat ini,,aku berada di posisi manager 12 %. Jujur,,aku sampai pada posisi ini memang butuh waktu yang lumayan lama. Tapi aku bangga pada diriku sendiri yang sejak gabung,,aku belajar sendiri dengan di mentori oleh para upline ku di club simplebiznet. Segala sesuatu yang aku belom fahami,,hanya bisa aku komunikasikan lewat jalur sosial media. Tapi walau jarak memisahkan aku dengan semua upline ku,,gak pernah terbesit dalam benakku untuk menyerah dalam menjalani bisnis ini,,karena aku sudah menggantungkan impianku seutuhnya disini.
Yaaahh…walaupun jalan yang aku hadapi kadang terseok,,kadang menanjak dan kadang curam,,tapi aku selalu dapat melewatinya.

“Pasti Ada Pelangi Setelah Badai” satu kalimat yang selalu merontokkan mental block yang ada di kepalaku. Sebesar apapun pengorbanan kita di awal,,pasti akan di bayar mahal oleh Oriflame.
Dengan cara dan jalan apapun yang harus aku tempuh untuk sukses di oriflame,,akan aku tempuhi karena aku yakin suatu saat aku pasti bisa berhasil seperti para upline ku yang tidak pernah menyerah dengan yang namanya penolakan.

Big thank’s buat mba Rosa Puspasari yang sudah dengan sabar membimbing aku dr tidak tau apa2 menjadi tau apa2 di oriflame yang kemudian menyerahkan aku pada Frisky fs Mongkol. Makasi juga say,,yang dengan kesabarannya terus memonitor perkembangan jaringanku. Aku bangga berada di bawah jaringan kalian,,karena kalian adalah para upline yang amanah,,semoga aku bisa duplikasi cara kerja kalian dan duplikasi suksesnya kalian.

#OriflameMyWay
#NeverGiveUp
#Go_SGD

Produk Oriflame Berkualitas dan Tidak Mahal – by Novitasari

by Novitasari

16 tahun yang lalu saya beranggapan produk Oriflame mahal.
Tentu aja karena dulu saya masih duduk di bangku SMP dan gak ngerti tentang produk Oriflame.. :)

Tapi apakah produk Oriflame bener-bener mahal?Banyak banget yang bilang :

“Ih, Oriflame mahal banget, mendingan beli produk di supermarket aja yg harganya jauh lebih murah tp kualitasnya sama.”

Dibanding brand apa dulu say? Produk Oriflame itu 100% impor..
Mahal itu sih sebenarnya relatif ya, kalo kamu banyak duit pastinya akan menganggap produk Oriflame itu produk murah meriah hehehe…Nah, kamu sekarang termasuk golongan mana? Banyak duit atau kurang duit?

Kalau dibandingin dengan produk yang ada di supermarket , memang Oriflame cenderung lebih mahal, tapi kembali ke kualitas itu tadi… Produk-produk yang murah itu cenderung menggunakan bahan kimia tinggi, sedangkan Oriflame lebih cenderung pada masalah kualitas, bukan hanya bungkus luarnya saja…

Sekarang semuanya terserah kita, mau beli produk murah meriah tanpa melihat kualitas, apa beli barang rada mahal dikit tapi dengan jaminan kualitas tinggi??

Oriflame asalnya dari Swedia, tp sekarang pabrik Oriflame ada di 5 negara di dunia..Yaitu Swedia, Rusia, China, India, dan Polandia..Dibanding dengan produk impor lain yg beredar di Indonesia, Oriflame termasuk terjangkau yaa… tapi kualitasnya gak murahan..
Oriflame bisa memasang harga yang lebih murah dibanding produk impor lainnya karena metode penjualan direct selling sehingga tidak ada biaya pajang di toko..Tapi hanya melalui katalog.Katalognya pun gak main-main ya, 100 halaman full colour dengan desain yang sangat menarik..
Lagian kalo kita perhatikan setiap bulannya Oriflame selalu memberikan discount untuk beberapa produknya.. Nah kita pake deh kesempatan itu untuk membeli barang harga ekonomis tapi jaminan mutu tetap terjaga.

Sebelum saya masuk ke produknya satu persatu, kamu tau gak kenapa Oriflame bisa dibilang merupakan salah produk terbaik yang ada di pasaran sekarang ini?

Apa sih kelebihan produk Oriflame dibandingkan dengan produk yang lain? Karena.. bahan dasar produk Oriflame lebih menekankan pada bahan-bahan alami dengan tetap berpegang teguh pada kebijakan dan kekayaan alam Swedia. Jadi produk ini sangat aman untuk digunakan oleh semua jenis kulit manusia tidak hanya untuk masa sekarang tapi juga untuk masa mendatang.

Produk-produk yang dikeluarkan oleh Oriflame tidak sembarangan diproduksi oleh pabriknya, melainkan diproduksi dengan teknologi tinggi yang penelitiannya memakan waktu kurang lebih 3 tahun – 5 tahun.

Jadi sebelum dilepas dipasaran, bener-bener diliat dulu, layak atau enggak nih produk ini untuk dipakai kulit manusia, dan diuji cobanya bukan kepada hewan, melainkan ke para sukarelawan dengan jaminan keamanan. Dan khusus yang masuk ke Indonesia sudah disesuaikan dengan jenis kulit tropis masyarakat Indonesia.

Jadi kalau yang masih ragu-ragu dengan kualitas Oriflame, buang jauh-jauh ya keraguan itu. Saya dulu termasuk orang yang meng-under estimate-kan Oriflame lhooo…tapi setelah saya mempelajari produk ini walaahhhh….keren banget deh Orilame. Untuk menjawab pertanyaan kenapa produk Oriflame kurang tahan lama dibandingkan dengan produk lain, gampang aja jelasinnya…coba bandingin pewarna yang berasal dari daun suji, dengan pewarna bahan kimia…ayoooo lebih tahan lama mana? Pastinya pewarna bahan kimia kan…tapi amanan mana? Pastinya si daun suji itu…

Bukti lainnya produk Oriflame itu bagus adalah stock barang yang banyak kosong saat menjelang akhir bulan.. Bahkan pertengahan bulan pun, sudah banyak yang kosong..Gak percaya? Coba deh tanya member-member Oriflame terdekatmu yang rajin jualan..

Tapi apa iya produk yang di impor ini halal? Santai aja… produk Oriflame yang masuk ke Indonesia sudah lolos pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia.

Sekian dulu yah sharing dari saya mengenai harga produk Oriflame..
Next time saya akan share tentang testi produk Oriflame..
So, stay tune! :)

Penarikan Kesimpulan Modus Ponens dan Modus Tollens – by Mutiara Fitri

by Mutiara Fitri

Tulisan-tulisan di kategori Logika (Bisnis Oriflame) Matematika ini hanya ditujukan untuk mereka yang sedang belajar hal-hal dasar tentang Logika (bisnis Oriflame) Matematika.
semoga semakin membuka MINDSET MENTAL BLOCK yang ada pada diri kita, serta membuang rasa malas itu sendiri.
Saat saya sedang belajar kuliah Pemrograman Non Prosedural (terutama bagian Pemrograman Logika), saya banyak menemui masyarakat yang belum memahami kegunaan logika matematika, terutama dalam kegiatan sehari-hari ataupun mereka yang menjalani bisnis. Padahal tujuan utama semua ilmu adalah membantu kehidupan manusia. Demikian juga dengan logika matematika. Salah satu manfaatnya adalah membantu membuat (menarik) kesimpulan yang benar. Tulisan ini akan membahas tentang teknik penarikan kesimpulan dasar, yaitu Modus Ponens dan Modus Tollens dalam berbisnis.
Agar cakupannya tidak meluas, jenis logika yang saya pakai di tulisan ini adalah logika proposisi (propositional logic). Dalam logika proposisi, sebuah kalimat dinyatakan dengan sebuah simbol (yang mungkin berindeks).
Contoh 1:
p:saya memulai bisnis Oriflame
q : impian saya tercapai

p Λ q : saya memulai bisnis Oriflame dan impian saya tercapai (disingkat: saya memulai berbisnis Oriflame dan impian tercapai)

p V q : saya berbisnis Oriflame atau impian saya tercapai
p → q : jika saya memulai bisnis Oriflame maka impian saya tercapai
¬ p : saya tidak berbisnis Oriflame
Modus Ponens dan Modus Tollens sebenarnya adalah teknik penarikan kesimpulan dari logika manusia juga. Di Logika Matematika, kedua teknik penarikan kesimpulan tersebut dinyatakan dengan:
Modus Ponens
p → q
p
———
Kesimpulan: q
Modus Tollens
p → q
¬ q
———
Kesimpulan: ¬ p
Arti Modus Ponens adalah “jika diketahui p → q dan p, maka bisa ditarik kesimpulan q“. Sedangkan Modus Tollens berarti “jika diketahu p → q dan ¬q, maka bisa ditarik kesimpulan ¬p“.
Contoh 2:
Diketahui cerita sederhana berikut: Jika saya mulai bisnis Oriflame maka saya mendapatkan penghasilan ke-2. Saya memulai bisnis Oriflame. Apakah saya mendapatakan penghasilan ke-2???
Solusi:
Menggunakan Contoh 1 di atas, kita memperoleh kalimat matematika:
p → q
p
Menggunakan Modus Ponens, maka kita bisa menarik kesimpulan q, yang artinya saya mendpatkan penghasilan ke-2

Contoh 3:
Diketahui cerita sederhana berikut: Jika saya memulai bisnis Oriflame maka saya mencapai impian. Saya tidak berbisnis Oriflame. Apakah saya tidak dapat mencapai impian????
Solusi:
Menggunakan Contoh 1 di atas, kita memperoleh kalimat matematika:
p → q
¬q
Menggunakan Modus Tollens, maka kita bisa menarik kesimpulan ¬p, yang artinya saya tidak berbisnis Oriflame.
Bisa kita lihat, kita tidak akan mencapai impian, kalau kita tidak berbisnis Oriflame, pengecualian orang tua kaya raya, dapet hadiah tabuangan milyaran , keluargga konglomerat yang nggak punya hutang..

Contoh 4:
Diketahui cerita sederhana berikut: Jika saya kerja keras maka saya dapat penghasilan. Jika saya dapat penghasilan maka Saya berbisnis Oriflame. Saya kerja keras. Apakah saya berbisnis Oriflame???
Solusi:
Misalkan:
p : saya kerja keras
q : saya dapat penghasilan
r : berbisnis Oriflame
maka, cerita sederhana tersebut dapat dinyatakan dengan
1: p → q
2: q → r
3: p
Menggunakan Modus Ponens untuk kalimat 1 dan kalimat 3, maka kita bisa menarik kesimpulan q, yang artinya saya dapat penghasilan. Kalimat-kalimat matematikanya bisa kita ubah menjadi:
1: p → q
2: q → r
3: p
4: q
Dengan menggunakan Modus Ponens untuk kalimat 2 dan 4, kita memperoleh kesimpulan r, yang artinya Saya berbisnis Oriflame.
Kita bisa simpulkan sendiri, kalau kita kerja keras = berpenghasilan = berbisnis Oriflame
yang saya maksudkan disini, kita kerja keras, juga berbisnis Oriflame, juga dapat berpenghasilan.
nah an… bisa dinilai sendiri, kita nggak kerja = yaaa nggak dapat penghasilan.
begitu juga Oriflame, kalau nggak dikerjain sampe keras, yaaa nggak dapet penghasilan.
kalau ada yang bilang nggak usah kerja, coba cek lagi… halal nggak ? kok ada nggak kerja dapet uang… xixixi

Jangan pusing yaaak :)

ini matematika berbisnis sekaligus Logikanya :D

Alhamdulilah yaaah, Oriflame bonusnya FAIR

Kita Kerja yaaaa kita dapat penghasilan juga dapet tercapai impian.

okeee… siapa yang mau ikutan? :)

kita kerja sama-sama hyuuuk …. :D

Jangan bilang ngasih pelajaran yaaaaaaak, inspirasi itu lewat ketika memandang si matematika ini :)